
tok.. tok.. tokk..
"iya sebentar... " sahut seseorang dari dalam rumah.
ceklek..
pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu,usianya hampir sama dengan nyonya rita.
"loh mas tumben pulang nya telat, dan ini anak siapa" ujar nyonya Sinta yang baru saja membukakan pintu untuk sang suami dan melihat seorang anak perempuan yang di bawa suami nya itu. tapi ia tak melihat anak itu dengan begitu jelas karena terhalang kaki tuan rano, suami nyonya sinta.
"tadi ada kerja tambahan bun, nanti mas jelasin siapa dia. kita masuk dulu kasian ara, luka nya harus di obatin dulu"jawab tuan rano.
"luka?? " beo nyonya sinta heran kemudian berjongkok menyamai tingginya dengan anak itu.
"nak, boleh hadap tante sebentar" ucap nyonya sinta dengan lembut khas seorang ibu.
kiara yang mendengar panggilan itu pun entah mengapa perlahan rasa hangat menyeruak ke dalam hatinya. sungguh ia sangat merindukan suara yang lembut seperti itu yang telah lama tidak ia dengar dari sang mama dan sekarang ia mendengar nya lagi meskipun dari orang lain.
kiara melepaskan cengkraman tangannya dari celana tuan rano kemudian menghadap nyonya sinta.
" astaga ini kamu kenapa, siapa yang tega ngelakuin ini. bukan kamu kan mas" cerocos nyonya sinta kaget ketika melihat tubuh kiara yang penuh dengan luka.
bagaimana tidak kaget, kiara terlihat menunduk memainkan jarinya yang terdapat beberapa goresan luka. dengan muka yang lebam dan terdapat luka lebar di dahinya dengan darah yang telah mengering. pergelangan tangan yang memerah membekas cetakan tali yang pernah mengikat tangan mungil itu dengan kencang.
"astaga bun, bukan mas kok pelakunya"
"terus ini kenapa bisa luka luka gini" ujar nyonya sinta memotong ucapan tuan rano.
"nanti mas jelasin, tapi sekarang kita masuk dulu" ucap tuan rano tak menjawab pertanyaan nyonya sinta.
"ya udah iya, ayuk sayang kita masuk dulu biar tante obatin luka nya" ucap nyonya sinta sambil menggandeng tangan kiara masuk ke dalam rumah.
sementara tuan rano yang di tinggal hanya bisa mengusap dada nya dengan sabar.
...****************...
kiara telah berganti pakaian dengan pakaian yang telah di siapkan nyonya sinta. dan luka nya pun telah selesai di bersihkan dan di obati.
__ADS_1
saat ini kiara telah tertidur lelap di kamar tamu.
"nah mas sekarang kamu jelasin kenapa kamu bisa ketemu ara dan kenapa ia bisa luka luka kaya gitu" tanya nyonya sinta menuntut penjelasan pada tuan rano.
"iya sabar, jadi gini.... " dan mengalir lah cerita tuan rano dimulai dari tentang kiara yang di usir oleh keluarga nya hingga bisa bertemu mereka sekarang.
tuan rano bisa mengetahui semua kejadian itu karena ketika masih dalam perjalanan pulang bersama kiara tadi, ia sempat menghubungi bawahan nya untuk mencari identitas kiara dan yang membuat nya di kejar orang orang jahat.
tapi ia belum bisa mengetahui siapa keluarga kandung kiara karena informasi yang sulit di retas.
"kasian banget ya anak sekecil itu ngalamin kejadian seperti itu. itu keluarga nya emang gak punya hati apa gimana sih kok bisa tega banget sama anak sendiri. kalo sempet ketemu rasanya pengen tak hiiiiihhhh" ucap nyonya sinta dengan kesal dengan kedua tangan nya meremas udara.
"sabar bun. mas juga lagi cari informasi tentang keluarga kandung ara tapi seperti nya mereka bukan dari keluarga biasanya soalnya mas sulit mencari dan meretas data mereka" ucap tuan rano sambil mengelus punggung istri nya itu.
"emm mas, gimana kalo kita angkat ara jadi anak kita aja" tanya nyonya sinta dengan antusias.
"sepertinya kita sepemikiran tentang ini" jawab tuan rano sambil memandang istri nya dengan tatapan yang penuh arti.
nyonya sinta yang mendengar jawaban suaminya itu seketika tersenyum dengan antusias.
"yesss akhirnya..... pokoknya besok kita urus seluruh administrasi untuk angkat ara jadi anak kita. oh iya kalau perlu kita ganti nama lengkap ara sekalian. aaaaaa gak sabar banget"
*akhirnya secara perlahan keluarga ku mulai lengkap dengan kehadiran kiara. aku harap kebahagiaan ini akan terus berlanjut* batin tuan rano.
"ihhh mas kamu dengerin aku ngomong gak sih" tanya nyonya sinta kesal karena suaminya itu tidak menanggapi ucapan nya dan hanya menatap nya sambil terus tersenyum.
"iya mas dengerin kok. jangan ngambek gitu dong, mending sekarang kita tidur supaya besok kita gak telat untuk ngurus administrasi buat angkat ara jadi anak kita" ujar tuan rano kemudian langsung merebahkan kepalanya sambil memeluk pinggang istri nya.
"iya iya nih tidur"
nyonya sinta ikut merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata sambil memeluk pinggang sang suami.
"tidur" ucap nyonya sinta tiba-tiba sambil mengusap wajah suaminya yang masih menatap nya kasar.
tuan rano yang di perlakuan secara tiba-tiba seperti itu tersentak kaget lalu terkekeh. ia pun semakin mengeratkan pelukan nya dan terlelap bersama sang istri.
...****************...
__ADS_1
pranggg
"bagaimana bisa gagal hahhhh" bentak seorang pria sambil melemparkan gelas yang ia pegang ke arah bawahannya hingga pecah.
untung nya sang bawahan dengan cepat menghindar sehingga gelas itu tidak mengenai nya.
"maaf tuan kami kecolongan, tadi tiba-tiba saja ada yang menolong dan membawanya pergi tuan" ujar sang bawahan dengan kepala menunduk tidak berani menatap atasan yang marah.
"saya gak mau tau cepat temukan dan tangkap dia baik dalam keadaan hidup ataupun mati" ucap pria yang menjadi atasan tersebut.
"baik tuan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan nya" jawab sang bawahan.
"sekarang kalian keluar dari ruangan saya dan jangan pernah menemuiku jika tidak ada sesuatu yang penting. dan ingat saya benci kegagalan"
"baik tuan"
para bawahan itu langsung keluar dari ruangan sang atasan yang telah porak-poranda.
"huhhh untung kepala ku masih untuh" ujar salah satu bawahan sambil memegang lehernya.
"kau benar ck ini semua gara gara bocah itu. kalau sudah ketemu aku orang pertama yang akan menyeret nya ke sini" jawab salah satu bawahan lainnya.
"berhenti mengeluh jangan sampai tuan dengar dan benar-benar memenggal kalian" ujar bawahan lainnya yang terlihat paling tua di antara mereka.
mereka pun segera berlalu dan menyelesaikan pekerjaan mereka yang tertunda.
tidak lama setelah kepergian sang bawahan, Tiba-tiba seorang pria masuk begitu saja ke ruangan.
syuuttt
jlebb
"wow wowww kau hampir melubangi kepala ku pak tua" ujar pria itu setelah menghindar dari lemparan pisau yang tiba-tiba datang ke arahnya.
"ck ada perlu apa kau ke sini" ucap pria yang menjadi pemilik ruangan.
"hehh kau terlalu serius, apa kita tidak bisa bersantai sebentar" jawab pria itu kemudian duduk di sofa dengan kaki yang dilipat.
__ADS_1
"to the poin gak usah basa basi"
"ck baiklah.. "