I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 19


__ADS_3

****


Author pov



"Siapa Tha yang nge chat?" Tanya Wanda, karena dari tadi Aletha fokus terhadap ponselnya.



"Biasa si Renal, ngajakin Gue liat balap motor cowok Lo, eh maksudnya mantan."



"Oh iya ya Gue lupa, kan hari ini Levin tanding balap."



"Lah Lo emang ga di ajakin dia?" Sedangkan Wanda hanya menggeleng.



"Perasaan waktu itu ada yang bilang deh 'Gue yakin ko dia serius sama Gue' , "  Ucap Aletha menirukan gaya bicara Wanda. "Eh padahal tanding aja ga diajakin." Sindir Aletha, emang ya Aletha itu hobi banget nge julid-tin Wanda.



"Bodoamat! Nanti Gue mau nelfon Levin, pokoknya Gue juga mau liat dia tanding! Lo juga ikut dong Tha, jangan nolak ajakan Renal."



"Ogah ah, males Gue. Mending dirumah nonton drakor."



"Tha ih plissss, biar Gue ada temen nya disana." Ucap Wanda memohon sambil menggoyangkan pundak Aletha. Sedangan Aletha hanya bisa mengehembuskan nafas pelan.



"Iya iya deh."



"Yeyyyyy." Ucap Wanda senang.



****


Hari sudah malam, kini Levin ada di kamar nya bersiap-siap untuk ke tempat tanding. Dia memakai jaket kulit berwarna hitam, tidak lupa dengan gaya rambut yang acak-acakan menambah kesan sendiri pada laki-laki itu, dia terlihat cool dan perfect pada malam ini.



Kringg kringg



"Kenapa?"



"Levin ih, ko Lo ga ngajak Gue buat liat Lo tanding si? Gue kan pengen liat Lo." Ucap Wanda sedikit merajuk.



"Jangan, Lo dirumah aja."



"Gamau, pokoknya Gue mau liat!"



"Lo udah janji cuman boleh ikut Gue sekali."



"Iya emang, tapi itu kan janji gabakal ikut Lo latihan lagi, sekarang kan bukan latihan lagi tapi tanding."



"Dirumah aja, Gue bakal pulang malem."



"Gapapa, udah ijin ko sama mamah."



"Tap-"



"Kalo Lo gamau gapapa, Gue berangkat sendiri aja!"



"Tunggu situ, 15 menit Gue sampe." Ucap Levin mematikan sambungan telfon, lalu segera mengambil kunci motornya untuk ke rumah Wanda. Sedangkan di tempat lain Wanda memasang senyum yang ceria, untuk kesekian kali nya dia bisa jalan bareng dengan Levin.



****


Sekarang Levin dan yang teman-teman nya sudah berada di tempat tanding. Disana begitu ramai, banyak dari sekolah-sekolah lain yang ikut juga.



"Wes ternyata ada mos Wanted nya SMA Ganesha nih," Ucap Reza, salah satu ketua geng motor anak-anak SMA Pamungkas.



"Punya nyawa berapa Lo ikutan beginian?" Ucap nya lagi, meremehkan. Sedangkan Levin hanya bisa tersenyum miring.


__ADS_1


"Gausa banyak omong kita buktiin aja entar siapa yang menang."



"Weh so banget Lo! Mending sono Lo pulang aja bersih-bersih terus bobo, jangan ikutan yang beginian, gapantes!" Ucap Reza tertawa, dan di balas gelak tawa oleh teman-teman nya yang ada di belakang nya.



"Buset laki juga mulut Lo kaya cewek ya! Banyak bacot amat, malu sama kelamin goblok!" Celetuk Renal, dan di hadiahi gelak tawa teman-teman pendukung Levin. Sedangkan Aletha masih diam disamping Renal, dia agak Risih saat Renal mengucapkan kata-kata kasar.



"Gausa kebanyakan ngomong, sayang ludah Lo kebuang sia-sia, siapin aja diri Lo kalo Lo kalah. Gue emang gabisa ikut tanding, tapi bukan berarti dia ga bisa gantiin posisi Gue." Ucap Yuda melirik Levin. "Oh iya jangan lupa hadiah nya." Ucap Yuda tersenyum sinis.



"Wiss dia nantangin bos, hajar aja!" Ucap salah satu laki-laki yang ada di belakang Reza.



"Oke kita buktiin aja, tapi kalo Gue menang, Lo siapin juga hadiah buat Gue." Ucap Reza.



"Lo mau apa?" Tanya Levin dengan wajah datar.



"Gimana kalo Cewek cantik yang ada di belakang Lo itu buat Gue?" Ucap Yuda tersenyum miring sambil melihat Wanda yang sedari tadi ada di belakang Levin sambil memegang pinggang Levin. Dia takut di kerubunin banyak laki-laki seperti ini.



"BANGSAT!" Ucap Levin emosi, baru kali ini lagi Levin terlihat marah sampai seperti ini. Baru saja dia ingin maju menghajar Reza tapi sudah ditahan oleh Rian.



"Vin udah, jangan cari keributan. Inget kita disini buat tanding." Ucap Rian menahan Levin untuk menghajar Reza.



"Wis santay aja dong bro!" Ucap Reza. Sedangkan Levin masih memasang wajah marah nya dan nafasnya yang tidak beraturan, dia marah, benar-benar sangat marah.



"Gue tunggu di tempat start oke!" Ucap Reza menepuk pundak Levin lalu pergi bersama teman-teman nya.



"Santay aja Vin, Gue yakin Lo pasti menang ngelawan tuh banci! kebanyakan bacot banget tuh laki, lama-lama Gue sunat dua kali juga nih!" Ucap Renal kesal.



"Iya bener, Gue sama yang lain pasti dukung Lo, iya ga?" Ucap Yuda.



"Iya dong," Ucap teman-teman yang lain nya.




"Lo pasti menang!"



"Ayo Vin, semangat!"



Kira-kira begitu lah semangat dari teman-teman nya. Sedangkan Levin hanya bisa tersenyum kecil.



****


"Lo kenapa?" Tanya Levin kepada Wanda yang sedari tadi hanya diam.



"Gue takut," Ucap Wanda pelan.



"Kenapa takut? Ada Gue."



"Gue takut Lo kenapa-napa kalo ikut balap." Sedangkan Levin yang melihat Wanda menunduk, menarik dagu gadis itu lalu di tatap nya mata Wanda, dia melihat sorot ke khawatiran dari Wanda.



"Percaya sama Gue, Gue gabakal kenapa-napa. Gue janji bakal balik ke Lo dengan keadaan utuh, gabakal ada satu pun yang luka dari tubuh Gue."



"Janji?"



"Iya janji,"



Sedangkan Wanda hanya bisa tersenyum, lalu memeluk Levin. Sontak Levin kaget, tapi lama kelamaan dia membalas pelukan gadis itu sambil mengusap lembut rambutnya, Wanda yang dilakukan seperti itu hanya bisa tersenyum sangat bahagia.



"Vin ayo, siap-siap. Malah pacaran disini." Ucap Yuda terkekeh.



"Lo duluan nanti Gue nyusul." Sedangkan Yuda hanya bisa mengangguk lalu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1



"Lo disini dulu ya jangan kemana-mana, Gue mau siap-siap dulu." Ucap  Levin dibalas anggukan Wanda, lalu pergi meninggalkan gadis itu.



"Percaya sama Gue, Levin gabakal kenapa-napa Wan." Ucap seseorang yang ternyata adalah Rian.



"Eh Rian,"



"Gausa khawatir, Levin pasti menang."



"Gue sebenernya ga peduli mau Levin menang atau enggak, Gue cuman pengen dia balik dengan keadaan baik-baik aja." Ucap Wanda dengan nada yang masih khawatir.



"Segitu sayang nya Lo sama Levin?" Tanya Rian.



"Bahkan lebih dari itu." Sedangkan Rian yang mendengar jawaban Wanda hanya bisa tersenyum sangat tipis.



****


"Nih minum dulu," Ucap Renal memberikan minuman kepada Aletha.



"Kita ngapain si ih disini? Gue mau ke Wanda aja!" Ucap Aletha kesal, bagaimana tidak? Renal menarik nya ketempat yang cukup jauh dari Wanda dan yang lain nya.



"Disini aja dulu, kalo disana Gue males ngedenger gombalan temen-temen Gue sama Lo."



"Kaya Lo gapernah gombalin Gue aja!" Ucap Aletha sinis.



"Ya cuman Gue yang boleh, yang lain enggak!"



"Kenapa gitu?"



"Karena Gue calon pacar sekaligus calon imam buat Lo!" Ucap Renal tersenyum bangga.



"Idi siapa juga lagi yang mau nikah sama Lo, mimpi!"



"Yauda gampang, Gue tinggal hamilin Lo aja terus Gue bilang deh ke bokap Lo, kalo Gue bakal tanggung jawab dengan cara Lo nikah sama Gue, gampang kan?" Ucap Renal santai sambil menurun-naikan alisnya. Aletha yang mendengar itu melototkan mata nya dan langsung menimpuk kepala Renal dengan botol minuman.



"Adaw Tha sakit Tha." Ucap Renal memegang kepalanya.



Aletha yang melihat wajah Renal kesakitan, malah merasa bersalah.



"Sakit banget ya?" Ucap Aletha khawatir.



"Iyaa Tha sakit banget." Ucap Renal meringis, masih dengan memegang kepala nya.



"Sorry, abis Lo nya si ngomongnya ngaco gitu, kan Gue takut." Ucap Aletha, lalu mengusap kepala Renal. Sebenarnya tidak terlalu sakit, tapi melihat Aletha yang seperti ini Renal jadi ingin terus berpura-pura sakit saja.



Renal mengangkat tangan Aletha yang masih mengusap kepalanya, lalu memegang nya dengan sangat lembut.



"Gue sayang sama Lo, Gue gabakal ngerusak Lo, yang tadi itu cuman bercanda. Sorry kalo keterlaluan." Ucap Renal lembut. Sedangkan Aletha hanya bisa diam.



"Lo tau Tha? Gue rasanya pengen terus-terusan sakit kaya gini, biar Lo bersikap lembut dan perhatian sama Gue." Ucap Renal tersenyum lalu mengecup punggung tangan Aletha.



Aletha yang di perlakukan seperti itu, hanya bisa diam karna jantungnya sudah tidak karuan.



****


Semangatin biar semangat buat up wkwk.



Maapkeun author yang gabisa buat adegan baper.


__ADS_1


yang komen dikit, vote dikit. kenapa jadi ga semangat gini hey:(


__ADS_2