
****
Author pov
Setelah tadi Wanda selesai menemani Levin latihan balap motor, sekarang mereka sudah ada di depan rumah Wanda.
"Makasi ya Vin, Lo hati-hati pulangnya."
"Iya, Gue pulang ya."
Setelah itu Levin melajukan motornya meninggalkan Wanda yang terlihat masih memasang senyum bahagianya.
****
"Woi bengong aja Lo, kenapa?" Tanya Renal kepada Rian, sekarang mereka sedang berada di roftoop.
"Gapapa, Levin mana?"
"Yee baru Gue mau nanya sama Lo, tadi pas istirahat itu bocah langsung kleuar gitu aja, gatau kemana."
"Paling nyamperin Wanda,"
"Iya ya, mereka mulai deket lagi kayanya." Sedangkan Rian hanya bisa mengangguk kecil.
"Terus Lo kapan?" Tanya Renal.
"Kapan apa?"
"Ya punya pacar lah."
"Gausa so nanya Gue, Lo aja yang katanya pedekate tapi gajadian-jadian." Ucap Rian sinis.
"Masih proses elah." Sedangkan Rian hanya bisa berdecak kecil.
"Tapi Lo ada ga si cewek yang Lo suka?" Tanya Renal, lagi.
"Ada."
"Terus kenapa gapernah Lo kenalin ke Gue sama Levin, anak mana ceweknya? Kelas berapa? Seangkatan apa adek kelas? Cantik ga?" Tanya Renal bertubi-tubi.
"Pasti Lo kenal." Jawab Rian masih memandang kearah depan.
"Yaiya siapa? Si Rina? Vira? Lina? Apa siapa si? Kan cewek yang suka sama Lo banyak."
"Yaiyalah, Gue ganteng."
"Najis, serius siapa si?"
"Kepo Lo ah!" Rian berdiri lalu meninggalkan Renal yang masih duduk.
__ADS_1
"WOI MAU KEMANA?"
"KANTIN,LAPER."
****
"Ada apa Vin, tumben ngajak ketemuan di taman? Kangen ya? Apa mau ngajak balikan?" Ucap Wanda tertawa kecil. Memang tadi waktu bel istirahat berbunyi Levin mengirim pesan kepada Wanda untuk menemuinya di taman.
"Ngaco."
"Emang selama ini kita deket Lo gaada niat ngajak balikan?" Ucap Wanda cemberut.
"Gausa nanya yang enggak-enggak."
"Kan Gue cuman pengen tau Vin, motif Lo deketin Gue lagi tuh apa? Padahal Lo gasuka banget sama Gue."
"Gue cuman nganggep Lo temen, galebih." Ucap Levin, kata-kata itu cukup membuat Wanda sakit hati. Jadi siapa disini yang salah? Perlakuan Levin? Atau Wanda yang terlalu berharap?
"Nyokap Gue nanyain Lo, nanti pulang ikut Gue kerumah."
"Ajak aja temen cewek yang lain." Ucap Wanda menyindir perkataan Levin yang tadi.
"Nyokap Gue mau nya Lo."
"Bilangin ke nyokap Lo kita itu udah jadi temen bukan pacar lagi." Ucap Wanda lagi-lagi menyindir.
"Yauda iya Gue mau, udah ah Gue mau ke kelas!" Ucap Wanda ketus, saat dia berdiri Levin menahan tangan Wanda.
"Apalagi? Mau minta maaf? Iya udah Gue maafin walaupun sebenernya masih kesel sama Lo!"
"Cuman pengen bilang, itu tali sepatu Lo lepas." Ucap Levin sambil mengarahkan telunjuknya kearah sepatu Wanda.
"Makasi, entar Gue benerin." Ucap Wanda masih dengan nada ketus.
Tapi saat Wanda ingin berjalan, lagi-lagi Levin menahan tangan nya.
"Maaf, jangan marah, nanti cantik nya ilang." Ucap Levin lalu pergi meninggalkan Wanda yang masih terdiam di tempat.
"IH SEBEL-SEBEL, DASAR LEPIN PHP, JELEK, GAJAH, JERAPAH, ULER, ANAK AYAM, ANAK DUGONG, POKOKNYA SEMUANYA! NYEBELIN!" Teriak Wanda sambil menghentak-hentakkan kaki nya.
****
"Eh Aletha sendirian aja, sini makan sama abang neng." Ucap Renal menggoda Aletha, sedangkan Rian hanya bisa menggeleng-gelenggkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya ini.
"Ogah!"
"Ayo dong sekali aja jangan jutek, Gue yang bayar ini."
"Bener ya Lo yang bayar?"
__ADS_1
"Yaiyalah sayang," Sedangkan Aletha hanya bisa berdecak malas.
"Gue duluan ke kelas deh ya, Lo lanjutin aja pacaran nya, takut ganggu" Ucap Rian menurun-naikkan alisnya.
"Ih Kita ga pacaran, gapapa Lo makan aja lagi." Ucap Aletha.
"Biarin aja si Tha, dia tuh gamau ganggu momen romantis kita."
"Apaansi Lo, Gue tabok mau?"
"Mau, tabok nya di pipi aja tapi pake mulut Lo!"
"Najis, mesum Lo!" Sedangkan Rian hanya bisa tertawa kecil, kasian sahabatnya ini ditolak Aletha terus, Renal yang malang.
"Gue udah kenyang, Lo berdua makan aja disini gapapa, udah ya Gue duluan." Ucap Rian meninggalkan mereka berdua di kantin.
"Ko tumben sendiri, Wanda mana?"
"Lagi sama Levin."
"Ohh, kita kapan ya kaya mereka."
"Maksud Lo?"
"Ya deket kaya gitu, terus jadian deh."
"Gue males pacaran. Buang-buang waktu, ujung-ujung nya juga putus. Terus nangis-nangis bawang deh, ogah."
"Terus ngapain Lo hidup kalo ujung-ujung nya mati?" Tanya Renal polos.
"Ya mati mah ke tangan tuhan, kalo putus ke tangan siapa? Mantan? Kaya Wanda sama Levin sekarang, gitu?"
"Tapi kan ga semua cowok kaya gitu, ada juga yang tulus. Gue enggak ko, Gue janji gabakal nyakitin Lo."
"Janji itu cuman kalimat penenang yang berakhir dengan kebohongan, Cewek itu butuh bukti bukan cuman ucapan." Ucap Aletha santai sambil meminum jus nya.
"Gimana Gue mau buktiin kalo Lo aja gapernah ngeliat perjuangan Gue?" Ucap Renal yang sukses membuat Aletha diam.
****
Gimana-gimana? Next ga?
Renal dan Wanda satu nasib, sama-sama korban nya Levin dan Aletha, kasian ya:" apa kita buat mereka jadian aja? Bagaimana para readers ku?:v (canda deng😂)
betewe gajadi bikin grup ya, abisnya gaada yang minat juga hehe.
Salam cinta dari aku, zika❤️
__ADS_1
Tbc