
****
Author pov
"Woi diem mulu Lo, kenapa si?" Tanya Aletha, mereka sedang berada di kelas.
"Gapapa," Ucap Wanda, padahal dia sedang memikirkan Levin. Laki-laki itu bahkan tidak mengirim pesan dan meminta maaf atas kejadian kemarin malam.
"Eh Gue pengen minta pendapat nih sama Lo," Ucap Aletha.
"Pendapat apa?"
"Menurut Lo, Gue jahat banget ga si sama Renal?"
"Jahat pake banget!" Ucap Wanda yang membuat Aletha cemberut.
"Renal itu udah suka sama Lo lama Tha, tapi Lo malah nyuekin dia, kasian tau. Diambil orang baru tau rasa!"
"Tapi Gue takut sakit hati Wan, cowok kan gitu, manis nya di awal doang."
"Lo gabisa nyimpulin orang kaya gitu, setiap orang itu punya sikap dan sifat yang berbeda-beda Tha, kalo dia cuman main-main sama Lo, ngapain juga dia ngejar-ngejar Lo sampe selama ini? Padahal yang suka sama Renal banyak Loh, cantik-cantik lagi." Ucap Wanda. Aletha hanya bisa diam, karna yang di katakan Wanda ada benar nya juga. Selama ini dia menolak Renal, tapi laki-laki itu tidak menyerah sama sekali.
"Lagian Gue juga tau Lo suka sama dia." Ucap Wanda yang membuat Aletha melotot.
"So tau banget!"
"Kita udah sahabatan lama Tha, Gue tau banget Lo orang nya gimana."
"Emang gimana?"
"Gede gengsi kalo soal perasaan!"
"Sialan!" Umpat Aletha yang membuat Wanda tertawa kecil.
****
"Lo duluan aja deh ke kantin, Gue mau ke kelas dulu ngambil hape, ketinggalan soalnya." Ucap Wanda
"Yauda jangan lama-lama ya."
"Iya,"
Saat dia sedang berjalan, seseorang menarik tangan Wanda.
"Levin?"
"Ikut Gue."
"Mau kemana?" Levin tidak menjawab dia menarik tangan Wanda untuk mengikuti nya.
__ADS_1
****
Sekarang Wanda dan Levin berada di roftoop.
"Lo marah ya sama Gue?"
"Menurut Lo?!" Ucap Wanda ketus, Levin yang melihat itu malah tersenyum tipis, menurut dia Wanda itu menggemaskan saat sedang marah.
"Marah,"
"Yauda."
"Gue minta maaf, kemaren Gue kerumah Yuda latihan balap motor lagi, karna malem ini Gue bakal tanding. Gue ga sempet buka Hape karna fokus sama latihan, sorry karena udah ngebiarinin Lo pulang sendiri."
Sedangkan Wanda masih diam sambil menatap ke arah lain, inti nya dia tidak mau menatap Levin, karena tatapan Levin bisa membuat nya lemah, yang ada edisi ngambek nya gagal total.
"Nih buat Lo sebagai tanda permintaan maaf," Ucap Levin sambil memberikan satu buah Lolipop berbentuk hati. Sontak Wanda yang melihat itu tersenyum Lebar dan mengambil Lolipop itu.
"Makasi ya," Ucap Wanda tersenyum, Levin pun ikut tersenyum.
"Jadi kita baikan?"
"Baikan dong," Ucap Wanda senang sambil tersenyum, sedangkan Levin hanya bisa mengacak rambut Wanda sambil tersenyum kecil.
****
"Gimana persiapan Lo buat tanding malem ini?" Tanya Rian. Sekarang mereka berada di kamar Renal.
"Aman, doain aja semoga Gue menang."
"Pastilah, tapi Lo juga harus hati-hati Vin," Ucap Renal memperingati. Sedangkan Levin hanya bisa mengangguk.
"Sebenernya Gue masih agak khawatir sama Lo Vin," Ucap Rian. Levin menepuk pundak Rian.
"Lo tenang aja, percaya sama Gue. Gue gabakal kenapa-napa."
"Gue pegang omongan Lo!" Ucap Rian.
"Iss Mass Rian sosweet banget siihhh!!" Ucap Renal sambil menepuk nepuk pundak Rian dengan manja.
"Anjing jijik Gue!" Maki Rian, sedangkan Levin hanya bisa tertawa.
"Pantesan Aletha gamau sama Lo nal, dia juga ogah punya cowok yang modelan nya begini." Ucap Levin dan hanya di balas gelak tawa Rian.
"Kampret Lo semua!"
"Eh iya, Lusa kan prom night terus tema nya ala-ala romantis gitu. Kita pake apa ya?" Tanya Rian.
__ADS_1
"Kemeja sama jas aja lah." Jawab Levin.
"Gue mah mau pake kostum pangeran, biar Aletha jadi tuan putri nya, Kan cocok tuh." Ucap Renal dengan bangga.
"Lo mau tau ga kalo Lo pake kostum begituan jadinya kaya apa?" Tanya Rian.
"Kaya apaan?"
"Kaya di filem animasi yang judul nya beauty and the beast. Si cantik dan si buruk rupa." Ucap Rian sambil tertawa.
"BANGSAT RIAN!" Teriak Renal melempar batal ke arah Rian. Levin yang melihat itu hanya bisa tertawa. Siang ini mereka habiskan dengan saling becanda ria.
****
"Tha lusa kan prom night, kita pake apa ya?" Tanya Wanda sambil memakan cemilan, sekarang mereka berada di rumah nya Wanda, sambil menonton televisi.
"Gaun aja si, kan tema nya romantis gitu."
"Tapi gaun yang gimana? Gaun yang Gue punya, gaada yang Gue suka."
"Yauda nanti kita beli aja di mall."
"Okedeh." Ucap Wanda senang, dia tidak sabar ingin segera cepat-cepat prom night, dia kan ingin berpasangan dengan Levin.
"Kenapa Lo senyum-senyum sendiri?" Tanya Aletha sambil mengerutkan kening nya.
"Hehe gapapa, ga sabar nanti pas prom night, kan mau pasangan sama Levin." Ucap Wanda sambil memeluk bantal sofa.
"Idi bucin banget si Lo! Mentang-mentang udah deket lagi."
"Yaelah Tha, entar juga kalo Lo punya pacar, pasti bakal kaya Gue juga."
"Maap coba tolong di koreksi, mantan ya bukan pacar lagi."
"Iya iya," Ucap Wanda kesal.
"HTS aja ko sombong." Ucap Aletha sinis.
"Liat aja entar juga Gue bakal balikan!" Ucap Wanda ketus.
"Haha oke, kita buktiin aja nanti." Ucap Aletha ga kalah sinis.
****
Gimana-gimana? Next ga?
Salam cinta dari aku, zika❤️
__ADS_1