I Am Kiara

I Am Kiara
bab 17


__ADS_3

Kiara berjalan dengan gontai di iringi isakan kecil yang keluar dari mulut nya. Keadaan nya terlihat sangat memprihatinkan dengan pakaian yang acak acakan dan kedua pipinya yang membengkak serta sobekan kecil di ujung bibir nya membuat mulutnya kelu untuk berbicara.


Hingga langkah kaki nya terhenti di sebuah halte. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah yang terlihat sunyi sepi di kegelapan malam yang membuat ia merasa ketakutan.


Ia berjongkok sambil memeluk tubuhnya sendiri dan menelungsupkan kepalanya di antara kedua lutut.


"Hikss oma, ano hikss ara takut hikss hikss ara sendiri di sini hikss hikss" kiara terus mencurahkan perasaannya sambil menangis meskipun tidak akan ada yang mendengarnya.


"Eh ehh bang, itu bukan sih anak nya" ujar seseorang sambil menunjuk kiara.


"Eh iya deh kayaknya" ucap teman orng itu.


"Tunggu apa lagi, tangkap" ujar temannya yang lain.


Kiara yang mendengar suara krasak krusuk yang tidak jauh darinya langsung menoleh. dan terlihatlah segerombolan laki-laki dewasa yang memiliki tampang sangar dengan tindik dan tato di beberapa bagian tubuh mereka.


mereka terlihat berjalan mendekat kearah kiara.


kiara yang melihat mereka mulai mendekatinya membuat tubuhnya bergetar karena ketakutan.


ia pun bangkit berdiri dan berjalan menjauhi mereka. tapi ternyata mereka masih mengikutinya membuat ia semakin mempercepat langkahnya menjadi berlari.


di tengah larinya, kiara kembali menoleh kebelakang dan ternyata mereka juga ikut berlari mengejarnya.


ia terus berlari samai ia tidak menyadari kalau di hadapannya terdapat tumpahan minyak karena tangki mobil pengendara yang lewat bocor.


brukkk....


"auchhh" kiara terjatuh dan lututnya berdarah.


"nah.. mau lari kemana hmm" ucap salah seorang pria tersebut sambil memegang tangan kiara.


"lepasin... " kiara mencoba melepaskan genggaman pria tersebut.


bukannya melepaskan pria tersebut malah meraih tubuh kecil kiara dan membawanya masuk ke dalam mobil.


kiara terus memberontak mencoba melepaskan diri hingga membuat pria yang membawanya kewalahan.


"bang buruan elah.. capek gua megang ni bocah" ucap pria yang memegang tubuh kiara.


"bentar... " jawab orang yang di panggil abang tersebut sambil mengeluarkan kain kecil dari balik jaketnya dan meletakkan cairan di kain tersebut.


"lepasin ara.. lepas.. "ucap kiara dengan tubuh yang terus memberontak.


"diem lu bocah" ucap pria yang menahan nya.


"tolooong seseorang tolooong araa" kiara berteriak sambil kepalanya menoleh ke arah jendela mobil.


"berisik.. "


"emm..emmm...."


mulut kiara di bekap oleh salah satu pria yang menculiknya hingga membuat ia perlahan kehilangan kesadarannya.


" huhhh diem juga akhirnya" ujar salah seorang yang ada di sana.


mobil terus melaju membawa kiara yang tidak sadarkan diri menuju ke suatu tempat yang jauh dari pemukiman.

__ADS_1


...****************...


engghhh..


kiara membuka mata nya perlahan seraya mengumpulkan kesadaran nya.


"enghh ara di mana " ucap kiara setelah sadar dari pingsan nya.


ia memperhatikan sekeliling nya yang terlihat lembab dengan cahaya yang remang remang.


kiara pun menyadari bahwa ia saat ini berada di dalam sebuah sel yang berada di tengah hutan karena terlihat dari ventilasi hanya terlihat ada pohon rimbun tanpa ada suara Kendaraan yang berlalu lalang.


ia memperhatikan sekelilingnya ternyata ia tidak sendirian. ada beberapa anak kecil yang juga di culik sepertinya dalam satu sel. dan sepertinya hanya ia sendiri yang di pisahkan dari sel anak anak yang lain.


"i ini di mana, kenapa ara di kurung" tanya kiara pada diri nya sendiri.


"hei kamu baru ya di sini" tanya seorang anak perempuan yang selnya di sebelah kiara.


"i iya ": jawab kiara dengan kikuk.


"kalau boleh tau kamu kenapa bisa ada di sini"


"ara gak tau, yang ara ingat ada orang jahat yang bawa ara"


" aku juga gitu. kita bernasib sama" ucap anak itu sambil menatap kiara.


"itu... wajah kamu pasti sakit ya"lanjut anak itu.


"emm.. " kiara menoleh pada anak itu kemudian ia teringat ketika papa nya mengusir ia dari rumah.


auchhh..


"sakit banget ya" tanya anak itu lagi.


"emm udah gak terlalu sakit kok"


"ooo oh iya kenalin aku alvi, kalau kamu... " ucap alvi seraya menjulurkan tangannya ke dalam sel kiara.


"oh kalau aku kiara, salam kenal avi" jawab kiara sambil menerima uluran tangan alvi.


"oke, kalau gitu kita temenan yah mulai sekarang"


"he'emm teman"


srakk


pukk..


kiara dan alvi menoleh ke arah yang terlempar kearah mereka.


"makan" ucap seseorang yang melempar roti tersebut.


alvi langsung mengambil dan membuka roti tersebut.


"eh kok langsung kamu makan, emangnya kamu gak takut kalo misalnya di roti ini ada racun nya gimana" tanya kiara menghentikan alvi yang akan memasukkan roti tersebut ke mulutnya.


"gak bakalan ada racun nya. liat mereka baik baik aja habis makan rotinya, lagian ini udah sering kok" jawab alvi kemudian langsung memakan roti tersebut.

__ADS_1


kiara melihat sekelilingnya dan benar saja semua anak anak yang ada di sana memakan roti yang di berikan penjaga tadi dan tidak terjadi apa apa pada mereka.


karena sudah merasa kelaparan, kiara pun akhirnya ikut memakan rotinya.


suasana menjadi hening sesaat karena mereka fokus pada diri sendiri.


"emm avi, kamu gak pernah coba untuk kabur dari sini gitu" tanya kiara setelah menghabiskan rotinya.


"ssttt ngomong nya jangan kencang kencang ntar ada penjaga yang dengar" ucap alvi seraya menempelkan jari telunjuknya di bibir.


kiara yang mendengar ucapan alvi pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.kemudian ia bergeser duduknya ke arah sel pembatas agar bisa lebih dekat dengan alvi.


ia menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada penjaga di sekitar mereka.


" emangnya kamu gak ada niatan mau kabur dari sini" tanya kiara dengan suara yang di pelan kan.


"ada sih, tapi aku tak tau gimana caranya" jawab alvi kemudian menekuk lutut dan jari tangannya menggambar abstrak di lantai.


"emang kamu udah pernah coba" tanya kiara lagi.


alvi menggeleng sambil cengengesan.


" belum hehehe"


kiara menepuk pelan keningnya. ketika akan menjawab tiba-tiba ada seorang penjaga yang menghampiri mereka.


"hei apa yang sedang kalian bicarakan" tegur penjaga tersebut.


kiara dan alvi serempak menggeleng dengan cepat.


"jangan ada yang coba coba untuk kabur atau kalian akan tau akibatnya" ucap penjaga itu dengan suara lantang hingga membuat anak anak yang ada di sana ketakutan karena nya.


kiara dan alvi saling berpandangan sejenak. hingga penjaga itu pergi kiara pun mulai membuka suara.


"vi gimana kalau kita kabur aja dari sini" ujar kiara dengan suara pelan.


"tapi gimana caranya. kalau ketahuan gimana" tanya alvi dengan cemas.


"aku punya ide. sini deketan"


alvi pun mendekat ke arah kiara hingga berdua duduk bersebelahan meskipun masih terhalang sel.


alvi mendekatkan telinganya pada sel dan kiara mulai berbisik menceritakan rencananya.


mata alvi terlihat berbinar setelah mendengar rencana dari kiara.


"ide bagus, tapi apa gak bahaya " tanya alvi sambil menatap kiara dengan lekat.


"kan belum di coba, siapa tau ini berhasil"jawab kiara dengan semangat.


alvi pun akhirnya menganggukkan kepalanya mantap.


"jadi kita mulai mala ini ya" tanya alvi.


kiara hanya mengangguk menjawab pertanyaan alvi.


"oke.sebaiknya kita istirahat sekarang agar nanti malam kita ada tenaga" lanjut alvi.

__ADS_1


"emm oke. selamat istirahat avi" ucap kiara kemudian langsung berbaring di lantai yang dingin.


alvi tidak menjawab ia langsung menyusul kiara yang sudah berbaring dan seperti nya sudah mulai terlelap.


__ADS_2