I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 20


__ADS_3

****


Author pov



Sekarang Levin, Reza dan peserta balap lain nya sudah ada di tempat start, mereka di kelilingi para penonton, sedangkan di tengah-tengah mereka ada marshall yang sudah siap untuk memimpin pertandingan mereka.



"Udah siap?" Tanya Marshall sambil memegang bendera yang biasa dipakai untuk balap.



Levin mengangguk di balik helem yang dia gunakan, sedangkan Reza melirik Levin sambil tersenyum sini dibalik helem nya.



"Satu," brumm brumm. Suara gas motor, tanda mereka siap. "dua, tiga!" marshall mengibarkan bendera papan catur nya. Teriakan dan tepuk tangan riuh dari penonton.



Levin melajukan motornya dengan kecepatan penuh dengan emosi dan rasa benci nya terhadap Reza, dia bersumpah akan memenangkan pertandingan ini tanpa luka apapun di tubuhnya, karna dia sudah berjanji kepada Wanda.



Sedangkan di tempat lain. Wanda, Rian, Aletha dan Renal sedang menonton pertandingan itu dengan rasa khawatir, terutama Wanda.



"Berdoa aja, Levin gabakal kenapa-napa." Ucap Aletha merangkul Wanda sambil tersenyum.



15 menit sudah berlalu, tapi Levin dan yang lain belum terlihat juga. Wanda bahkan sudah sangat khawatir. Suasana benar-benar tegang, terlebih dengan para peserta yang belum kunjung balik.



"Tha, Gue takut." Ucap Wanda dengan air mata yang berlinang di matanya.



Aletha hanya bisa diam, diapun tidak tau harus mengatakan apa.



"ITU LEVIN!" Teriak Renal sambil menunjuk Levin yang sedikit lagi sampai di garis finish.



PROKK PROKK PROKK



Tepuk tangan riuh dari para penonton saat Levin sudah sampai di garis finish. Dia membuka helemnya lalu menunggu Reza dan yang lain sampai, saat Reza sampai dia menatap tajam ke arah Levin, sedangkan Levin hanya bisa tersenyum miring.



"Terbukti kan, disini siapa yang pecundang. Perlu Lo inget, laki-laki itu yang dibutuhin adalah tindakan, bukan omong kosong." Ucap Levin tersenyum sinis, sedangkan Reza hanya bisa menahan emosi nya.



****


"WANJIR KEREN BANGET SI BEBEP AKU, SELAMAT YA!" Ucap Renal dengan ke alayan tingkat dewa nya.



"Jijik nal!" Sedangkan Renal hanya bisa cemberut. Aletha yang melihat itu malah terkekeh geli, ekspresi Renal sangat menggemaskan. Tunggu, apa barusan dia baru saja memuji Renal?


__ADS_1


"Selamat bro!" Ucap Rian sambil menepuk pundak Levin.



"Thanks,"



"Levin selamat ya, Lo emang juara banget, Gue bangga sama Lo!" Ucap Yuda memeluk Levin.



"Itu kan juga berkat Lo," Ucap Levin seraya tersenyum.



Dan masih banyak lagi ucapan selamat dari teman-teman nya.



"Wanda mana?" Tanya Levin.



"Ada di markas, samperin gih, tadi dia khawatir banget sama Lo." Ucap Rian.



"Iya udah sono samperin, kasih kepastian, kasian anak orang digantung mulu, kaya jemuran." Ucap Renal.



Sedangkan Levin mengangguk, lalu berjalan meninggalkan mereka.



****



"Hiks, kesel, kenapa lama banget si." Ucap Wanda menangis masih dengan memeluk Levin. Sedangkan Levin hanya bisa mengelus rambut gadis itu lembut.



"Yang penting kan Gue udah ada disini."



Wanda melepaskan pelukannya lalu menatap Levin.



"Kenapa hm?" Tanya Levin, yang melihat Wanda menatap nya.



"Jangan nangis," Ucap Levin menghapus air mata yang ada di wajah Wanda.



"Gue jahat ya bikin Lo nangis terus?"



"Iya jahat! Jahat banget!"



"Maaf,"


__ADS_1


"Gamau!"



"Gue harus gimana biar Lo maafin?"



"Peluk," ucap Wanda manja, bukan nya menolak, Levin malah terkekeh lalu memeluk gadis itu. Mereka sepertinya melupakan status mereka sekarang apa.



"Pulang yu," Ajak Levin setelah melepaskan pelukannya, sedangkan Wanda hanya mengangguk.



****


"Yauda Gue pulang dulu ya, Lo langsung istirahat, salam sama orang tua Lo." Ucap Renal sambil mengacak rambut Aletha.



"Ih jangan di acak-acak, rambut Gue jadi berantakan!" Ucap Aletha kesal, sedangkan Renal malah terkekeh.



"Biarin, dari pada Lo yang ngebuat hati Gue berantakan terus."



"Bucin banget si!"



"Hahaha, yauda Gue pulang ya." Saat Renal baru saja ingin melajukan motornya, Aletha menahannya dengan memberanikan diri memegang tangan Renal yang ada di stang motor nya.



"Makasi ya." Ucap Aletha sambil tersenyum kikuk, setelah itu dia masuk ke dalam, meninggalkan Renal yang masih terdiam di atas motornya.



Renal malah menepuk-nepuk pipi nya.



"Aw," Ucap nya meringis sambil mengusap-usap pipi nya. "Asli ini bukan mimpi! Jadi yang tadi itu beneran? Aletha bilang makasi sambil megang tangan Gue? Astaga ini kenapa jantung Gue disko-diskoan begini si?!" Ucap Renal berbicara sendiri.



"Malah wangi Aletha banget lagi," Ucap Renal masih mencium tangan yang tadi di pegang Aletha. "Gapapa sekarang cuman di pegang doang tangan nya, siapa tau besok-besok pipi Gue yang di cium." Ucap Renal dengan percaya diri. Lalu setelah itu dia melajukan motor nya dengan perasaan amat sangat bahagia.



****


Next ga?



083819240624 no author yang mau berteman wkwk. IG zika_pz



Next ga?



Tbc


__ADS_1


__ADS_2