I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 15


__ADS_3

****


Author pov



"Makasi ya udah di anterin pulang," Ucap Wanda kepada Levin setelah turun dari atas motor.



"Sama-sama."



"Mampir dulu yu,"



"Lain kali aja." Sedangkan Wanda yang mendengar jawaban Levin, hanya bisa menunduk sambil memainkan kedua tangannya. Levin yang melihat itu malah merasa tidak tega, entahlah dia juga tidak mengerti kenapa.



"Yauda sebentar aja ya." Ucap Levin yang langsung diberi senyum antusias nya Wanda.



****


"Ayo masuk," Ajak Wanda sambil menarik tangan Levin.



"MAMAH, ADA LEVIN NIH!" Teriak Wanda.



"Eh ada Levin," Sapa Risa yang tadi sedang ada di dapur. Lalu Levin mencium tangan Risa.



"Ayo sini duduk dulu, Wanda kamu bikinin minuman sana." Ucap Risa, setelah itu Wanda mengangguk dan menuju ke dapur.



"Iya Tante." Jawab Levin sopan.



"Gimana kabar orang tua kamu? Sehat?" Tanya Risa, saat ini mereka sedang duduk di kursi sofa.



"Allhamdullilah Tante, sehat ko."



"Kapan-kapan ajak main dong kesini, udah lama banget loh gapernah kesini, terakhir pas kamu sama Wanda masih pacaran." Sedangkan Levin hanya bisa tersenyum canggung.



"Boleh Tante ngomong sesuatu?"



"Ngomong aja Tante,"



"Wanda akhir-akhir ini bahagia banget loh karna bisa deket lagi sama kamu, Tante berharap si kamu bisa balik lagi sama Wanda, tapi tante gamaksa ko karna itu urusan hati. Tapi tolong ya, kalau nanti kamu udah nemuin perempuan yang kamu sayang lagi, tolong kasih Wanda pengertian supaya dia ga terlalu berharap lagi." Ucap Risa to the point.



Omongan Risa mampu membuat menegang di tempat, Levin bingung apa yang harus dia katakan?



"Levin, nih minumnya." Ucap Wanda menaruh minuman di depan meja.



"Iya makasi,"



"Yauda kalian berdua ngobrol-ngobrol aja dulu ya, Mamah mau ke Rumah temen dulu." Ucap Risa.



"Iyaa Mah, emang mau ngapain?"



"Mau arisan, liat nih Mamah udah rapih gini."



"Hahaha yauda Mamah hati-hati ya." Ucap Wanda.



"Iyaa," setelah itu Risa berjalan kearah pintu keluar.



Sekarang di rumah dan ruang tamu hanya ada Levin dan Wanda.



"Kita diluar aja ya," Ucap Levin.



"Loh kenapa?"



"Gaenak cuman berdua dirumah."



"Tapi kan kita gabakal ngapa-ngapain." Ucap Wanda polos, memang si mereka tidak akan berbuat yang macam-macam. Tapi mau bagaimanapun Levin itu laki-laki, berdua di dalam rumah dengan gadis secantik ini, mana tahan dia. Kalo setan lewat bisa panjang urusannya.



"Gue gerah."



"Yauda Gue gedein ya AC nya." Ucap Wanda sambil ingin mengambil Remote AC yang ada di samping TV, tapi Levin langsung menarik tangan Wanda dan mengambil minuman yang ada di meja untuk dibawa ke depan teras rumah.



"Udah Wan di depan aja!" Ucap Levin tegas, sedangkan Wanda hanya bisa mengangguk sambil terus mengikuti  Levin yang menarik tangannya.

__ADS_1



Sekarang Mereka sudah berada di depan Teras rumah, sambil duduk bersebelahan.



"Vin," Panggil Wanda sambil menatap Levin yang ada di sebelahnya.



"Kenapa?" Jawab Levin masih dengan menatap kearah depan.



"Lo bakal tetep ikut balap ya?" Tanya Wanda hati-hati, dia takut Levin akan membentaknya lagi seperti waktu itu.



Levin yang sedang menatap kearah depan, kini menatap kearah Wanda dan memegang kedua tangannya.



"Percaya sama Gue, Gue gabakal kenapa-napa!" Ucap Levin menatap lekat mata Wanda dan masih memegang kedua tangannya. Ini benar-benar diluar ekspetasi Wanda, apa sekarang Levin nya telah kembali?



"I-yaaa," Jawab Wanda gugup. "Tapi Gue boleh ga liat Lo latihan?"



"Enggak." Ucap Levin melepas kedua tangan Wanda, ada rasa sedih saat Levin melepas tangannya.



"Kenapa? Plis sekali aja ya." Ucap Wanda memohon.



"Enggak Wan,"



"Pliss!" Sedangkan Levin hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.



"Yauda, sekali aja."



"Yeyy, makasi Levin." Ucap Wanda tersenyum bahagia, Levin yang meihat itu hanya bisa tersenyum tipis.



"Nanti malem Gue jemput."



****


"ALETHA!" Teriak Wanda kepada Aletha yang sekarang ada di tempat tidur, Wanda kini sedang berada di rumah Aletha. Rumah mereka itu sangat dekat, hanya dengan berjalan kaki pun sudah bisa sampai.



"Apaan si Wan!" Ucap Aletha yang masih menonton drama korea di Laptopnya.



"Menurut Lo Gue pake baju apa ya nanti malem buat jalan sama Levin?" Tanya Wanda yang sekarang sudah ada diatas tempat tidur bersama Aletha.




"Jalan sama Levin?"



"Ga jalan si, tapi nemenin dia latihan balap motor."



"Wan, Lo yakin banget masih mau deketin Levin?"



"Yakinlah, yakin seratus persen!"



"Tapi ini aneh Wan menurut Gue,"



"Aneh gimana?"



"Ya aneh aja, coba deh Lo mikir, waktu itu dia kan gasuka di deketin sama Lo, bahkan Lo sampe di bentak dan di katain di depan umum. Terus sekarang dia tiba-tiba deketin Lo lagi, aneh banget."



"Ya mungkin dia udah sadar kali Tha, kalo dia masih sayang sama Gue!"



"Ah seterah Lo deh, susah ngomong sama orang yang di mabok cinta!"



"Gue yakin ko Levin itu serius sama Gue!"



"Jangan terlalu banyak berharap Wan, ditampar kenyataan itu sakit!" Sedangan Wanda mendadak diam dengan perkataan Aletha.



"Udah ah Gue mau mandi, nanti Gue pilihin baju yang cocok."



"Yey makasi Aletha!"



"Lagian baju Lo kan banyak, tumben minjem baju?"



"Nah justru itu Tha, Gue bingung saking banyak nya. Makanya minta tolong pilihin aja sama Lo deh!"


__ADS_1


"Iyaiya, Gue mandi ya jangan di otak-atik laptop Gue, banyak foto-foto suami!" Ucap Aletha, lalu masuk ke kamar mandi.



"Idi punya temen kelamaan jomblo, jadi begitu-tuh suka ngehalu!" Ucap Wanda sambil menggelengkan kepalanya.



****


"Wes bro, balikan lagi Lo?" Ucap Yuda sambil mengulurkan tangannya kepada Levin yang sekarang membawa Wanda. Sedangkan Levin tidak menjawab dan hanya membalas uluran tangannya.



"Cie cie, balikan sama mantan!" Ucap salah satu teman tongkrongannya.



"Bisa kali Vin traktir-traktir mah!" Ujar Renal yang sekarang sedang duduk di samping Rian, sedangkan Rian hanya bisa diam sambil menatap teman-temannya yang sedang menggoda Levin dan Wanda.



"Asik nih!"



"Namanya juga MANTAN, manis di ingatan! Jadi mana bisa dilupain, iya ga Vin?" Ucap teman tongkrongannya yang bernama jojo.



"CIEEEE." Ujar mereka semua, sedangkan Wanda hanya bisa menunduk karna tersipu malu.



"Berisik!" Setelah itu Levin menggandeng Wanda untuk duduk di bangku yang kosong.



"Ko Aletha ga di ajak si Wan?" Tanya Renal.



"Ya enggaklah, kalo mau ketemu dia mending samperin aja ke rumahnya."



"Pengen si, tapi sedih Gue tuh di usir mulu sama dia." Ucap Renal dengan wajah sedih, sedangkan Wanda hanya bisa terkekeh kecil.



"Sabar ya, Aletha itu baik ko, dia kayanya juga suka sama Lo tapi gengsi aja."



"Serius Lo?" Tanya Renal semangat, sedangkan Wanda hanya bisa menggangguk.



Selang beberapa menit yang lain sibuk berbincang-bincang, Levin dan Wanda hanya saling diam. sedangkan Yuda sedang keluar sebentar, nanti dia akan kembali lagi, setelah itu baru Levin akan latihan.



Wanda mengusap-usap kedua tangannya, malam ini cuaca nya benar-benar dingin, dia lupa tidak membawa jaket.



"Dingin?" Tanya Levin?



"Iyaa," buru-buru Levin membuka jaketnya dan menaruh di belakang tubuh Wanda.



"Eh gausah gapapa,"



"Udah pake aja."



"Tapi Lo gimana? Ini dingin Loh."



"Gue laki-laki, fisiknya kuat."



"Tapi kan nanti Lo mau latihan motor, nanti kena angin-angin kedinginan." Tanpa diduga, Levin merangkul pundak Wanda dengan tangan kanan nya dan merapatkan ke tubuh nya.



"Kalo gamau Gue ke dinginan, cukup kaya gini." Bisik Levin di telinga Wanda.



Wanda benar-benar merasa amat sangat bahagia, dan canggung di waktu bersamaan.



"Ya allah tolongin Wanda, kaki Wanda lemes." Batinnya.



****


Gimana-gimana? Next ga?



Oiya kalo aku bikin grup chat di WA tentang cerita ini ada yang minat ga? Kalo ada taro nomornya di kolom komentar ya, nanti biar aku save terus aku masukin grup chat, tapi kalo yang minatnya sedikit, maaf ya gajadi hehe.



Seperti biasa, jangan lupa vote, share dan coment❤️



Sampai jumpat di part-part selanjutnya!👋



Oiya cek cerita baru aku, judulnya CLARISA.



Follow ig aku :zika_pz



Salam cinta dari aku, zika❤️

__ADS_1



__ADS_2