I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 7


__ADS_3

****


Author pov



Juna menepati janjinya untuk menjemput Wanda, dan sekarang mereka sedang ada di toko buku.



"Ka, kalo buku yang ini aja gimana?" Tanya Wanda sambil menunjukkan ke Juna.



"emang itu ceritanya tentang apa?"



"Fiksi remaja gitu si, cocok lah buat seumuran ade Lo."



"Yauda kita ambil yang ini aja ya,"



"Iya."



Setelah mereka selesai membeli buku, kini Juna mengajaknya makan. Awalnya Wanda menolak, tapi Juna terus-terusan memaksa.



"Wan," Panggil Juna kepada Wanda yang sekarang duduk di hadapannya.



"Iya?"



"Gue denger tadi pagi Lo dibentak sama Levin, bener?"



Sedangkan Wanda hanya bisa tersenyum kecil.



"Sorry ya Gue gabisa nolongin Lo waktu itu, soalnya ada rapat osis. Lagian Gue heran deh cewek sebaik Lo diputusin sama Levin, otaknya dimana coba? Jahat banget jadi cowok!"



"Levin gak gitu orangnya, dia cuman kebawa emosi aja, lagian salah Gue nya juga si yang masih aja ngejar-ngejar dia."



"Kenapa si Lo masih aja ngejar-ngejar dia?"



"Ya namanya juga sayang ka,"



"Apa gaada celah sedikit pun buat Gue masuk ke hati Lo?" Ucap Juna to the point. "Gue udah suka sama Lo lama Wan, tapi Lo malah milih Levin."



Wanda benar-benar dibuat terkejut, tidak menyangka Juna akan menyatakan perasaan kepadanya.



"Gue hargain ka Lo suka sama Gue, tapi maaf Gue belum bisa buat buka hati lagi," Jawab Wanda merasa bersalah.



Sedangkan Juna hanya bisa tersenyum tipis dan mengangguk, bohong kalau Juna tidak merasa sedih, tapi baginya dekat dengan Wanda seperti ini sudah cukup membuatnya bahagia, Mungkin lain waktu dia akan mencoba lagi.



****


Sekarang Wanda sedang duduk di bangku dekat parkiran, menunggu Juna yang sedang menerima telfon.



"Wan kayanya Gue gabisa nganterin Lo pulang deh, Gue ada urusan mendadak, kalo Lo ikut pasti bakal pulang malem. Sedangkan Gue udah janji sama orang tua Lo kalau gabakal bawa Lo pulang terlalu malem." Jelas Juna panjang lebar.



"Oh yauda ka gapapa, Gue naik taksi aja nanti,"



"Seriusan gapapa?" Tanya Juna merasa sangat bersalah.



"Iya ka."



"Yauda Gue anterin ya nyari taksinya,"



"Gausa ka kan Lo lagi buru-buru, beneran Gue gapapa nyari taksi sendiri."



"Seriusan?"



"Iya ka."



Tiba-tiba Juna mengambil dompet dari kantongnya, Wanda yang tau maksud Juna, buru-buru mencegah tangan Juna yang baru saja ingin mengambil uang.



"Eh ka gausah, Gue bawa duit ko."



"Gapapa, anggap aja tanda tanggung jawab karena Gue gabisa nganterin Lo."



"Gausa ka Gue gamau ngerepotin, pokoknya gausa. Dan kalo Lo maksa Gue bakal marah!" Ancam Wanda.



"Eh jangan dong, yauda deh gajadi." Jawab Juna sambil memasukkan kembali dompetnya.



"Nah gitu dong, yauda Gue balik dulu ya ka, makasi tadi udah neraktir makan." Ucap Wanda tersenyum, Baru Wanda berbalik untuk meninggalkan Juna, tiba-tiba Juna menarik tangannya dan membuat dia berbalik kearah Juna sambil menatap laki-laki itu.



"Lo hati-hati ya, makasi juga karna udah nganterin Gue." Ucap Juna tersenyum sambil menatap Wanda.

__ADS_1



"I-iya ka, Lo juga." Jawab Wanda gugup.



****


"Aduh mana si taksi ko daritadi gaada," Ucap Wanda kesal, sudah 15 menit dia menunggu taksi tapi tidak ada yang lewat satupun.



Tinn Tinn



bunyi klakson seorang laki-laki yang memakai motor ninja, Wanda yang melihat laki-laki itu mengerutkan keningnya, pasalnya dia tidak tau siapa laki-laki yang memakai helem ini.



"Siapa ya?"



"Gue Rian," Ucapnya sambil membuka helem nya.



"Oh, ko Lo ada disini?"



"Harusnya Gue yang nanya, ngapain cewek malem-malem sendirian disini?"



"Tadi Gue abis ke toko buku, eh pas mau pulang nungguin taksi lama banget, gaada yang lewat satupun."



"Yauda bareng Gue aja,"



"Emangnya ga ngerepotin?"



"Kalo ngerepotin Gue gabakal nawarin."



"Hehehe, yauda boleh deh."



Baru Wanda ingin menaiki motor, tiba-tiba hujan deras. Langsung saja Rian menarik tangan Wanda agar meneduh dulu.



"Yahh ujan, gimana dong?"



"Kita tunggu aja sampe reda."



Sedangkan Wanda hanya bisa menggangguk. Selama beberapa menit mereka hanya duduk dan saling diam.



"Rian," Ucap Wanda memecahkan keheningan.




"Gue boleh nanya ga?"



"Nanya aja,"



"Levin semenjak putus dari Gue, pernah ga ngomongin Gue ke kalian? Atau ngasih tau alesan dia mutusin Gue gitu?" Tanya Wanda bertubi-tubi.



"Gapernah," Ucap Rian jujur.



Wanda yang mendengar jawaban Rian hanya bisa cemberut.



"Tapi setau Gue, setelah putus dari Lo dia jadi nakal lagi, sekarang dia jadi lebih sering ngerokok, minum, dan ikut balapan lagi."



"Ikut balapan lagi?"



"Iya, bulan depan ada pertandingan balap dan Levin malah ikut serta."



"Kenapa Lo ga ngelarang dia?"



"Udah, tapi percuma dia gamau dengerin."



"Yauda, besok Gue deh yang ngomong sama Levin,"



"Lo yakin? Omongan Gue sama Renal aja ga dia denger, gimana Lo yang cuman mantan dia?" Ucap Rian yang cukup membuat hati Wanda sakit.



Tapi memang benar yang dikatakan Rian, jika omongan dari kedua sahabatnya saja tidak pernah di dengar, bagaimana omongan Wanda yang hanya masa lalu Levin, terlebih Levin selalu terang-terangan menunjukan sikap ketidak sukaannya terhadap Wanda.



"Sorry, Gue ga maksud bikin Lo sedih,"



"Gapapa ko, yang Lo omongin itu bener, tapi Gue bakal tetep coba bilang sama Levin supaya dia ga ikut balapan."



"Kenapa Lo sampe segitunya banget?"



"Karena Gue peduli sama dia, buat Gue rasa sakit yang dia kasih ke Gue ga sebanding sama rasa sayang Gue ke dia."


__ADS_1


Rian hanya bisa tersenyum tipis mendengar jawaban gadis yang ada di sampingnya ini.



"Eh udah reda tuh, yu pulang." Ajak Wanda



"Iya."



****


"Tha Gue mau ke toilet dulu ya, Lo ke kantin aja duluan, sekalian pesenin makanan Gue."



"Mau Gue anterin ga?"



"Gausa, udah ya udah kebelet nih." Ucap Wanda langsung pergi meninggalkan Aletha.



Sedangkan Aletha hanya bisa mendengus kesal.



"Sedih banget si idup Gue sendiri mulu, udah kaya jomblo." Dumelnya.



"Lah Lo kan emang jomblo," Ucap seorang laki-laki yang ada di belakang, yang tak lain adalah Renal.



"Apaansi, nyambung mulu!"



"Jangan kesel gitu, Lo makin cantik tau, entar Gue makin suka emang mau tanggung jawab?" Goda Renal.



"OGAH! Eh tumben sendiri, dua temen Lo pada kemana?"



"Kenapa kalo Gue sendiri? Mau nemenin?" Goda Renal, lagi.



"Ih Gue serius!"



"Oh mau di seriusin?" Goda Renal untuk kesekian kalinya, sambil menaik turunkan kedua alisnya.



Aletha yang kesal langsung saja melayangkan tangannya untuk memukul Renal, tapi laki-laki itu sudah lebih dulu menghindar.



"Etss galak bener bu, santay dong, Rian ga masuk, Levin lagi di rooftop gamau diajak ke kantin, jadi Gue sendiri deh."



Aletha yang mendengar Levin di rooftop pun langsung mengingat Wanda, Aletha yakin pasti Wanda sedang menghampiri Levin disana dengan alasan ke kamar mandi.



"Oh." Jawab Aletha singkat, baru saja dia ingin jalan kembali, tapi Renal menahan tangannya.



"Mending makan sama Gue aja, mau ga?"



Aletha langsung menghempaskan kasar tangannya yang ada di genggaman Renal.



"OGAH!" Jawabnya ketus, lalu jalan meninggalakan Renal yang masih melongo ditempat.



****


"Levin!" Panggil Wanda yang melihat Levin sedang duduk sambil merokok.



Langsung saja Wanda menghampiri Levin dan duduk di sebelahnya.



"Ko Lo ngerokok lagi?" Tanya Wanda yang tidak dijawab oleh Levin.



"Kata Rian Lo mau ikutan balapan motor ya?"



"Bukan urusan Lo!"



"Jelas urusan Gue lah Vin, Gue tuh gamau Lo kenapa-kenapa, jangan ikutan ya pliss, itu bahaya Vin!"



"Lo siapa Gue?"



"Gue emang bukan siapa-siapa Lo lagi, tapi Gue peduli sama Lo, Gue khawatir sama Lo. Orang tua Lo juga bakal kecewa kalo sampe dia tau Lo ikut balap lagi!"



Levin yang tadi sedang menghisap Rokok kini membuangnya dan menatap tajam Wanda.



"Lo dengerin Gue ya, Lo itu bukan siapa-siapa Gue, dan Gue juga gabutuh kepedulian Lo, Jadi Gue minta cukup ngurusin hal pribadi Gue!" Ucap Levin tajam, lalu berdiri meninggalkan wanda.



Sedangkan Wanda hanya bisa diam sambil memandang Levin yang kini jalan semakin menjauh.



Wanda ingin menangis kencang, bahkan air matanya pun sudah menetes. Tapi Wanda buru-buru menghapusnya, dia tidak ingin terlihat sebagai gadis yang lemah.



****


Gimana-gimana? Next ga?


__ADS_1


__ADS_2