
tuan arga mendaftarkan wajahnya ketika melihat kiara yang terduduk di tanah dengan lebam di sekujur badan.
"apa yang kamu lakukan di sini. bukan kah saya sudah menyuruhmu pergi dari rumah ini"
kiara menatap papa nya dengan tatapan sendu. ia perlahan bangkit dan meraih tangan ayahnya itu.
"hikss pah jangan usir ara hikss ara masih mau sama kalian hikss hikss"
tuan arga semakin mendatarkan wajahnya ketika kiara memegang tangan nya sambil mengiba.
"lepas"
brukk..
tuan arga menyentak tangan kiara hingga membuat nya terjatuh.
meskipun tubuhnya terasa sakit bahkan lutut serta kepalanya berdarah tidak membuat kiara menyerah. ia kembali bangkit dan meraih tangan papanya itu lagi.
"hikss pah ara mohon hikss hikss biarin ara tinggal di sini lagi hikss hikss"
tuan arga mengepalkan tangan nya merasa geram dengan tingkah kiara.
brukk..
"pergi kamu dari sini" ucap tuan arga dengan datar kemudian berbalik akan meninggalkan kiara.
ketika akan melangkah lagi lagi kiara menghentikan nya membuat ia lepas kendali.
brakk..
aakkhhh..
plakk..
plakk..
brukk..
"kamu tuli hahh. saya bilang pergi ya pergi" bentak tuan arga seraya mumukul dan mrnampar kiara.
hikss...hikss..
kiara menggelengkan kepalanya dengan air mata yang bercucuran.
"hikss kenapa ara harus pergi pah hikss hikss salah ara apa hikss" tanya kiara sambil memegang sebelah pipinya yang terasa perih.
"kamu masih tanya apa salah kamu? "
tuan arga menarik rambut kiara dengan kencang hingga gadis kecil itu jadi mendongak.
"biar saya kasih tau. gara gara kamu ibu saya harus meninggal"
plakk..
"gara-gara kamu juga keluarga saya jadi berantakan sialan"
plakk..
"dasar pembawa sial"
brukk..
__ADS_1
"tidak tau di untung"
plakk..
"pergi kamu dari hadapan saya bangsat"
brukk..
akhhh
plakk..
brukk..
pukulan dan tamparan terus di layangkan pada tubuh kecil kiara.
"pahhh.. " ucapan seorang gadis kecil menghentikan aksi tuan arga.
dadanya yang naik turun karena emosi perlahan mulai tenang.
"maaf ya sayang. papa menakutimu yang" tanya tuan arga pada gadis itu dengan lembut dan tatapan yang teduh.
ia kemudian berjongkok dan memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"papa jangan gitu lagi" ucap alana dengan lembut.
ya, gadis kecil yang menghentikan tuan arga adalah alana.
"iya sayang, maafin papa yah" ucap tuan arga sambil mencium pucuk kepala alana dengan lembut.
"papa aja nih yang di peluk mama gak di ajak" ucap nyonya rita pada kedua orang yang sedang berpelukan itu.
tuan arga dan alana terkekeh kecil melihat sang ibu yang berpura-pura ngambek.
nyonya rita menerbitkan senyumnya dan memeluk alana dengan erat.
kiara yang merasa di abaikan melihat kehangatan itu dengan perasaan campur aduk. benci, marah, kecewa, sedih dan sakit melebur menjadi satu di hati gadis kecil itu.
ia kemudian menatap alana yang memeluk ibunya dengan tajam.ia mendekat dan mendorong alana melepaskan pelukan mereka.
brukk..
aakkhhh
"menjauh dari mama ara" teriak kiara pada alana.
tuan arga dan nyonya rita terkejut ketika kiara yang tiba-tiba mendorong alana.
plakk..
"apa kamu lakukan sialan" bentak tuan arga kemudian membantu alana berdiri.
"hikss kak kia kenapa dorong lana hiks salah lana apa?"tanya alana sambil menitikkan air matanya membuat siapapun yang melihat nya menjadi iba.
"ssttt udah jangan panggil dia kakak. dia gak pantas untuk jadi bagian keluarga kita" ucap tuan arga menenangkan alana.
"berhenti berpura-pura dasar licik" bentak kiara pada alana membuat gadis itu semakin menguatkan pelukan nya pada sang papa.
plakk..
"jangan membentak putriku sialan" bentak nyonya rita pada kiara.
__ADS_1
tess..
hati kiara berdenyut ia merasa sesak karena sang ibu lebih percaya pada orang lain dari pada putri kandung nya sendiri.
"hikss mah ara gak suka dia peluk peluk kalian hikss dia itu jahat mah hikss hikss percaya sama ara hikss" ucap kiara sambil menunjuk alana.
plakk..
"berhenti menjelek jelekkan putriku. yang jahat itu kamu bukan anak saya.lebih baik sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali, keluarga ini tidak menerima pembunuh seperti mu" ucap nyonya rita dengan emosi.
"udah mah kita pergi aja sekarang jangan hiraukan anak ini" ujar tuan arga meredakan emosi sang istri.
nyonya rita tidak menjawab tapi ia langsung membuka mobil dan masuk ke dalam.
"ayo sayang kita masuk juga" ucap tuan arga pada alana dan di angguki gadis kecil itu.
"gendong" ucap alana dengan manja sambil merentangkan tangannya ke depan.
tuan arga terkekeh tapi tak ayal langsung menggendong alana dengan gaya koala dan membawanya ke mobil.
duk..
dukk..
dukk..
"hikss mah pah hikss jangan tinggalin ara sendiri hikss hikss"
"mahh pahh hikss"
kiara terus menggedor pintu mobil agar ia tidak di tinggal.
tuan arga yang sih merasa jengah langsung menjalan kan mobilnya meninggalkan area kawasan mansion Aldebaran.
"hikss mahh pahh hikss jangan tinggalin ara hikss hikss" kiara mengejar mobil yang di bawa orang tua nya tanpa mengenakan alas kaki dan menghiraukan rasa sakit yang ada di tubuh nya.
brukk..
kiara terjatuh karena tidak sengaja kakinya tersandung bebatuan hingga lututnya berdarah.
"hikss jahat hikss. kalian jahat ara benci kalian semua hikss"teriak kiara ketika mobil yang di kejar nya perlahan menjauh.
ia menekuk lututnya duduk meringkuk dengan kedua bahu yang bergetar.
"hikss kalian jahat hikss ara benci kalian hikss ara benci lana ara benci mama papa hikss hikss ara benci kalian hikss" racau gadis kecil itu.
"hikss sekarang ara harus kemana hikss hikss ara sendiri hiks ara kangen ano hikss hikss ano di mana ara takut hikss hikss"
kiara menatap sekeliling yang terlihat sepi meskipun ada beberapa kendaraan yang lewat dengan tatapan kosong.
ia bangkit dan berjalan tak tentu arah dengan tertatih-tatih.
air matanya kembali menetes karena tubuhnya yang terasa sakit karena luka luka. tapi luka di tubuhnya itu tidak seberapa di banding luka yang telah di torehkan orang tua nya di hati nya.
gadis kecil itu berjalan tak tentu arah membawa luka yang teramat prdih di hati kecil nya.
hingga tak lama kemudian langkah kaki kecilnya membawa ia ke sebuah ruko yang telah tutup.
ia mengambil beberapa buah kotak bekas dan di bentang nya di lantai depan ruko tersebut untuk di jadikan alas tidur.
ia langsung berbaring di sana dan meringkuk memeluk tubuhnya sendiri yang kedinginan.
__ADS_1
perlahan mata yang telah mengeluarkan begitu banyak air mata hari ini mulai tertutup menyelami mimpi.
"hikss ara harap kejadian hari ini semuanya cuma mimpi " batin kiara dan langsung terlelap melupakan dunia yang kejam untuk sementara