I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 26


__ADS_3

Author pov



Sudah seminggu lebih hubungan Levin dan Wanda kembali membaik meskipun masih tetap tidak ada kejelasan di antara mereka. Begitupun dengan Aletha dan Renal, kedua nya tampak lebih menunjukan kedekatannya, terutama Renal. Walaupun terkadang sesekali Aletha masih saja ketus, tapi itu yang membuat Renal semakin mencintainya, Aletha tampak menggemaskan jika sedang marah. Wanda pun juga sudah tau tentang hubungan Aletha dan Renal. Rian dan Levin pun juga sudah mengetahui hal itu.



Wanda sekarang sedang berjalan untuk menuju perpus, ada buku yang harus dia pinjam. Tapi saat melewati ruang kesenian, dia melihat seseorang sedang melukis. Saat Wanda membuka pintu itu perlahan dia terkejut melihat orang itu.



"Rian?"



"Wanda," Rian yang tadi sibuk melukis, kini menaruh kuas nya.



"Lo bisa ngelukis?"



"Gak juga si, cuman sekedar hobi."



Wanda melihat gambar yang di lukis oleh Rian.



"Lo ngelukis apa?"



"Ngelukis perempuan yang selama ini Gue suka." Wanda mengerutkan kening nya, dia seperti tidak asing dengan gambar itu.



"Kalo Lo suka jangan di pendem, mending nyatain, keburu nanti di ambil orang loh."



"Udah terlanjur," Ucap Rian terkekeh, tatapannya menyiratkan kekosongan.



"Terlanjur apa?"



"Di ambil orang." Wanda semakin penasaran dengan siapa gadis yang di sukai Rian.



"Sebenernya siapa si cewek yang Lo suka? Siapa tau Gue kenal, terus bisa bantuin Lo."



Rian menggeleng pelan.



"Gaada harapan buat Gue milikin dia."



"Jangan nyerah dulu, Lo harus usaha."



"Usaha disaat dia udah jadi milik orang lain?"



"Selama mereka belum terikat di jenjang yang lebih serius Lo gaboleh nyerah, harus usaha terus. Siapa tau jodoh." Rian terkekeh pelan.



"Ada-ada aja."



"Iss serius, malah ketawa!"



"Mau belajar ngelukis juga ga?" Ucap Rian mengalihkan pembicaraan.



"Mau banget!" Jawab Wanda antusias.



Wanda mendekat kearah Rian, lalu duduk di sampingnya, dia mulai melukis, Rian yang melihat Wanda kesulitan saat mengarahkan kuas nya, mendekat di belakang Wanda, sehingga posisi nya seperti Rian sedang memeluk nya dari belakang.



Tanpa di sadari ada seseorang di balik pintu yang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam dan tangan yang di kepalkan.



****


"Levin tunggu!" Ucap Wanda saat melihat Levin sedang berjalan sendiri, jam istirahat baru saja di mulai, tapi Aletha sudah di tarik Renal untuk ke kantin, sedangkan Wanda yang diajak malah tidak mau, dan berniat mencari Levin.

__ADS_1



"Kenapa?" Ucap Levin datar, sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong saku nya.



"Ih dicariin malah disini, abis dari mana si?"



"Kamar mandi,"



"Ohh, ke kantin yu."



"Lo aja, Gue mau ke kelas."



Baru Levin ingin pergi Wanda menarik tangan nya.



"Tapi Gue laper, pengen makan nya sama Lo." Ucap Wanda memasang puppy eyes nya. Levin yang melihat itu menghela nafas nya pelan.



"Gue ga laper, Lo aja yang makan. Gue mau ke kelas."



"Yahhh padahal Gue kan belom makan dari pagi, niat nya tadi mau makan sama Lo, tapi Lo nya gamau. Yauda gapapa deh gausa aja." Ucap Wanda memainkan jari nya tanpa menatap Levin.



Levin yang melihat itu lagi-lagi menghela nafas kasar.



"Ayo ke kantin," Ucap Levin menarik tangan Wanda, Wanda yang awal nya kaget kini tersenyum lebar mengikuti langkah Levin.



****


"Makan yang banyak Tha, biar anak kita sehat!" Ucap Renal yang di hadiahi pukulan oleh Aletha pada pundak Renal.



"Dasar geblek!!!!" Rian yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya, dasar pasangan absurd.




"Gamau entar Gue gendut!"



"Yaelah yang, Gue mah nerima Lo apa ada nya, Lo ketus aja kaya gini Gue cinta ko."



"Bodoamat, ga nanya." Ucap Aletha sinis.



"Eh yan, kapan nih Lo bawa cewek? Masa iya Gue sama Levin udah ada gandengan, Lo doang belom. Kasian di sebelah Lo kalo makan bangku nya kosong mulu." Ucap Renal meledek, memang di antara dia dan Levin, hanya Rian yang seperti nya tidak pernah membahas atau mempersoalkan tentang perempuan.



"Kampret Lo mentang-mentang udah ga jomblo!"



"Wah iya jelas, biar kata Gue kaya orang dongo ngejar-ngejar cewek yang gademen sama Gue, tapi hasil nya memuaskan, dia cinta mati sama Gue." Ucap Renal sombong.



"Ga tebalik ya?" Ucap Aletha sinis kepada Renal.



"Hehe iya iya sayang, aku cinta mati banget sama kamu." Aletha memutar bola matanya malas, dasar Renal.



"Nanti lah, gamikirin begituan Gue." Ucap Rian.



"Jangan-jangan Lo gasuka sama cewek ya? Lo suka nya sama cowok?!" Tanya Rian dengan mata menyipit.



"GOBLOK LU!" Jawab Rian sambil menggeplak kepala Renal, Aletha yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil.



"Jahara banget, pacar nya di pukul malah ketawa." Ucap Renal.



"Ya lagian siapa suruh ngomong sembarangan," Jawab Aletha.

__ADS_1



"Mampus! Lagian ko Lo mau si Tha pacaran sama orang kaya gini? Hati-hati nyesel." Tanya Rian kepada Aletha.



"Gitu-gitu juga Gue sayang ko." Jawab Aletha yang membuat Renal tersenyum senang. Kapan lagi Aletha ngeluarin kata-kata bucin.



"Noh dengerin," Ucap Renal sambil merangkul pundak Aletha. Rian hanya bisa berdecak sebal.



"Itu kan Levin sama Wanda ya?" Tanya Aletha saat melihat dua orang yang duduk agak jauh dari meja mereka.



"Oh iya tuh," Ucap Renal lalu memanggil mereka. " WOI LEVIN SINI!" Teriak Renal yang mengundang perhatian siswa-siwi yang ada di kantin.



"Berisik banget, berasa kantin nenek moyang!" Sinis Rian tapi tidak di hiraukan oleh Renal.



Levin dan Wanda pun menghampiri mereka.



"Haii semuanya," Sapa Wanda kepada mereka. Lalu Levin dan Wanda ikut duduk bersama mereka.



"Ciee udah balikan ya?" Tanya Renal yang hanya di balas senyuman kikuk oleh Wanda, sedangkan Levin hanya duduk sambil memasang tampang datar nya.



"Udah pada makan?" Tanya Wanda.



"Udah nih, udah selesai, Lo udah makan?" Tanya Aletha.



"Hehe udah ko tadi sama Levin."



"Kapan nih sahabat Gue di kasih kepastian, jangan di gantung mulu dong Vin, emang nya Wanda jemuran." Celetuk Aletha yang membuat Wanda malu setengah mati.



"Tha ih apaan si," Bisik Wanda.



"Biarin aja Wan," Jawab Aletha santai.



"Ntaps hahaha, bener kata Cewek Gue." Ucap Renal tertawa, sedangkan Rian hanya bisa diam sambil mengaduk-aduk minuman nya, sedangkan Levin masih duduk santai bersender di bangku kantin.



"Tapi masih mending si daripada Rian sama sekali gapunya gandengan, cuman bisa suka diem-diem." Ledek Renal.



"Bodoamat."



"Emang Lo suka sama siapa yan?" Tanya Levin santai.



"Enggak, si Renal Lo dengerin, ngaco diama Vin!" Ucap Rian terkekeh.



"Alah emang bener ko." Sambul Renal.



Wanda dan Aletha hanya bisa saling tatap bergantian, satu kata untuk saat ini, canggung.



"Kenapa ga mau jujur aja?" Tanya Levin, yang membuat semua mengerutkan kening nya, bingung.



"Jujur apa?" Tanya Rian bingung.



"Jujur kalo Lo suka sama cewek." Rian semakin bingung harus menjawab apa. "Jangan jadi pecundang yang cuman bisa nyimpen perasaan diem-diem." Ucap Levin sambil tersenyum miring, hal itu membuat mereka bingung dengan tatapan kedua nya.



****


SATU KATA UNTUK PART INI?! JAWAB!


__ADS_1



__ADS_2