I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 17


__ADS_3

****


Author pov



"Ayo masuk," Ajak Levin sambil menggandeng tangan Wanda.



"Eh ya ampun Wanda, kamu kemana aja sayang?" Tanya Bunda Levin sambil memeluk Wanda.



Wanda yang canggung hanya bisa membalas pelukan dan tersenyum.



"Yauda yu ikut Tante ke dapur, Tante lagi bikin kue, kamu cobain ya." Ucap nya menarik Wanda dan meninggalkan Levin yang melongo di tempat.



"Ckck anak nya di lupain." Batin Levin lalu naik keatas untuk berganti baju.



****


"Gimana kabar Mamah kamu Wan?" Tanya Bunda Levin, sekarang mereka sedang berada di dapur. Wanda membantu mengaduk adonan kue.



"Allhamdullilah tante, baik."



"Kapan-kapan suruh main kesini dong,"



"Hehe, iya nanti Wanda bilangin."



"Tante jadi kangen deh waktu kamu pacaran sama Levin, kamu kan sering banget main kesini, eh sekarang udah enggak." Ucap bunda Levin sedih, sedangkan Wanda hanya bisa tersenyum canggung, mau bagaimana lagi? Mereka memang tidak ada hubungan apa-apa lagi, hanya Teman, seperti yang Levin katakan tadi.



"Tante berharap banget kamu bisa pacaran lagi sama Levin."



"Wanda juga berharap gitu Tan, tapi anak Tante tuh yang gamau sama aku." Batin nya.



"Semenjak Levin putus dari Aku, dia pernah bawa cewek lain ke rumah ga Tan?" Tanya Wanda.



"Jangan kan bawa cewek, ngomongin cewek aja gapernah, beda kalo dulu pas pacaran sama kamu." Ucap Bunda Levin sambil tersenyum. Sedangkan Wanda yang mendengar itu juga ikut tersenyum, setidaknya dia tau Levin tidak lagi dekat dengan siapapun.



"Bun Levin keluar sebentar ya," Ucap Levin yang sekarang sudah ada di dapur.



"Mau kemana?" Tanya Wanda.



"Mau keluar sebentar, Lo temenin aja bunda disini."


__ADS_1


"Yauda kamu hati-hati ya." Ucap Bunda Levin, setelah itu Levin pergi meninggalkan Bunda nya dan Wanda.



"Udah kamu sama Tante aja disini, nanti juga Levin balik lagi." Ucap sinta lembut, dan Wanda hanya mengangguk.



****


"Kenapa Lo suruh Gue kesini? Bukan nya latihan nya malem?" Tanya Levin. Sekarang dia sedang berada di tempat biasa dia latihan motor.



"Kita harus lebih giat latihan Vin, inget besok Lo tanding. Jangan malu-maluin Gue sebagai pelatih Lo."



"Lo tenang aja, Gue pastiin Gue bakal menang." Ucap Levin tersenyum penuh arti.



"Bagus, sekarang kita latihan lagi. Motor balap yang bakal Lo pake besok udah beres gua siapin, semua aman. Tinggal Lo jalanin aja. Gue denger-denger David juga bakal ikutan Tanding.



"David?"



"Iya, anak SMA Rajawali, ketua geng motor, Dia musuh bubuyatan Gue." Ucap Yuda. Sepertinya Lawan Levin akan berat. Levin benar-benar cari mati, selain dia ikut daftar balap yang di adakan oleh musuh dari sekolah nya, sekarang dia juga harus mempunyai musuh baru yaitu lawan tandingnya.



"Lo tenang aja, Gue gabakal ngecewain Lo."



"Gue percaya sama Lo." Ucap Yuda menepuk pundak Levin.



****



"Ga di angkat ya Tan?"



"Enggak Wan, aduh kemana si tuh anak." Ucap sinta kesal.



"Yauda gapapa Tan, Wanda pulang sendiri aja."



"Eh jangan, kamu perempuan. Tante takut ada apa-apa dijalan. Kalo aja Ayah Levin udah pulang, pasti kamu di anterin deh."



"Gapapa ko Tan, mungkin Levin masih ada urusan. Wanda bisa ko pulang sendiri."



"Bener gapapa?"



"Iya Tan,"



"Yauda deh kalo gitu, Tante kasih ongkos ya."

__ADS_1



"Gausa Tan, aku ada uang ko."



"Gapapa anggap aj-"



"Gausa Tan, beneran."



"Yauda deh kalo gitu kamu hati-hati ya, salam sama orang tua kamu. Maafin Levin ya."



"Iya Tan, kalo gitu Wanda pulang ya." Ucap nya lalu mencium tangan Sinta, setelah itu dia keluar.



****


Di dalam Taksi, Wanda hanya bisa menatap kearah luar jendela, Dia kecewa dengan Levin, apa laki-laki itu lupa kepada nya? Atau memang tidak mau mengantar nya pulang? Oh iya dia lupa, Levin kan memang sudah melupakan nya sejak lama, tidak ada lagi tempat dia di hati Levin, sekarang mereka hanya teman, iya teman.



"Gini ya rasanya berharap sama orang yang sama sekali ga ngeharepin kita." Batin Wanda sambil tersenyum miris, tanpa sadar air mata nya menetes. Entah sudah berapa kali dia menangis karena lelaki yang bernama Levin.



"Mbak ini sudah sampai." Wanda buru-buru menghapus air mata nya.



"Oh iya pak, makasi ya. Ini duitnya." Ucap Wanda sambil memberikan uang, lalu dia turun dari taksi itu.



****


"Lo hebat Vin, belum ada latihan lama, tapi cara Lo ngelajuin motor udah kaya pembalap banget." Ucap Yuda, walaupun kini kaki nya sudah sembuh, dia tetap tidak boleh ikut balap dulu untuk beberapa bulan kedepan.



"Thanks,"



"Oh iya udah malem juga, mending Lo pulang gih, istirahat. Siap-siap besok malem Lo tanding." Mengingat kata pulang, dia jadi ingat pada Wanda. Astaga, kenapa dia bisa sampai melupakan gadis itu?



"Oke, Gue duluan ya." Yuda hanya mengangguk, lalu bertos Ria.



Sebelum Levin menaik ke motor, dia men cek ponselnya, disana tertera banyak panggilan tidak terjawab dari Bunda nya. Dia semakin merasa bersalah, dia yakin pasti Wanda kecewa dengan nya.



Levin langsung memakai helem dan melajukan motornya kencang. Dia berharap Wanda masih ada di rumahnya.



"Maafin Gue wan." Batin nya.



****


Gimana-gimana? Next ga?


__ADS_1


Salam cinta dari aku, zika❤️



__ADS_2