
kini telah tiba saatnya hari di mana keano akan di kirim ke tempat adik tuan arga yang berada di Australia.
saat ini keluarga Aldebaran termasuk kiara sedang mengantarkan keano di bandara.
keano memeluk kiara dengan begitu erat.
"ano bakal rindu banget sama ara. ano janji ano pasti bakalan balik ke sini lagi untuk ara. maafin ano karena gak bisa tepatin janji buat sama sama terus"ucap keano sambil memeluk saudari nya.
"ara juga bakal rindu ano kok. ano gak usah minta maaf, kan bukan ano yang minta. ano juga terpaksa kan, jadi ano gak salah" ucap kiara dengan membalas pelukan keano dengan erat pula.
"ara jaga diri baik baik ya di sini. ano janji kalau ano udah pulang, kita bakal cari bukti nya sama sama sampai ketemu"
"tentu aja, ara kan kuat bisa jaga diri kok. janji ya bakal pulang untuk ara"
"janji" keano menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking adiknya itu.
"kean, kamu baik baik ya nak di sana. nurut sama aunty, mama bakal kangen banget sama kamu" ucap nyonya rita dengan memeluk keano.
sementara keano hanya diam dan sama sekali tidak membalas pelukan mama nya itu.
nyonya rita pun melepaskan pelukan mereka sambil tersenyum pahit karena di acuhkan sang anak.
"ara ano pamit ya. ara jaga diri baik baik di sini, tunggu ano pulang ya"pamit keano pada adiknya itu.
"iya, ara bakal jaga diri baik baik kok. dan ara bakal tungguin ano pulang ke sini lagi" balas kiara.
mereka pun berpekukan sebentar sebelum keano naik ke pesawat. ia melewati keluarga nya begitu saja tanpa berpamitan dan salam perpisahan.
"kean, kamu gak salim papa sama opa kamu dulu nak. kamu gak mau peluk adik kamu dulu sebelum pergi" tanya nyonya rita membuat langkah kaki keano yang akan naik tangga pesawat terhenti.
__ADS_1
tapi ia tidak menjawab pertanyaan nyonya dan hanya menatap mama nya itu dengan pandangan datar.
kemudian kembali melanjutkan langkah nya tanpa menghiraukan keberadaan keluarga nya itu kecuali kiara.
"sabar ya mah, keano pasti bakal balik lah lagi kok" ucap tuan arga sambil mengelus punggung istri nya yang menatap nanar punggung putra nya.
"sudah sudah kalian gak usah sedih gitu, kean pasti balik ke sini lagi kok meskipun masih lama. mending kalian sekarang pulang, papa juga mau balik ke mansion papa" ucap opa doni mencoba mencairkan suasana.
"loh, papa gak mau nginap lebih lama lagi pah" tanya tuan arga.
"seperti nya tidak dulu ga, papa juga udah kangen sama lubi" jawab tuan arga yang di akhiri dengan kekehan.
( buat kalian yang gak tau lubi itu siapa, lubi itu kuda kesayangan opa doni ya gaes. jadi opa doni ini tuh orang nya pecinta kuda )
"hahaha iya deh, si paling suka berkuda" ucap tuan arga sambil tekekeh.
"udah udah, yuk pulang kasian lana kepanasan, liat tuh muka nya udah merah" ucap nyonya rita menengahi percakapan mereka.
"gak papa kok pah" jawab alana setelah sekian lama terdiam menyimak pembicaraan para orang dewasa.
"ya udah, yuk kita pulang sekarang. oh iya papa mau nebeng sekalian apa gimana" tanya tuan arga pada opa doni dengan tangan nya menggenggam tangan alana.
"gak usah, papa naik mobil sendiri aja. itu udah di tungguin sama sopir pribadi papa" jawab opa doni sambil menunjuk sebuah mobil hitam yang letak nya tidak jauh dari tempat mereka berada.
"kalo gitu ka i duluan ya pa" ucap tuan arga dan di angguki opa doni yang juga ikut berjalan menuju ke arah dimana mobil nya terparkir.
tuan arga, nyonya rita dan juga alana berlalu meninggalkan bandara tanpa menghiraukan keberadaan kiara yang sedari tadi ada bersama mereka.
ketika kiara akan masuk ke mobil, langkah kaki kecilnya terhenti karena pertanyaan sang papa.
__ADS_1
"tunggu, mau ngapain kamu" tanya tuan arga dengan ketus.
"mau ikut pulang pah" jawab kiara sambil menunduk.
"ngapain ikut naik mobil ini. sana kamu sama bodyguard, gak sudi saya dekat dekat sama kamu"
kiara hanya menurut dengan apa yang papa nya itu perintahkan. dengan menahan tangis nya, ia menuju ke salah satu mobil bodyguard keluarga nya dan segera pulang ke mansion bersama bodyguard yang menyetir mobil tersebut.
sementara tian arga dengan istri dan putri angkat nya itu tidak langsung pulang. melainkan mereka berkeliling terlebih dahulu dan menemani alana jalan jalan dan belanja mainan yang anak itu sukai.
...****************...
setelah sampai ke mansion, kiara langsung berlari dan masuk ke kamar nya. ia mengambil sebuah figura kecil yang berisikan foto ia dan sang kembaran yang memeluk oma Fani dengan gembira. ia memeluk foto itu erat sambil meringkuk di atas tempat tidur nya.
"hiks hiks oma... papa sama mama udah gak sayang ara lagi hiks hiks opa juga benci sama ara hiks hiks.. " adunya pada sang oma yang berada di foto itu sambil menangis terisak.
"hiks hiks mereka juga pisahin ara sama ano hiks hiks.. mereka sekarang jahat hiks ara kangen mereka yang dulu hiks hiks yang sebelum oma mmeninggal hiks hiks"
"mereka sekarang udah gak peduli sama ara hiks hiks kenapa sih oma harus pergi hiks hiks sekarang ara sendirian di sini hiks hiks"
"hiks hiks ara kangen oma hiks hiks"
kiara terus bercerita dengan memeluk erat figura itu sambil menangis.
tanpa ia sadari, bi asih pembantu yang sedari kecil ikut menjaga kiara di saat oma fani dan nyonya rita tidak ada di rumah melihat nya dari balik pintu kamar yang tidak terkunci.
"maafin bibi non, andai aja waktu itu bibi langsung yang nganterin susu non ara, pasti semua nya gak bakal kaya gini" ucap bi asih sambil menatap sendu punggung kiara yang bergetar yang sedang membelakangi nya.
tidak lama kemudian kiara pun tertidur karena lelah menangis. bi asih segera masuk ke kamar kiara dan memakaikan gadis kecil itu selimut. tidak lupa juga ia meletakkan figura yang berada di pelukan kiara ke tempat nya semula.
__ADS_1
ia menatap lekat wajah imut kiara yang sembab dan mata yang bengkak akibat terlalu lama menangis. bahkan ketika tidur pun masih terdengar isakan kecil dari mulut nya itu.
bi asih mengelus sebentar rambut kiara dengan lembut. kemudian segera keluar dari kamar, tidak lupa juga ia menutup pintu kamar tersebut dengan pelan agar tidak membangunkan kiara yang tertidur lelap.