
****
Author pov
Setelah insiden dimana Levin mengatakan hal yang membuat Wanda deg-degan, kini mereka sudah ada di depan rumah Wanda.
"Gue pulang ya," Ucap Levin.
"Gamau mampir dulu?" Tanya Wanda.
Sedangkan Levin hanya menggelengkan kepalanya. Wanda merasa sedih, padahal dia kira Levin akan mau jika diajak masuk dulu sebentar kerumahnya. Levin yang melihat wajah Wanda sedih pun merasa tidak enak.
"Lain waktu aja," Ucap Levin berharap gadis di depannya ini tidak menunjukkan wajah sedihnya, dan benar saja Wanda yang tadinya terlihat sedih, langsung mengeluarkan lagi wajah bahagianya. Ya, tidak bisa dipungkiri dia sangat amat bahagia malam ini.
"Okey, janji ya nanti main kerumah," Ucap Wanda antusias. Sedangkan Levin hanya mengangguk.
"Awas aja kalo bohong, Gue sumpahin Lo jadi suka lagi sama Gue, terus ngajak balikan," Ucap Wanda, Levin yang mendengar itu hanya bisa terkekeh kecil, astaga dimana letak rasa malu gadis ini?
"Iya, salam sama orang tua Lo."
"Iya nanti di salamin ko sama camer, yauda Lo hati-hati ya." Ucap Wanda sambil tersenyum.
"Masuk," Ucap Levin, yang lagi-lagi membuat Wanda bingung. Kenapa laki-laki ini suka sekali mengeluarkan kata setengah-setengah.
"Ha?"
"Lo masuk duluan," Ucap Levin, lagi.
"Iya nanti, Gue kan nungguin Lo jalan dulu."
"Lo masuk dulu, baru Gue pulang."
"Yauda Gue gamau masuk ah, biar Lo ga pulang hehehe." Ucap Wanda sambil tertawa kecil.
"Wan," Ucap Levin seolah jengah dengan gadis ini yang sedari tadi terus saja melontarkan kata-kata yang menggodanya.
"Hehe iyadeh Gue masuk, sekali lagi makasi ya Vin, Gue seneng banget sumpah. Lo hati-hati ya dijalan, jangan kangen sama Gue, kalo kangen nanti chat aja atau telfon oke, dadah." Ucap Wanda tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya, lalu berbalik untuk segera masuk kedalam rumah. Tapi baru beberapa Langah, Levin sudah memanggilnya.
"Wan," Panggil Levin, Sontak Wanda langsung berbalik dan memasang senyum lebarnya.
"Tuhkan baru dibilangin, Kenapa? Lo gamau pisah ya sama Gue? Gamau jauh-jauh ya dari Gue? Apa takut kangen kalo jauhan sama Gue? masa belum apa-apa udah kangen si sama Gue, iyasi Gue tau Gue emang ngangenin orangnya hahaha." Ucap Wanda tertawa. Levin diam, tidak menjawab dan masing memasang ekspresi tenangnya, tapi dia malah asik memperhatikan wajah gadis yang ada di hadapannya ini.
"Istirahat, Gue pulang." Ucap Levin lalu naik keatas motor dan melajukan motornya. Sedangkan Wanda malah dibuat cengo di tempat. Wanda tidak habis pikir dengan laki-laki itu. Tadi menyuruh dia masuk duluan baru laki-laki itu akan pulang, tapi apa? Baru dia ingin memasuki rumah laki-laki itu sudah memanggilnya lagi, dan hanya mengucapkan kata-kata singkat, lalu pergi melajukan motornya. Astaga kenapa Levin itu suka sekali membuatnya terbang begitu tinggi lalu menjatuhkannya lagi?
"Dasar mantan nyebelin! Hobi banget si bikin Gue kesel terus bikin hati Gue cenat-cenut. Kalo Lo bikin baper gini kan niat Move on jadi gajadi. Ah bodoamat, sayang Lepin lope-lope sekebon pokoknya!"
****
"Baru pulang?" Ucap Risa, Mamah Wanda yang ada di ruang tamu bersama suaminya.
"Abis dari mana kamu?" Tanya Andi, Papah Wanda.
__ADS_1
Wanda yang sudah menutup pintu, kini menghampiri kedua orang tuanya di ruang tamu yang sedang menonton televisi, lalu duduk di tengah-tengah Andi dan Risa.
"Hehe iya nih, abis jalan sama Levin Pah."
"Iya Papah tau, maksud nya jalan kemana?"
"Pasar malem, terus makan deh."
"Seneng banget kayanya anak Mamah, kamu pacaran lagi sama Levin?" Tanya Risa yang melihat wajah anaknya begitu bahagia.
"Enggak Mah, tapi doain aja oke." Ucap Wanda sambil mengacungkan jempolnya, sedangkan risa hanya bisa mengangguk dan tersenyum sambil mengelus rambut putrinya.
"Terus kenapa ga diajak mampir dulu?" Tanya Andi.
"Dia gamau, mau langsung pulang terus cuman nitip salam buat Mamah sama Papah."
"Lain kali suruh ajak kesini, Papah pengen ngobrol sama orang yang udah buat anak Papah ini tergila-gila." Ucap Andi, sambil mencubit gemas pipi putrinya.
"Apasi Papah, Wanda tuh masih Waras, cuman kegilaan cinta nya Levin aja hahahaha." Ucap Wanda sambil tertawa, sedangkan Andi dan Risa hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
"Yauda gih sana istirahat, masuk kamar." Ucap Risa.
"Iya Mah, yauda Wanda keatas dulu ya babay." Ucap Wanda berdiri lalu mencium pipi kedua orang tuanya. Setelah itu dia naik keatas menuju kamarnya, masih dengan wajah yang bahagia.
****
"Abis dari mana Lo? Katanya janjian jam 9, ini udah jam setengah 10." Ucap Yuda sambil mengulurkan tangannya.
Sedangkan yang lain yang ada disitu hanya bisa mengangguk paham.
"Renal mana yan?" Tanya Levin kepada Rian.
"Katanya si bocah malmingan sama Aletha." Ucap Rian yang dibalas anggukan oleh Levin.
"Yauda langsung aja ya mulai latihannya, Gue ambil motornya dulu digarasi, Dap ikut Gue." Ucap Yuda yang diikuti oleh Dafa. Sekarang mereka memang sedang ada di beskem anak motor yang tidak lain milik Yuda, memang tempat itu khusus latihan.
"Udah lama Lo disini?" Tanya Levin kepada Rian.
"Lumayanlah, dari jam 8 sama anak-anak yang lain juga."
"Oh," Ucap Levin sambil mengambil rokok lalu menghisapnya.
"Udahlah Vin, jangan rokok terus, di WB tadi Lo udah ngabisin 5 batang." Ucap Rian.
"Cuman Rokok yang bisa buat Gue tenang,"
"Itu namanya Lo udah kecanduan, kalau Lo ada masalah itu cerita, bukannya ngerokok kaya gini." Sedangkan Levin hanya terkekeh kecil.
"Lo gangerti apa yang Gue rasain."
__ADS_1
"Karna Lo gapernah cerita, Lo berubah banget setelah putus dari Wanda, bukannya nambah baik malah makin bejat!" Ucap Rian agak ketus, untung saja anak-anak yang lain sedang asik mengobrol, dan lagi Levin dan Rian tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.
"Gausa bawa-bawa Wanda,"
"Vin, Vin, kita temenan udah lama, Gue tau banget Lo orangnya gimana, mulut Lo bilang benci, tapi enggak sama tatapan Lo ke dia."
"Terus gimana sama Lo?" Ucap Levin santai, yang membuat Rian bingung, apa maksudnya? Baru Rian akan menjawab, tiba-tiba Yuda dan Dafa datang, dengan menaiki motor balap.
"Vin, ayo latihan, Lo pake motor yang dipake Dafa." Ucap Yuda diatas motor, lalu Dafa turun dari motornya dan melemparkan kunci kearah Levin. Levin pun menangkap kunci itu dan segera menaiki motornya.
Tepuk tangan dari teman-teman pun riuh, mereka memberi semangat kepada Levin.
****
"Udah sana Lo pulang!" Ucap Aletha kepada Renal. Iya dia jalan bersama Renal malam ini, sebenarnya dia tidak mau, tapi Renal terus memaksa dan menunggu depan rumahnya, hingga tiba-tiba dia ada diruang tamu bersama Sendi, Ayah Aletha. Mereka sedang mengobrol, malah Renal membawakan makanan, Astaga benar-benar carmuk bukan? Entah apa yang di lakukan laki-laki itu hingga dia bisa sedekat itu dengan Ayahnya, padahal selama ini Ayahnya Aletha terkenal galak kepada laki-laki yang mendekati Aletha, walaupun mereka membawakan berbagai macam makanan. Akhirnya dengan paksaan orang tuanya, Aletha pun mau jalan bersama Renal, toh Aletha memang sebelumnya sudah rapih.
"Aduh galak banget si neng," Ucap Renal sambil mencolek dagu Aletha.
"Ih apaansi, pegang-pegang!" Sedangkan Renal yang melihat wajah gadis itu kesal hanya bisa tertawa kecil. Kenapa dari sekian banyak gadis yang menyukainya, dia malah menyukai gadis yang selalu ketus kepadanya ini?
"Iya iya, ini Gue mau pulang ko. Salam ya sama calon mertua, bilangin kalo sekarang Gue dulu yang kerumah Lo, tapi nanti Gue bawa keluarga Gue ko buat ngelamar Lo." Ucap Renal menggoda Aletha.
"Apaansi, masih lama bego, sekolah aja yang bener biar jadi orang sukses!
"Oh jadi kalo Gue udah sukses Lo mau dong ya jadi istri Gue? Pendamping Hidup Gue? Pasti lucu deh nanti kalo kita punya anak, secara Gue ganteng terus Lo cantik, bibit unggul banget kan."
"Lo sekali lagi ngomong yang macem-macem Gue TAMPOL Lo ya!" Ucap Aletha, ketus.
"Hahaha, yauda deh Gue pulang dulu ya sayang, jangan kangen, besok kita ketemu ko di sekolah. Kalo gakuat nahan rindu tinggal telfon Gue aja, 24jam siap menerima!"
"NAJIS!"
"I love you too sayang! Udah ya Gue pulang, dadah." Ucap Renal tersenyum, lalu melajukan motornya.
Sedangkan Aletha hanya bisa memasang wajah kesalnya.
"Mimpi apasi anjir, Gue bisa dikejar-kejar cowok yang gila kaya gitu!" Ucapnya kesal, lalu menutup pintu gerbangnya.
****
Gimana-gimana? Next ga?
Kalo kalian lebih suka adegan Aletha-Renal atau Wanda-Levin?
Seperti biasa ya, jangan lupa vote, share dan coment❤️
Salam cinta dari aku, zika❤️
Sampai jumpa di part-part selanjutnya, babay!👋
tbc
__ADS_1