I Am Kiara

I Am Kiara
bab 22


__ADS_3

"pagi tante" sapa kiara sambil menghampiri nyonya sinta yang sedang memasak sarapan.


"eh ara,pinter banget pagi pagi udah bangun"


"hehehe udah biasa tan, tante lagi masak apa?ara bantuin yah"


"eh gak usah ini bentar lagi siap kok nasi goreng nya. mending ara tolong panggilin om rano yah, orang nya ada di ruang keluarga tuh" cegah nyonya susan ketika kiara akan bembantunya.


"oh iya deh ara panggilin om rano aja" ucap kiara.


kiara pun segera berlalu menuju ruang keluarga dan menghampiri tuan rano yang sedang membaca sebuah berkas.


"pagi om" sapa kiara setelah sampai di ruang keluarga.


"pagi juga ara" balas tuan rano sambil mengelus kepala kiara.


"om di panggil tante untuk sarapan"


"oh iya, yuk kita ke belakang sarapan bareng" ujar tuan rano kemudian meletakkan berkas yang ia pegang di meja.


"emang boleh om" tanya kiara dengan mata berbinar.


"boleh dong, kenapa tidak. yuk kita sarapan bareng" balas tuan rano kemudian menggandeng tangan kiara segera menuju ke meja makan.


"pagi sayang" sapa tuan rano setelah sampai di ruang makan.


"eh pagi juga mas, duduk dulu biar aku siapin sarapan nya". ucap nyonya sinta sambil menyiapkan sarapan tuan rano di piring. tidak perlu bertanya karena ia sudah tau apa yang ingin di makan suaminya itu.


"ara mau sarapan pake apa nak" tanya nyonya sinta pada kiara.


"ara mau nasi goreng pake telor" ucap kiara dengan riang.


nyonya sinta dan tuan rano terkekeh melihat kiara yang begitu semangat ketika melihat makanan.


nyonya sinta kemudian dengan segera menyiapkan nasi goreng yang kiara ingin kan di piringnya.


kiara menatap nyonya sinta yang menyiapkan sarapan nya dengan sendu. ia jadi teringat dengan mama nya yang dulu sering menyiapkan makanan nya tapi itu semua berubah sejak kejadian itu. jangan kan menyiapkan sarapan untuk nya, mama nya bahkan tidak pernah melirik nya lagi setelah kejadian itu.


flashback on


saat ini seluruh keluarga Aldebaran telah berada di meja makan dengan nyonya Rita yang mengambil makanan untuk suami dan anaknya.


"alana mau makan pake apa sayang? " tanya nyonya Rita ketika akan mengambil makanan untuk alana.


"lana mau pake ayam sama sayur sopnya mah" jawab alana dengan semangat.


"bentar ya.. ini untuk anak mama yang paling cantik. makan yang banyak ya sayang biar cepat gede" ucap nyonya Rita sambil memberikan makanan untuk alana.

__ADS_1


"ishh lana udah gede ya mahh" ucap alana dengan cemberut.


tuan arga dan nyonya Rita terkekeh melihat alana yang merajuk dengan pipi yang menggembung.


"masa sih, yang papa liat lana masih kecil tuh boncel lagi" ucap tuan arga menjahili alana.


"ishhh mahh liat papaa" rengek alana mengadu pada sang mama.


nyonya Rita terkekeh melihat tingkah keduanya.


"iya sayang, lana udah gede. udah sekarang makan ntar kali dingin udah gak enak" ucap nyonya Rita dan di angguki keduanya.


kiara yang yang melihat keharmonisan itu menatap mereka dengan sendu.


"mm mah ara mau di ambilin juga" ucap kiara sambil menatap sang mama.


nyonya Rita yang mendengar ucapan kiara seketika mendatarkan wajahnya.


"punya tangan kan, ambil sendiri" ucap nyonya Rita dengan ketus.


mendengar itu kiara seketika menundukkan kepala nya menahan air mata yang hendak menetes.


kiara kemudian mengambil sendiri makanan untuk nya dan ketika ia akan mengambil ayam untuk lauknya tiba-tiba saja tangan nya di ketuk menggunakan sendok yang terbuat dari kayu.


takkk..


"saya masakin ayamnya untuk anak saya bukan untuk kamu. ambil makanan yang lain" ucap nyonya Rita seraya menggeser ayam tersebut ke hadapan alana.


"t tapi mahh a ara mau... " ucapan kiara seketika terhenti ketika nyonya Rita tiba-tiba menggebrak meja.


brakkk..


" hehhh udah syukur kamu masih saya kasi makan malah ngelunjak" ucap nyonya Rita dengan sinis.


"udah mah gak baik marah marah di depan makanan" ucap tuan arga sambil mengelus punggung nyonya Rita.


"dan kamu kiara ambil makanan kamu dan pergi dari sini. bisanya cuma bikin rusuh aja" lanjut tuan arga sambil menatap kiara dengan tajam.


"pahh kok gitu sihh, kasian kak kia" ujar alana tiba-tiba.


"gapapa sayang, dia memang tidak pantas untuk makan bareng kita" ucap tuan arga dengan lembut sambil mengelus rambut panjang alana.


kiara yang mendengar itu menundukkan kepala nya kemudian mengambil piring nya dan membawanya pergi dari meja makan menuju halaman belakang.


ia terduduk di bawah pohon dan memakan makanan nya dengan air mata yang terus mengalir.


flashback off

__ADS_1


"ara... "


kiara tersentak ketika nyonya sinta menepuk bahu nya.


"ara kenapa kok nangis" ucap nyonya sinta sambil mengusap air mata di pipi kiara.


mendengar itu seketika kiara memegang pipinya dan benar saja ia menangis.


"ehh ara gak papa kok tante, ara cuma keinget sama oma ara" ucap kiara.


"bener gapapa" tanya tuan rano yang kurang yakin dengan jawaban yang diberikan kiara.


"iya om ara gak papa kok" jawab kiara lagi sambil menampilkan gummy smile nya.


"kok om sih panggil ayah dong" ucap tuan rano sambil mencubit pelan pipi kiara.


"emang boleh, tapikan ara bukan anak om rano " tanya kiara polos sambil memiringkan kepala nya.


"boleh dongg kan bentar lagi ara juga bakalan jadi anak om" ucap tuan rano dengan gemas.


"emang bisa" tanya kiara dengan heran.


"bisa dong. tapi ara mau kan jadi anak om sama tante" tanya nyonya sinta sambil mengelus rambut kiara.


kiara menatap kedua nya dengan terharu dan mata yang berkaca kaca.


"a ara mau kok jadi anak om sama tante" ucap kiara.


"kalo gitu mulai sekarang ara jadi anak om sama tante. dan ara harus panggil tante bunda dan om rano ayah, mau kan? " ucap nyonya sinta dengan semangat.


"i iya tan eh bu bunda" ucap kiara dengan malu malu.


mendengar itu nyonya sinta jadi terharu dan langsung memeluk kiara dengan erat.


"makasih ya nak udah mau jadi bagian keluarga bunda" ucap nyonya sinta


"seharusnya ara yang makasih sama ayah dan bunda karena udah mau nampung ara. ara seneng banget bisa ketemu kalian"ucap kiara kemudian membalas pelukan nyonya sinta dengan tak kalah erat.


"ehemm ayah gak di ajak nihh" ucap tuan rano yang seketika menghentikan acara terharu mereka.


"hehe ayah juga" ucap kiara dengan cengengesan kemudian beralih memeluk tuan rano dan di balas dengan pelukan juga.


"udah udah ini kapan kita makan nya kalo pada pelukan terus" ucap nyonya sinta menghentikan pelukan mereka.


kiara dan tuan rano terkekeh mendengar ucapan nyonya sinta.


mereka pun kembali ke kursi masing masing dan memakan makanannya masing-masing dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2