
eunghhh...
suara lenguhan anak kecil yang baru sadar dari pingsan nya terdengar di sebuah ruangan dengan nuansa putih dan bau khas obat obatan.
"a air" ucap kiara yang baru sadar dari pingsan nya.
ya, anak yang berada di ruangan itu adalah kiara yang di temani oleh pelayan setia nya, bi asih.
bi asih yang ketika itu hampir tertidur seketika langsung dengan sigap mengambilkan air minum untuk kiara.
"ehh ini non, pelan pelan minumnya" ucap bi asih seraya membantu kiara duduk dan minum.
tidak lupa juga bi asih menekan sebuah tombol yang berada di balik brangkar.
"non gapapa, ada yang sakit? bilang sama bibi" ucap bi asih ketika melihat kiara terdiam dengan air mata yang mengalir.
kiara tidak bergeming hingga bi asih memeluk nya barulah ia menumpahkan segala keluh kesahnya.
"hiks hiks bii papa jahat hiks hiks papa udah gak sayang ara hiks papa pukul ara bii hiks kepala ara pusing hiks tangan ara Sakit hiks hiks" ucap kiara dengan suara yang teredam di pelukan bi asih.
bi asih hanya terdiam tidak bisa berkata kata. dan memilih memeluk kiara dengan erat untuk menenangkan nya.
ceklekk...
pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang dokter perempuan dan dua orang suster yang menyertai nya.
"ehmm ma'af bisa berhenti dulu pelukan nya. saya mau periksa anak nya sebentar" celetukan dokter tersebut menghentikan aksi pelukan mereka.
"oh iya dok, silahkan" jawab bu asih kemudian memberi ruang untuk dokter tersebut memeriksa kiara.
" adik manis... bisa jadi tau dokter apa yang kamu rasakan sekarang? " tanya dokter tersebut sambil memberikan senyum ramahnya.
" hiks kepala ara pusing" ucap Kiara yang masih terisak sambil memegang kepalanya.
dokter dengan name tag Melani tersebut tersenyum dan mengelus kepala kiara yang di perban dengan lembut.
"ooh jadi nama adek ara, kalau gitu ara istirahat dulu ya. nanti dokter kasi obat biar pusing nya reda, tapi ara makan dulu yah... "
kiara menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dokter tersebut.
"ara gak mau minum obat rasanya pahit, gak enak. ara gak suka" ujar kiara dengan muka sembab dan hidung yang merah, yang mana membuat dokter tersebut menjadi gemas.
"yang namanya obat gak ada yang manis sayang, emang nya ara gak mau sembuh" tanya dokter tersebut sambil mencubit pipi kiara gemas.
"ara mau sembuh kok. tapi ara gak mau minum obat nya, pahit" ucap Kiara dengan cemberut.
"kalau ara mau sembuh, harus minum obat nya dong. kalo ara mau minum obatnya dokter bakalan kasi hadiah buat ara"
"beneran dok" tanya kiara dengan sumringah.
"iya bener"
"janji" tanya kiara lagi
"janji" balas dokter tersebut seraya menautkan jari kelingking nya ke jari kelingking imut milik kiara.
__ADS_1
sementara bi asih hanya tersenyum melihat interaksi kiara dengan dokter muda tersebut.
"ya udah kalo gitu ara istirahat dulu ya. dokter mau ke ruangan dokter" ucap dokter tersebut dan di angguki kiara.
"mari buk ke ruangan saya untuk ngambil resep obatnya" lanjut dokter tersebut kepada bi asih.
"baik dok, non ara tunggu di sini dulu yah sambil istirahat. bibi mau ikut dokter nya dulu"
"jangan lama lama ya bi" jawab kiara yang di angguki bi asih seraya tersenyum.
"ya udah kalo gitu dokter sama bibi nya keluar dulu ya cantik. kamu istirahat aja di sini"
"siap dokter cantik" jawab kiara dengan muka imut nya.
bi asih dan dokter tersebut hanya terkekeh melihat nya.
kemudian dokter Melani dan bi asih segera keluar dari ruangan tersebut tak lupa juga bersama suster yang tadi mengikuti nya.
...****************...
keesokan harinya.....
kini kiara sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter.
saat ini, kiara dan bi asih sedang dalam perjalanan pulang ke mansion dengan menggunakan taxi.
"bi, sebelum pulang mampir ke taman deket rumah dulu ya bii" ucap kiara sambil mendongak untuk menatap wajah bi asih.
"iya boleh, tapi jangan lama lama ya di sana. non ara masih perlu istirahat" ucap bi asih seraya mengelus kepala kiara yang masih terbalut perban.
setelah turun dari taxi yang di bantu bi asih, kiara mengedarkan pandangan nya ke seluruh taman seperti mencari sesuatu.
"bi asih, bibi tunggu di sini bentar yah. ara mau main ke sana" ucap kiara setelah menemukan apa yang ia cari.
"ya udah, tapi jangan lama lama ya non" ucap bi asih dan di angguki kiara dengan semangat.
ia pun segera berlari menuju sebuah danau dan menghampiri seseorang yang ia cari.
dorrrr...
anak laki-laki tersebut terlonjak kaget ketika melihat kiara yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
"kikyyyy" anak laki-laki tersebut yang ternyata adalah azka langsung memeluk kiara dengan erat seolah melepaskan semua kerinduan nya.
"Kiky kenapa gak ada ke sini lagi kemarin. jaja capek tau nungguin nya. trus ini kepala Kiky kenapa, tangannya juga,kok di perban. Kiky sakit ya. tapi kok gak kasi tau jaja kalo Kiky lagi sakit. trus sekarang Kiky udah sembuh kan" tanya azka beruntun sambil membolak balikkan tubuh kiara.
"azka, udah dong. kasian aranya pusing kamu gituin" ucap nyonya bella yang membuat pergerakan dan pertanyaan beruntun azka terhenti.
"hehe... peace mah✌😁. maafin jaja ya, kiky gak papa kan" tanya azka.
"iya ara gak papa kok. maafin ara ya, baru bisa ke sini sekarang. dan sekarang ara baik baik aja kok"balas Kiara sambil tersenyum.
"azka kamu ngomong sekarang gih. mama bakal tungguin kamu di sana" ucap nyonya bella.
setelah mendapat persetujuan dari putra nya itu, nyonya bella segera menjauh dari mereka dan hanya memantau dari sebuah kursi yang juga terletak di taman tersebut.
__ADS_1
"emm jaja mau ngomong apa" tanya Kiara dengan raut bingung nya setelah mendengar ucapan nyonya bella tadi.
"emm itu.... eh kok jaja baru perasan ya kalo Kiky itu pake antingnya cuma sebelah" ucapan azka yang malah teralihkan pada anting milik Kiara.
"ohh ini... " ucap Kiara seraya memegang sebuah anting yang terpasang di telinga kirinya.
azka mengangguk sambil terus menatap anting tersebut.
"ini tuh anting couple ara sama kembaran ara. jadi pasangan nya tuh di pake sama kembaran ara" jawab Kiara.
"jadi Kiky punya kembaran, kok jaja gak tau"
"jaja gak pernah tanya, kembaran ara tuh nama nya keano. dan sekarang dia lagi di luar negeri. ehh kok malah jadi bahas anting sama kembaran ara sih. emang nya tadi jaja mau ngomong apa" tanya Kiara yang menyadari ke arah mana pembahasan nya.
"oh iya hehe... "balas azka sambil tersenyum pepsodent.
"jadi jeje tuh mau ngasih tau sesuatu sama Kiky... " lanjut azka sambil menundukkan kepala nya.
"jaja mau ngomong apa, kok mukanya nya sedih gitu" tanya Kiara yang semakin penasaran.
"tapi janji ya gak boleh marah"
"iya janji"
"jadi kemarin papa jaja bilang dia ada tugas di luar negeri selama beberapa tahun. jadi, jaja juga harus ikut pindah"
Kiara melunturkan senyum nya setelah mendengar penuturan azka.
"berarti jaja gak bakal main sama ara lagi dong" ucap Kiara dengan mata yang berkaca kaca.
"maaf, tapi jaja janji bakal pulang ke sini kok" ucap azka seraya memeluk Kiara yang mulai menangis.
"hikss nanti ara main nya sama siapa hikss kalo jaja pergi"
"maafin jaja. jaja gak bisa melawan kata kata papa"
"hikss iya gapapa hikss ara ngerti kok. tapi jaja janji ya, jangan pernah lupain ara"
"iya jaja janji gak bakal pernah lupain Kiky selama nya"
"azka... udah selesai ngomong nya.pulang yuk papa kamu bentar lagi udah pulang" ucap nyonya bella menghampiri azka.
"iya mahh... bentar" jawab azka.
"ara jaga diri baik baik ya. jaja pulang dulu. jaja sayang kiky" lanjut azka seraya memeluk Kiara.
"kiky juga sayang jaja" ucap Kiara membalas pelukan azka.
"dadaa kiky nya jaja. jaja janji pasti balik lagi dan gak bakal pernah lupain kiky" ucap azka setelah melepaskan pelukan nya.
"dadaa juga jaja nya kiky"
"ara, tante sama azka pamit yah. kamu jaga diri baik baik disini" pamit nyonya bella pada Kiara.
"iya, tante juga" balas Kiara.
__ADS_1
nyonya bella memeluk Kiara sebentar kemudian segera pergi bersama azka meninggalkan taman tersebut.