I Love My-Ex

I Love My-Ex
EXTRA PART


__ADS_3

"Hoekk..hoekk...." Suara bayi itu menggema di dalam ruangan persalinan. Wanda masih berusaha mengatur napasnya. Sementara bayi yang baru saja dia lahirkan sedang di bersihkan oleh perawat.


Dan Levin muncul dari pintu pertama sambil menggendong bayi mereka.


"Cantik atau ganteng?" Tanya Wanda yang membuat Levin tersenyum manis, lalu Levin mengusap sayang rambut Wanda yang berwarna hitam pekat itu.


"Cantik sayang." Wanda tersenyum kemudian Levin menaruh bayinya di sebelah Wanda, lalu Wanda langsung mengusap pelan pipi anak nya itu sambil tersenyum.


"Mirip kamu," Ucap Levin membuat Wanda mengangguk.


"Hidung nya mancung kaya kamu," Kata Wanda sedikit tersenyum.


"Pipi nya juga sedikit tembem, kaya kamu waktu kecil." Wanda mengangguk sambil mengusap pipi Levin.


Lalu Levin mendekat dan berbisik di telinga putri kecil nya. "Halo putri kecil papa, kamu nanti kalo udah besar harus kaya mama ya, jadi orang yang sabar, lembut, dan penuh kasih sayang." Wanda tersenyum mendengar nya.


"Kalian berdua itu sekarang tanggung jawab papa, jadi papa akan selalu berusaha buat kalian berdua bahagia." Kata Levin yang membuat Wanda lagi-lagi tersenyum bahagia.


Wanda tidak menyangka, hubungannya dengan Levin yang dulu nya rumit, sekarang bisa menjadi bahagia. Hubungannya dulu yang penuh dengan air mata, sekarang sudah berubah. Hubungan yang dulunya sulit, kini membuahkan hasil. Wanda melahirkan bayi perempuan yang cantik.


"Aletha sama yang lain ga kesini?" Tanya Wanda.


"Enggak sayang, kan Aletha ikut Renal dinas keluar kota karna dia kan lagi hamil, Renal gamungkin ninggalin Aletha sendiri."


"Terus Rian?"


Levin menggeleng. "Enggak juga, dia masih di singapore masih banyak kerjaan yang gabisa ditinggal katanya. Mungkin mereka baru bisa liat keadaan kamu waktu kamu udah dirumah."


Memang setelah Wanda dan Levin menikah, 5 bulan kemudian Aletha dan Renal yang menyusul. Tentu nya dengan sedikit paksaan Renal ckck. Sedangkan Rian? Rian memilih meneruskan pendidikan nya keluar negeri dan sekarang sedang ada kerja sama dengan perusahaan di singapore, bukan karna dia tidak rela melihat Wanda menikah dengan Levin, dia sudah melupakan Wanda dan berniat membuka lembaran baru. Dan kalian tahu? Rian akah menikah tahun depan, tentu saja dengan gadis yang dia cintai, yaitu Tasya. Masih ingat anak baru yang mencoba mendekati Levin? Iya dia gadis yang sekarang sangat amat Rian cintai. Mengenal Tasya dengan waktu yang sangat sebentar entah kenapa tiba-tiba membuat Rian yakin, kalau Tasya adalah pendamping hidupnya.


Wanda menghembuskan napas pelan. "Nama bidadari kecil kita siapa?"


"Aurelia Putri Sanjaya."



"Papaaaa...." Gadis kecil itu berlari kearah Levin dan langsung memeluk lehernya.


Levin yang sedang membaca sebuah koran, langsung menaruhnya lalu mengusap lembut rambut hitam pekat putrinya itu.


"Kenapa sayang?" Tanya Levin pelan ketika putri kecil nya itu memeluknya.


"Lioo! Lioo ahat pahh....boneka aulell dicembunyiin cama lioo!!" Kata Aurel yang membuat Levin langsung menggendong putri kecil nya.


"Nanti kita beli yang baru ya." Ucap Levin membuat Aurel menggeleng pelan.


Sepertinya Aurel tidak menginginkan bonek baru, mungkin dia hanya mau boneka lama nya kembali.


"Aulel gamau boneka yang balu pahh.. aulel mau yang lama..." Rengek Aurel dengan volume cukup besar yang membuat Wanda yang sedang di dapur langsung menghampiri mereka.


"Aurel, kenapa sayang?" Tanya Wanda sambil mengambil Aurel yang ada di gendongan Levin untuk dia gendong, lalu gadis kecil itu langsung memeluk lehernya dan menangis kecil.


"Boneka nya di sembunyiin." Kata Levin yang membuat Wanda sedikit mengerutkan dahi nya.

__ADS_1


"Disembunyiin siapa?" Tanya Wanda lalu Levin menunjuk ke arah luar rumah dan menunjuk rumah yang ada di depan rumahnya. Lalu Wanda menggeleng pelan sambil tersenyum.


"Udah ya, nanti beli baru lagi ya sayang." Ucap Wanda dengan lembut yang kali ini di angguki oleh Aurel. Sementara Levin sedikit mendelik, tadi juga dia menawari Aurel untuk membeli boneka baru. Tetapi Aurel tidak mau, dan disaat Wanda menawarinya Aurel langsung mengangguk.


Memang ya gaya bicara seorang ibu itu berbeda.


Wanda terus mengusap rambut putrinya agar dia tertidur, hingga akhirnya Wanda merasakan deru napas Aurel yang teratur mengenai lehernya.


"Mas kamu bawa Aurel ke kamar ya, aku mau lanjut masak." Ucap Wanda yang membuat Levin mengangguk. Lalu mengambil Aurel dari gendongan Wanda dan berjalan ke arah kamar anaknya dimana tempat Aurel tidur.


Sebelum meninggalkan Aurel, Levin mengecup puncak kepala nya dengan pelan lalu berbisik. "Selamat tidur bidadari kecil papa."


Setelah itu, Levin langsung meninggalkan Aurel dan berjalan kearah dapur tempat dimana Wanda berada. Lalu memeluk pinggang Wanda dari belakang yang membuat Wanda terkejut.


"Mas! Lepasin deh, aku lagi masak nanti gosong." Kata Wanda yang tidak Levin pedulikan, dia masih memeluk istrinya itu.


"Udahan dulu Wan masaknya, kita nostalgia bareng mumpung Aurel udah tidur, kan susah banget buat dia tidur." Ucap Levin sambil mematikan kompor lalu menarik tangan Wanda untuk mengikutinya ke halaman belakang rumah mereka yang tidak jauh dari kamar Aurel.


"Sini Wan, sandaran." Kata Levin yang membuat Wanda mengangguk lalu tertawa kecil.


"Rasanya udah hampir 3 tahun ya kita ditinggal dirumah ini," Ucap Wanda yang membuat Levin mengangguk.


"Kalau di inget-inget lucu ya awal dari kita ketemu, pacaran, terus putus dan berakhir jadi suami istri kaya gini." Ucap Wanda tertawa kecil.


"Iya, kayanya dulu aku jahat banget ya sama kamu?"


"Emang, jahat pake banget!"


Flashback on


Wanda sedang menunggu Levin di restoran yang sudah di siapkan Levin untuk melamar Wanda. Tiba-tiba Levin muncul bersama Rian dan Renal.


Levin membawa gitar lalu mulai memainkannya, Wanda yang melihat itu tersenyum manis.


Petikan demi petikan senar gitar itu mampu membuat Wanda berkaca-kaca. Levin membawakan lagu yang berjudul "nothing gonna changes my love for you."


Lalu Levin mulai berjalan dan berjongkong di depan Wanda.


"Wanda, sebenernya aku gatau maksud dan tujuan aku nyanyi diatas panggung tadi, jujur aku grogi pake banget."


Rasanya pengen nyeburin diri aja gitu ke kolem lele.


"Aku cuman pengen bilang, makasi buat kamu yang selalu ada di samping aku, selalu nemenin aku, sabar sama sikap aku, maaf belum bisa bikin kamu bahagia atau jadi laki-laki yang sempurna dimata kamu."


Mata Wanda berkaca kaca mendengar penuturan kata laki laki yang ada di hadapannya ini.


"Wan, aku gamau basa basi. Kamu mau ga jadi orang yang selalu ada disaat aku bangun pagi?"


"Enggak, buat apa aku ada waktu kamu bangun pagi? Masa setiap pagi aku harus kerumah kamu dulu."


Levin sedikit ternganga, memang Wanda ini ajaib. Lalu Levin merogoh saku nya dan mengambil sebuah kotak. Tangannya benar-benar gemetar saat memegang kotak itu.


"Ih tangannya gausa gemeteran gitu, alay banget sih." Ucap Wanda yang membuat Levin menghela napas pelan.

__ADS_1


Lalu Levin membuka isi kotak itu sambil memegang tangan Wanda. "Mau terima ga?"


Kali ini Wanda yang ternganga. " Jadi kamu ngelamar aku?" Levin mengangguk.


"Bilang dong, aku kan gangerti." Levin menghela napas lagi, untung sayang.


"Mau apa enggak?" Tanya Levin sekali lagi dan Wanda mengangguk sambil memeluknya, hal itu membuat Levin tersenyum.


flashback of.


"Iya kocaknya sampe bikin aku gangerti apa maksud kamu." Ucap Wanda yang membuat Levin tertawa.


Levin langsung memeluk tubuh Wanda dari samping. "Yang penting sekarang kamu udah jadi milik aku selamanya. Dan tanggung jawab aku sekarang ada dua."


"Tanggung jawab apa aja? Ngebuat Aurel nangis gara-gara candaan kamu? Gangguin aku kalo lagi masak? Atau ngebuat rambut aku berantakan?" Tanya Wanda membuat Levin lagi lagi tertawa.


"Bukan sayang, tanggung jawab aku adalah ngejagain dan bikin kalian berdua bahagia, kalian adalah pelengkap hidup aku. Kalo gaada kamu gamungkin ada Aurel." Wanda menatap lekat mata coklat laki laki yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.


"Kalau bukan karna kamu yang sabar sama ngidamnya aku dulu, mungkin Aurel gabakal ada, makasi ya."


"Harusnya aku yang bilang makasih. Makasih karna kamu masih mau berjuang sampai sekarang, makasih buat kamu yang selalu ada buat aku selama ini, makasih karna kamu selalu sabar ngadepin aku kalo aku lagi marah, makasih buat kamu yang udah hadir di hidup aku."


Wanda sedikit berkaca kaca mendengar kata kata Levin.


Wanda mengangguk. "Semoga Aurel besar nanti ga ngalamin hal yang sama kaya aku."


"Berdoa aja sayang." Jawab Levin sambil mengusap lembut pipi istrinya.


"Aku cinta kamu Wan, cinta bangettttt." Levin langsung mencium kening Wanda dengaan waktu yang lumayan lama. Lalu memeluk istrinya dengan sayang.


Levin berbisik. "Ada niatan buat bikin adik buat Aurel gak?"


"TAMAT"



YEY TAMAT!!, MAKASIH BANYAK YAH BUAT KALIAN YANG UDAH KOMEN DAN BACA CERTA ABAL ABAL INI, LOPYU❤️❤️❤️❤️


JAWAB DONG.



ADEGAN MANA YANG BIKIN KALIAN BAPER?



2.PEMERAN MANA YANG PALING KALIAN SUKA?


3.SATU KATA DONG BUAT CERITA INI.


JANGAN LUPA BACA CERITA AKU YANG MY SWEET HUSBAND YAH❤️❤️❤️❤️❤️


Mau sequel siapa ni? Aletha Renal atau Rian Tasya? Komen ya, insyaallah klo ada ide aku bikin.v

__ADS_1


__ADS_2