I Am Kiara

I Am Kiara
bab 24


__ADS_3

"woaaahhh bunda lihat angsa nya berenang" antusias kiara sambil menunjuk ke arah beberapa ekor kawanan angsa putih yang sedang berenang.


sedangkan rano dan Sinta hanya tersenyum melihat keantusiasan kiara. (oh iya mulai part kali ini dan seterusnya nama panggilan tuan dan nyonya untuk orang tua aku ganti ya, soalnya menurut aku bahasanya terlalu baku mwehehe).


saat ini, keluarga kecil itu telah berada di perjalanan menuju ke desa sesuai dengan apa yang di ucapkan rano kemarin.


"oh iya bun, nanti ara bakal punya teman gak, trus nanti teman teman di sana pada baik gak, seru gak main di sana"tanya kiara beruntun.


"di sana seru kok ara pasti bakal dapat teman banyak dan orang orang di sana juga pada baik baik" jawab Sinta dengan tangan yang tak berhenti mengelus rambut kiara yang sekarang berada di pangkuan nya.


"oh iya ara di sana juga bakal sekolah loh, ayah juga udah daftarin ara di sekolah yang ada di sana" lanjut Sinta.


"wahhh ini beneran yah? "tanya kiara sambil memandang rano yang sedang menyetir.


" iya ayah udah daftarin ara sekolah di sana. ara mau kan? " jawab rano.


"asiiik ara bakal dapat banyak teman dong" ujar kiara dengan antusias.


rano dan Sinta tidak menjawab mereka hanya terkekeh melihat keantusiasan kiara.


***


"nah kita udah nyampe" ucap rano ketika memasuki halaman rumah minimalis yang sederhana tapi terlihat elegan.


rano keluar dan membuka pintu mobil yang di sebelah.


"sini yang ara nya biar aku yang gendong" ucap rano kemudian mengambil alih kiara menuju gendongan nya.


"mas mau anterin ara ke kamar nya dulu, kamu keluarin aja dulu barang barang kita. ntar mas yang masukin ke dalam" lanjut nya dan di angguki dengan baik oleh istrinya itu.


rano berbalik tak lupa membuka pintu utama rumah itu dan membawa kiara ke sebuah kamar minimalis khas anak anak yang memiliki cat berwarna biru dengan tema galaxi.


rano meletakkan kiara di kasur empuk yang ada di kamar itu dan menaikkan selimut hingga batas dada kiara. tak lupa juga ia mencium singkat dahi putri nya itu kemudian dengan perlahan menutup pintu dan menyusul istrinya yang sedang mengeluarkan barang barang bawaan mereka dari mobil.


***


eunghhh


kiara mengerjapkan mata nya sebentar untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina nya.

__ADS_1


"eh ini ara di mana, kok kamar nya keren" ucap kiara pada dirinya sendiri ketika telah sadar sepenuhnya.


"woaaahhh bangun banget ara suka"


kiara memperhatikan sekeliling kamar tersebut dengan mata berbinar antusias.


"eh tunggu tapi ini kamar siapa, apa ara di culik lagi. tapi kayanya gak mungkin deh soalnya kamar nya bagus. oh iya ayah sama bunda kemana kok gak keliatan"


kiara terus bergumam dengan suara nya yang lucu sambil mengagumi isi kamar yang ia tempati saat ini, serta tangan nya yang menggaruk pipi nya yang tidak gatal.


"mending ara cek aja deh"


ceklek..


kiara membuka pintu dan menyembulkan kepalanya secara perlahan. setelah merasa aman kiara mulai keluar dari kamar itu dan mencari keberadaan ayah dan bunda nya.


" ayaah bundaa" teriak kiara girang ketika telah menemukan ke dua orang tersebut sambil berlari.


"araa jangan lari lari, kalau jatuh gimana" ucap Sinta setelah berhasil menangkap kiara yang menubruk tubuhnya.


"hehehe peace bunda" ucap kiara sambil menunjukkan dua jari tangan nya.


"udah yah. kok kalian ninggalin ara sih. kenapa gak bangunin ara aja, kan ara juga pengen bantuin" ucap kiara dengan cemberut tidak lupa dengan ke dua tangan nya yang dilipat di dada.


"hahaha maaf ya sayang, ayah sama bunda gak tega bangunin nya. oh ya gimana kamarnya bagus gak? " ucap rano sambil mencubit pelan hidung kecil kiara.


mendengar pertanyaan itu seketika membuat wajah cemberut kiara jadi gembira.


"bagus banget yah, kamarnya keren banyak gambar bintang nya. ara sukaaa banget" kiara menjawab dengan antusias.


"oh yaa syukur lah kalau ara suka sama kamar nya" ucap rano dan di angguki kiara dengan antusias.


kruuukkkkk..


kiara seketika menunduk malu ketika menyadari bunyi gemuruh tersebut berasal dari arah perut nya.


"pffft bwahaha ara laper ya nak" ucap Sinta sambil tertawa saat mendengar suara perut kiara yang keroncongan.


kiara semakin menundukkan kepalanya menahan malu dengan muka yang memerah.

__ADS_1


"pffftt udah udah gimana kalau kita cari makan aja mumpung udah siang ini" ucap rano dan di angguki kedua perempuan tersebut.


"ara mau makan apa nak? " tanya Sinta ketika mereka telah keluar dari pekarangan rumah.


"apa aja bun, soalnya ara udah laper banget" jawab kiara sambil memegang perut nya dan tersebut pepsodent.


"gimana kalo kita makan sate aja, kebetulan ayah tau di mana jual sate yang enak di sini" ucap rano memberi usulan.


"jauh gak yah?" tanya kiara dengan muka polos nya.


"gak jauh dari sini kok" jawab rano dengan tangan yang terus menggandeng satu tangan kiara.


"kalau gitu let's go" ucap kiara dengan semangat dengan kedua tangannya yang menggandeng ke dua orang yang telah menjadi orang tua nya itu.


sedangkan rano dan Sinta hanya pasrah mengikuti langkah kaki mungil kiara.


tapi sesaat kemudian langkah kiara terhenti membuat kedua orang dewasa itu Menyerngit heran.


"kenapa sayang"tanya Sinta.


"hehe ara lupa kalau ara gak tau jalannya. jadi ayah aja yang pimpin jalannya"ucap kiara sambil nyengir membuat pasangan suami istri itu menggelengkan kepalanya.


...****************...


"gimana kak, udah ketemu belum? " tanya seorang gadis kecil yang seperti nya seumuran kiara pada seorang laki-laki yang akan menginjak usia dewasa.


"hufft kakak sedang berusaha melacak keberadaan nya, kemarin kakak sempat menemukan keberadaan nya di kota xx tapi tidak lama kemudian kakak kembali kehilangan jejaknya" jawab laki-laki tersebut.


ia memandang gadis kecil itu dengan tatapan yang sulit di artikan. sejak kejadian yang menimpa nya, gadis kecil itu mulai berpikir dewasa di usia dini yang seharusnya ia gunakan untuk bermain seperti anak seusianya.


"hufft apa dia akan baik baik aja kak" tanya gadis kecil itu.


laki-laki itu berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu kemudian mengelus rambut nya.


"vi tenang aja, dia pasti bakal baik baik aja, percaya sama kakak. kita pasti akan menemukan nya cepat atau lambat" ujar laki-laki itu menyenangkan gadis kecil yang ia panggil vi itu.


"tapi vi takut kalau dia kenapa kenapa" ucap gadis kecil itu dengan cemas.


laki-laki itu yang mengetahui kecemasan gadis kecil itu langsung memeluk dan memenangkan nya.

__ADS_1


"vi jangan cemas, percayakan semuanya sama kakak. kakak pasti menemukan dia apapun keadaan nya" ucap laki-laki itu dengan yakin.


__ADS_2