I Love My-Ex

I Love My-Ex
CERITA BARU SUDAH DI UPDATE


__ADS_3

SPOILER PART 1!!!!! LANGSUNG DI CEK GUYS!!


Rahma baru saja keluar dari pekarangan rumahnya, seperti biasa pagi ini ia akan berangkat sekolah dan berharap bahwa Arfa tidak lebih dulu ada di depan rumahnya. Karena memang setiap hari laki-laki itu selalu menganggu Rahma dan membuat Rahma jengkel dengan tingkah lakunya.


Akhirnya Rahma bisa menghembuskan nafasnya lega karena ternyata Arfa tidak ada di depan gerbang rumahnya. Baru saja dia membuka ponselnya untuk memesan ojek online, namun ternyata Arfa si laki-laki yang tidak di harapkan kedatangannya tiba-tiba datang dengan motor ninjanya.


"Pagi cantik," sapa Arfa lalu membuka helemnya. Rahma memutar bola matanya malas, ia kira pagi ini ia bisa berangkat ke sekolah sendiri dengan tenang tapi ternyata salah.


"Lo ngapain si disini?" Tanya Rahma sebal.


"Jemput lo lah, ngapain lagi," jawab Arfa santai sambil menaik-turunkan alisnya. "Udah ayo berangkat." Arfa menarik tangan Rahma untuk menuntunnya naik ke atas motor tapi buru-buru Rahma menepis tangannya yang ada di genggaman Arfa.


"Gak mau!"


"Lho ko gak mau si?"


"Fa, udah gue bilang berkali-kali sama lo kalo lo gak perlu antar jemput gue setiap hari. Kita gak ada hubungan apa-apa Fa." Ujar Rahma membuat Arfa tersenyum tipis karena sudah biasa menerima penolakan dari gadis ini.


"Iya kita emang gak ada hubungan apa-apa, tapi bukan berarti menutup kemungkinan kalo nantinya kita bisa ada hubungan kan?" Arfa masih memasang senyum manisnya, mungkin siapapun yang melihat senyuman Arfa akan langsung jatuh cinta dengan lelaki yang bisa dibilang soft boy ini, tapi tidak dengan Rahma.


"Mau sampe kapan Fa lo kaya gini?" Rahma benar-benar jengah dengan laki-laki ini, selalu saja bisa menjawab ucapannya.


"Kaya gini gimana?" Tanya Arfa pura-pura tidak paham.


"Berkali-kali lo deketin gue dan berkali-kali juga gue nolak lo, emang lo gak cape? Masih banyak Fa cewek di luaran sana yang mau sama lo dan yang jelas cewek itu bukan gue." Lagi-lagi bukannya marah Arfa malah tersenyum dan mengacak-acak puncak kepala Rahma membuat Rahma mengerutkan keningnya dan berfikir mengapa Arfa tidak sakit hati dengan omongannya.

__ADS_1


"Kalo dengan menghindar dan meng-acuhkan gue bisa membuat lo berfikir gue akan nyerah, lo salah besar. Gak ada kata nyerah dalam list hidup gue." Jelas Arfa membuat Rahma diam tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Di banding kita ngabisin waktu buat memperdebatkan hal yang gak penting ini mending kita berangkat sekolah aja keburu telat nanti, ayok." Rahma menghembuskan nafasnya kasar dan mau tidak mau ia berangkat sekolah bersama Arfa.


******


"Nih helemnya, makasi." Baru saja Rahma ingin berjalan meninggalkan Arfa yang masih berada di atas motornya tapi Arfa malah menahan tangan gadis itu.


"Nanti pulangnya bareng gue lagi ya, gak ada penolakan." Ujar Arfa dan Rahma pun hanya bisa bisa mengangguk karena ia yakin jika ia menolak Arfa akan tetap memaksa.


Setelah itu Rahma berjalan menuju kelasnya, sepanjang jalan Rahma hanya bisa diam memikirkan bagaimana caranya agar Arfa tidak lagi mengejarnya. Sudah 2 tahun Arfa terus-terusan mendekatinya sejak awal masuk SMA dan sudah tidak terhitung berapa kali Rahma menolak Arfa tapi tetap saja laki-laki itu berpegang teguh dengan pendiriannya yang ingin memiliki Rahma.


Alasan Rahma menolak Arfa bukan karena Arfa itu jelek, Arfa itu sangat tampan bahkan banyak adik kelas dan teman seangkatan yang menyukainya. Bukan juga karena Arfa bodoh, Arfa itu termasuk deretan laki-laki terpintar di sekolah SMA Samudra terbukti beberapa kali ia ikut olimpiade dan selalu membawa pulang piala. Bukan juga karena Arfa nakal, Arfa itu bukan bad-boy yang suka merokok, baju acak-acakan, keluyuran tidak jelas. Bukan, Arfa tidak seperti itu. Arfa itu selalu menuruti tata tertib di sekolah bahkan ia tidak pernah sekalipun menginjakan kakinya keruang BK. Rahma juga tidak mengerti mengapa ia tidak bisa membalas perasaan Arfa kepadanya, tapi jauh di lubuk hatinya selalu saja merasa bersalah ketika mengucapkan kalimat yang menyakiti hati Arfa.


*****


"Apa salah dan dosaku sayang, cinta suci ku kau buang buang, lihat jurus yang kan ku berikan, jarang goyang jarang goyang." Nyanyi Budi, laki-laki yang berambut keriting itu tampak menikmati alunan musik sambil berjoget.


"Ah ganti Bud, kaga enakeun lagunya. Lagu Cita-Citata aja yang perawan atau janda." Usul Tomi. Arfa yang melihat itu menghampiri mereka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sepertinya dua sahabatnya ini memang sudah tidak memiliki urat malu, buktinya Budi dan Tomi tidak peduli tatapan teman-teman sekelasnya. Ada yang tertawa melihat kelakuan mereka berdua ada juga yang menatapnya dengan tatapan jijik.


"Lo berdua yang nyanyi sambil joget tapi gue yang nanggung malu." Ujar Arfa sambil melemparkan tasnya ke Budi, alhasil mengenai dada laki-laki itu.


"Yailah Fa santui aja kali gak usah dengerin apa kata orang, ini kan hidup kita. Yoi gak Tom?"


"Yoi lah mumpung belum bel masuk, " sahut Tomi masih dengan sibuk mengotak-atik ponselnya mencari lagu dangdut yang enak.

__ADS_1


"Sinting," umpat Arfa lalu duduk di samping Budi dan mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa lo? Kaya orang banyak pikiran aja." Ujar Tomi.


"Emang, gue lagi mikirin dengan cara apalagi biar Rahma mau sama gue." Jujur Arfa membuat kedua sahabatnya antara kasihan dan bingung juga, Tomi dan Budi sangat tau bahwa Arfa memang sangat menyukai Rahma sejak dulu.


"Gila Fa, tuh cewek masih juga nolak lo? Gue kira dia bakal luluh kalo lo deketin dia mulu, tapi ternyata enggak." Ujar Tomi tidak menyangka bahwa hati gadis yang di sukai Arfa sangatlah keras.


"Iya dia masih aja nolak gue,"


"Tuh cewek emang bukan manusia biasa, bisa-bisanya dia nolak si Arfa yang ganteng dan kepintarannya di atas rata-rata. Gue kalo jadi si Rahma udah gue terima si Arfa dari dulu, kan lumayan bisa dapet contekan tugas setiap hari." Ujar Budi membuat Arfa menatapnya tajam.


"Becanda Fa, baperan amat lo kaya anak perawan." Canda Budi membuat Arfa mendengus kasar.


"Coba deh Fa sekali-kali lo yang balik acuhin dia siapa tau nanti dia ngerasa ada yang beda dan ngerasa kehilangan lo." Usul tomi memberi saran. Tapi tentu saja Arfa tidak mau mengikuti saran itu, jika nantinya malah Rahma semakin menjauh akan semakin sulit juga untuk Arfa mendekatinya.


"Gak bisa, kalo nantinya dia malah seneng gue acuhin gimana? Otomatis dia bakal semakin ngejauh dari gue, gue gak mau itu terjadi. Gue bakal usaha gunain cara lain asal gak dengan cara itu, gue gak bisa."


"The power of bucin, lo emang paling unggul kalo soal pelajaran tapi kalo soal beginian lo bisa mendadak jadi **** seketika." Cibir Budi membuat Tomi tertawa karena kenyataannya memang Arfa sudah terlalu dalam jatuh ke dalam pesona Rahma.


******


Hii, semoga kalian suka ya sama cerita ini


Jangan lupa vote dan komennya❤️

__ADS_1


See you next Part~


Ig:Zika_pz


__ADS_2