
"cepat kejar mereka"
dua anak perempuan semakin mempercepat lari mereka menghindari sekelompok penculik yang mengejar mereka.
"hahh hahh avi... kita udah dekat" ucap kiara girang ketika melihat jalan raya tidak jauh darinya.
ya, kedua anak itu adalah alvi dan kiara yang berhasil kabur dari orang orang yang menculik mereka.
"huhh ara berh.. henti dulu hahhh capekk" ujar alvi menghentikan larinya seraya menumpu tangannya di kedua lutut.
mendengar ucapan alvi, kiara ikut menghentikan langkah nya dan menoleh kebelakang.
"tapi kita harus cepat sebelum kita ketangkep lagi " ucap kiara dengan cemas.
alvi tidak menjawab ia melihat kebelakang guna memastikan orang orang yang mengejar mereka masih jauh. ia kemudian memperhatikan sekitarnya hingga matanya tanpa sengaja melihat terdapat tong sampah besar di balik sebuah pohon yang tidak jauh dari jalan raya tersebut.
"ikut aku"
"ehhh"
kiara tersentak kaget ketika alvi menarik tangannya dan berlari menuju ke tempat sampah yang di lihat alvi barusan.
mereka berdua bersembunyi di antara pohon dan tong sampah tersebut. dan untungnya tempat mereka bersembunyi itu tidak begitu tersorot lampu jalan. dan karena tubuh mereka yang mungil pula mereka berhasil bersembunyi dengan baik hingga tidak ada yang melihat keberadaan mereka.
"sial cepat sekali larinya. berpencar " perintah salah satu dari gerombolan yang mengejar kiara dan alvi.
alvi dan kiara menahan nafas dengan degup jantung yang tidak beraturan ketika orang orang yang mengejar mereka berada tepat di sebelah pohon tempat mereka bersembunyi.
*semoga gak ketahuan. semoga gak ketahuan* batin alvi
"tidak ada di sini. cari ke tempat lain"
huhhhhh
kiara dan alvi menghela nafas lega ketika orang orang tersebut perlahan menjauh. mereka pun mulai keluar dari tempat persembunyian dan memastikan di sekitarnya aman.
"huhh selamattt... "
"ra, apa kamu yakin kita harus berpencar"tanya alvi dengan ragu.
"he'em ara yakin 100 persen" jawab kiara dengan yakin.
"tapi kalo kamu kenapa kenapa gimana" ujar alvi memegang tangan kiara dengan cemas.
"ara gak bakal kenapa kenapa kok. avi tenang aja ara bakal langsung pulang kerumah ara. dan ara harap papa berubah pikiran dan nerima ara di rumah itu lagi " ucap kiara dan melanjutkan ucapan nya di dalam hati dengan dengan sendu.
"tapii... "
"sstt gak ada tapi tapi, emangnya avi gak kangen keluarga avi"
"kangen banget malah, tapi aku gak mau pisah dari ara" ujar alvi dengan mata yang berkaca kaca.
"kan cuma sementara, kita pasti ketemu lagi kok dan jadi sahabat baik selamanya" jawab kiara sambil merentangkan kedua tangannya dengan lebar.
"janji? "
kiara dengan semangat mengangguk dan menyambut jari kelingking alvi.
"janji"
alvi tersenyum mendengar jawaban yang kiara berikan.
"kalau gitu kita pisah di sini ya, hati hati di jalan" ucap kiara
"iya ara juga hati hati yah, sampai jumpa lagi. avi bakal kangeen banget sama ara"
"iya, ara juga bakal kangen juga sama avi"
"ayo kita pergi dari sini sebelum mereka nemuin kita"
"he'em kalau gitu ara pegi dulu dadah avi" ucap kiara seraya melambaikan tangannya.
"dadah juga ara hati hati di jalan yah"
__ADS_1
kiara tidak menjawab ia hanya mengangguk seraya tersenyum ke arah alvi.
mereka pun akhirnya berjalan berlawanan arah dengan alvi yang berjalan ke arah kanan dan kiara ke arah kiri.
...****************...
kiara berjalan sendirian di kegelapan malam. meskipun suara berisik dari kendaraan yang berlalu lalang itu tidak membuat kiara merasa lega.
ia memeluk tubuhnya yang terasa dingin sambil memperhatikan sekelilingnya. jujur ia sangat takut jika tiba-tiba ada yang menculiknya lagi.
ia terus melangkah ke depan tanpa menghiraukan orang orang yang menatap aneh dirinya.
hingga kemudian ada angkot yang tiba-tiba berhenti di sebelah nya.
"neng lagi ngapain, orang tuanya kemana kok jalan sendiri. ini udah malam bahaya kalo eneng nya jalan sendirian" tanya supir angkot tersebut pada kiara.
"ehh i itu pak ara mau pulang. orang tua ara ada di rumah kok pak" jawab kiara dengan polos.
supir angkot tersebut menghela nafas pelan menatap kiara dengan kasihan.
" emang rumah nya di mana neng" tanya supir angkot itu lagi.
"ara lupa di mana tempat nya. tapi ara tinggal di kediaman keluarga Aldebaran pak" jawab kiara.
"ooh eneng anak pembantu di sana yah"
"bukan pak tapi ara anaknya papa arga " kiara menjawab dengan lantang tapi sayang nya kiara tidak mengeluarkan suara apapun dari mulut nya.
"ya udah kalo gitu ayu naik neng biar bapak anterin"
"emang boleh pak, tapi ara gak punya uang buat bayar nya"
"boleh atuh, gak usah bayar bapak ikhlas. udah ayu buruan "
kiara dengan cepat masuk kedalam angkot.
selama perjalanan tidak ada pembicaraan apapun hanya keheningan yang melanda.
beberapa saat kemudian angkot tersebut akhirnya sampai di depan gerbang keluarga Aldebaran.
"iya Pak, gapapa justru ara berterima kasih banget sama bapak karena udah anterin ara dengan selamat. ara Do'ain semoga rezeki bapak lancar terus yah pak"
"Aamiin maksih neng do'anya. kalo gitu bapak pergi dulu yah assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam"
perlahan angkot tersebut berjalan menjauh dari pandangan kiara.
kiara membalikkan badannya memperhatikan gerbang kediaman tempat di mana ia di lahir kan.
perlahan dengan pasti ia memasuki gerbang tersebut dan sepertinya keberuntungan berpihak pada gadis kecil itu karena gerbangnya tidak di kunci dan tidak ada penjaga di sekitarnya.
ia melangkah memasuki gerbang tersebut dengan tersenyum lebar dengan harapan keluarga nya akan kembali menerima dirinya.
belum sampai ia di pintu mansion, ia sudah melihat orang tua nya beserta alana yang terlihat seperti akan bepergian.
dengan semangat ia mendekati perempuan yang telah melahirkannya ke dunia ini.
"mamaa... " kiara memegang tangan ibunya yang akan membuka pintu mobil.
nyonya rita menoleh ke arah gadis kecil yang memegang tangan nya.
begitu melihat ke samping entah kenapa darah nyonya rita terasa mendidih ketika mengetahui yang memanggil dan menggenggam tangan nya adalah kiara.
"ck lepas" ucap nyonya rita dengan nada yang dingin.
brukk..
auchhh
dengan tidak berperasaan nyonya rita menyentak tangan mungil yang memegang nya dengan kasar hingga membuat gadis kecil itu terjatuh.
"ma mama.. " kiara menatap mamanya itu dengan sendu.
__ADS_1
"mamahh... "
kiara kembali menghentikan nyonya rita yang akan masuk ke mobil.
plakk..
"jangan sentuh saya dan berhenti manggil saya mama. saya gak sudi di panggil mama sama pembunuh kaya kamu" sentak nyonya rita dengan kasar.
tess
air mata kiara menetes mendapat perlakuan kasar dari ibu kandung nya itu.ia memegang pipi nya yang terasa panas dan perih karena tamparan yang di berikan ibunya.
"hiks ara bukan pembunuh mah" teriak kiara mencoba menyadarkan ibunya.
plakk..
"berani kamu teriak di depan saya hahh"
bentak nyonya rita setelah menapar kiara dengan keras.
ia kemudian menarik rambut kiara hingga memaksa gadis kecil itu mendongak dengan air mata yang mengalir deras.
"hikss lepas mah hikss hikss sakit hikss"
nyonya rita tidak menghiraukan tangisan kiara. justru ia memperkuat tarikannya pada rambut kiara.
"hikss mahh sakit hikss hikss"
nyonya rita mencengram dagu kecil kiara hingga membuat gadis kecil itu semakin meringis kesakitan.
"kamu pikir saya peduli hahh. gara-gara kamu mertua saya meninggal dan gara gara kamu juga putri ku sering terluka."
plakk..
"aku membencimu anak sialan"
plakk
"dasar pembawa sial. tidak berguna"
plakk..
"kenapa aku pernah melahirkan anak tidak berguna seperti mu"
plakk..
plakk..
"hikss mah berhenti hikss hikss ampun mah hikss hikss"
"pergi kamu dari hadapan saya sialan"
dughh
brukk..
Aakkkhhh..
dughh
nyonya rita menghantam kepala kecil kiara ke body mobil kemudian menendang tubuh ringkih putri kandung nya itu hingga terjatuh.
"hikss sakit mahh ampun hikss hikss"
nyonya rita berjongkok kemudian kembali mencengkram pipi kiara.
"sakit hmm.. "
kiara mengangguk pelan dengan isak tangis dan air mata yang terus bercucuran.
"kalau kamu gak mau ngerasain sakit lagi. lebih baik pergi dari hadapan saya dan jangan pernah muncul lagi" ucap nyonya rita dengan penuh penekanan kemudian menghempas kepala kiara dengan kasar.
tuan arga yang mendengar istrinya berteriak marah langsung datang ke arah istrinya itu dan memenangkan nya dan di ikuti alana yang menatap dengan heran.
__ADS_1
"ada apa mah kok teriak teriak" tanya tuan arga ketika sampai di hadapan istrinya.
"ck tuh liat" ucap nyonya rita dengan acuh sambil menatap kiara dengan kesal.