I Am Kiara

I Am Kiara
bab 14


__ADS_3

"dari mana kamu" tanya tuan arga ketika melihat kiara melewati ruang keluarga.


kiara yang baru saja tiba di mansion di kejutkan dengan pertanyaan papa nya itu. bukan pertanyaan tapi lebih tepatnya bentakan.


"d dari taman pah" ujar kiara dengan kepala yang menunduk.


"masuk. bisa nya cuma nyusahin aja.. " ucap tuan arga. sebernarnya masih terbesit kekhawatiran nya terhadap kiara yang tadi tiba tiba pergi dari rumah. tapi, ia masih mempertahankan ego nya dan merasa bahwa kiara memang pantas untuk di benci.


" i iya pah" jawab kiara dan segera berlalu meninggalkan keluarga yang harmonis tersebut dengan sendu.


"emm pah kok kk kia gak di ajak ngumpul juga" tanya alana dengan muka polos nya.


"ngapain, gak penting juga. papa saranin lana jangan dekat dekat sama dia yah" ucap tuan arga.


"lohh kenapa pah, lana kan juga pengen punya kakak" jawab alana.


"papa cuma gak mau lana kenapa kenapa. lagian kan lana juga udah punya bang kean"


"hmm ya udah deh kalo gitu, lana gak bakalan deket deket kak kia lagi" jawab alana dengan cemberut.


"gak usah cemberut gitu dong, kan bentar lagi lana sekolah, ntar juga bakalan banyak yang mau temenan sama lana" ucap nyonya Rita sambil mencubit kecil pipi kiara.


"beneran mah" tanya alana dengan sumringah.


"iya dong sayang"


"asiiikk, nanti lana bakal satu sekolah sama kak kia kan mah"


nyonya Rita dan tuan arga berpandangan sejenak kemudian mengangguk.


"iya, nanti kalian papa sekolahin di sekolah yang sama. tapi inget, lana gak boleh terlalu dekat sama dia" ucap tuan arga dan di angguki alana dengan semangat.


"ya udah sekarang lana ke kamar gih mandi, abis itu istirahat"


"siap komandan" jawab alana sambil mengangkat tanya nya dengan pose hormat.


sedangkan tuaan arga dan nyonya Rita hanya terkekeh melihat tingkah nya.


alana pun segera beranjak dari duduk nya dan pergi menuju ke kamarnya.


saat akan melewati kamar kiara, ia melihat pintu kamar yang terbuka. alana pun masuk secara perlahan ke dalam kamar. ia menoleh ke segala arah untuk mencari kiara. dan terdengar suara air dari arah kamar mandi yang berarti menandakan bahwa kiara ada di sana.


alana yang memperhatikan seluruh ruangan tanpa sengaja menemukan sebuah boneka yang sangat imut di sudut ruangan.


"wahhh imut banget.... aku mau boneka yang ini" alana mengambil boneka tersebut dan memeluk nya dengan erat.


saat akan pergi keluar, pintu kamar mandi pun terbuka dan memperlihatkan kiara dengan penampilan yang segar dengan kimono nya yang membuat kesan imut nya bertambah.


"loh lana itu kan boneka dolphin punya ara, kok kamu ambil" ucap kiara saat melihat boneka kesayangan nya berada dalam pelukan alana.


"balikin" lanjut nya dan mengambil boneka itu dari alana.


"ihhh tapi kan lana suka bonekanya. balikin mulai sekarang boneka ini punya lana bukan punya kamu" ucap alana kemudian menarik kembali boneka itu dari tangan kiara. tapi di tahan kiara dengan menarik bagian ekor boneka tersebut.

__ADS_1


"gak ini punya ara bukan punya kamu"


"gak mau tau pokok nya aku mau boneka ini"


"tapi ini boneka kesayangan ara"


"pokoknya aku mau boneka yang ini"


mereka terus menarik narik dan memperebutkan boneka tersebut dengan erat.


krekk.....


ttashh...


brakk...


prangg...


boneka tersebut robek dan terbelah menjadi dua bagian. alana dan kiara terpelanting karena tarikan boneka ya terputus.


kiara terjatuh dan terbentur meja dan membuat gelas yang berada di atas meja tersebut terjatuh dan pecah menimpa kepala kecil nya hingga berdarah.


sedangkan alana, ia terpelanting hingga membentur lemari dan bagian ujung lemari tersebut menggores tangan nya hingga berdarah.


tuan arga dan nyonya Rita yang mendengar suara keributan di atas segera pergi menuju ke arah suara keributan yang berasal.


setelah tiba di kamar kiara, mereka di kejutkan dengan keadaan alana dan kiara yang sama sama terluka.


"lanaaa.... " nyonya rita menghampiri alana dengan cemas.


"astaga lana, kamu gak apa apa nak"tanya tuan arga dengan cemas.


"hiks pah... tangan lana sakit hiks hiks"


nyonya rita dengan segera mengangkat lengan baju alana dan memperlihatkan lengan kecil nya yang berdarah.


"astaga.. tangan kamu kenapa nak" tanya nyonya rita panik ketika melihat tangan alana yang berdarah.


"hiks kak kia.. hiks hiks" jawab alana singkat.


tuan arga menggeram marah mendengar jawaban alana.


"mah kamu bawa lana keluar, biar anak itu papa yang urus" ucap tuan arga dengan nada tertahan.


nyonya rita yang mendengar ucapan suaminya itu dengan segera membawa alana pergi dari sana untuk mengobati nya.


tuan arga berbalik dan melihat kiara yang tengah meringis sambil memegang kepala nya yang berdarah.


dengan tatapan marah, ia kemudian menghampiri kiara.


plakkk...


tubuh kiara nenegang dengan wajah yang menoleh akibat tamparan yang lumayan keras di wajah nya itu.

__ADS_1


"apa yang kamu lakukan pada anak saya hah... " bentak tuan arga.


"hiks ara gak lakuin apa apa pah hiks hiks"


plakkk...


"kamu pikir saya buta hahh... kalau bukan karena kamu kenapa tangan putri saya berdarah" tuan arga kembali menampar pipi kiara dengan tamparan yang tidak kalah keras dari yang sebelumnya yang mana tamparan itu membuat sudut pipi kiara jadi robek.


"hiks bukan ara lukain lana hiks hiks"


"kamu pikir saya percaya hah. ikut saya sekarang"


tuan arga menarik kiara masuk ke kamar mandi dan mengguyur nya dengan air yang sangat dingin.


sedangkan kiara hanya bisa memberontak karena luka di kepala nya terasa begitu perih ketika terkena air.


"hiks pah berhenti pah hiks hiks perih hiks hiks"


"sini tangan kamu" bentak tuan arga.


kiara menggeleng dengan terisak dan berusaha menjauhkan diri nya dari guyuran shower tersebut.


"sini.. "


tuan arga menarik tangan kiara yang satunya lagi dan memegang kedua tangan kiara dengan satu tangan. sementara tangan satunya lagi ia guna kan untuk mengambil gesper yang ia kenakan.


"ini hukuman untuk anak gak tau diri kaya kamu"


ctasss..


ctasss..


"hiks pah ampun... hiks hiks pah berhenti, tangan ara sakit hiks hiks... ampun pahh berhenti hiks hiks"


ctasss...


ctasss...


tuan arga tersebut mencambuk tangan kecil kiara tampa memperdulikan permohonan dan tangisan pilu putri nya itu.


srek...


tuan arga menghentikan cambukan nya dan beralih menjambak rambut kiara.


"sekali lagi kamu lukain anak saya, hukuman yang akan kamu dapatkan bakal lebih dari ini. ngerti... " bentak tuan arga seraya memegang rambut kiara dengan kuat.


kiara yang merasa sakit dan pusing yang mendera di bagian kepala nya hanya bisa mengangguk sambil terisak.


brakk...


tuan arga melepaskan tangan nya dari rambut kiara dan mendorong nya hingga tersungkur di lantai kamar mandi yang basah.


brakkk...

__ADS_1


tuan arga berlalu pergi meninggalkan kamar kiara dan menutup pintu kamar tersebut dengan kencang tanpa menghiraukan keadaan kiara yang terkapar lemah di sana.


"hiks ano.... hiks kepala ara pusing hiks hiks tangan ara juga sakit hiks hiks" lirih kiara sebelum kegelapan merenggut kesadaran nya.


__ADS_2