
"Salsa itu cuman masa lalu aku sedangkan kamu masa depan aku sekarang. Soal kejadian kemarin itu cuman semata-mata karna aku ngebantu dia Bel, aku berani sumpah kalo aku gak ada apa-apa lagi sama dia. Kamu percaya kan?" Tanya Raihan dengan wajah memohon dan berjongkok di depan gadis yang telah membendung air mata nya.
"Masa lalu yang sampai sekarang masih kamu harepin?" Raihan diam terpaku bingung harus menjawab apa sedangkan Bella hanya bisa meneteskan air mata sambil tersenyum kecut.
"Kenapa diem? Aku bener kan?" Raihan menggeleng cepat, harus dengan cara apalagi dia menjelaskan agar gadis nya ini percaya.
"Enggak, enggak bener. Aku sama sekali gak ngeharepin dia lagi Bel aku udah lupa sama dia, sekarang cuman kamu yang ada disini." Raihan membawa telapak tangan Bella ke dada nya, berharap kali ini gadis nya akan percaya.
"Mulut kamu bisa bilang kaya gini tapi enggak sama tatapan kamu ke dia, tatapan yang bilang kalo emang kamu masih cinta sama dia. Rai, aku perempuan aku tau kaya gimana tatapan laki-laki yang nunjukin kalo dia emang cinta sama perempuan itu kamu gak bisa bohongin aku Rai." Lagi-lagi Raihan hanya bisa terdiam, setiap kata-kata yang Bella ucapkan membuat dia mati kutu.
"Kamu tau hal apa yang paling menyakitkan daripada di khianati?"
"Apa?"
__ADS_1
"Dicintai dengan kebohongan. Kamu sama aku tapi hati kamu sama orang lain dan kesalahan aku adalah bertahan sama orang yang jelas-jelas hati nya bukan buat aku."
"Bel g--ak gitu aku-"
"Kita udahan aja." Singkat namun mampu membuat Raihan seperti di hantam ribuan batu.
"ENGGAK, AKU GAMAU!" Raihan berdiri dengan wajah tersulut emosi.
"Aku gak bisa terus-terusan sama kamu Rai, gak bisa." Ucap Bella lirih.
"Kenapa? Kamu masih tanya kenapa? Aku cemburu liat kamu lebih banyak ngeluangin waktu sama Salsa di banding aku yang pacar kamu, aku cemburu liat kamu yang begitu khawatir waktu dia sakit, aku cemburu kamu selalu nge utamain dia dibanding aku, AKU CEMBURU RAI, AKU GAK SUKA!" Teriak Bella dengan isak tangis nya. Raihan masih menatap Bella dengan perasaan sangat bersalah, sejahat itu kah diri nya selama ini?
Raihan menatap lembut Bella dan masih memegang bahu gadis yang sedang menangis itu. "Bel Salsa itu lagi sakit dia itu--"
__ADS_1
"Aku lebih sakit Rai disini," Ucap Bella menaruh sebelah telapak tangan ke dada nya.
Lagi dan lagi Raihan hanya bisa terdiam, menurut nya berbicara apapun saat situasi nya sedang seperti ini membuat semua nya terasa percuma.
"Pergi Rai, aku gak mau liat kamu dulu buat sementara." Ucap Bella menunduk. Raihan terkejut, baru kali ini Bella mengusir nya.
"Bel, pliss--"
"Pergi Rai, aku mohon." Ucap Bella memohon.
"Oke aku pergi, tapi satu hal yang harus kamu tau kalo di hati aku cuman ada nama kamu dan akan seterus nya begitu." Ucap Raihan lalu meninggalkan Bella yang masih duduk sambil menunduk, bahu nya bergetar Raihan tau pasti dia menangis lagi.
"Andai kamu tau yang sebenar nya Bel." Batin Raihan dalam hati sebelum melangkahkan kaki nya lagi keluar dari rumah Bella.
__ADS_1
GIMANA SUKA GA? COBA KALO SUKA KOMEN BIAR NNT AKU LANJUT. BELUM ADA JUDUL SI MASIH BINGUNG TAPI SECEPAT NYA AKU KASIH JUDUL BIAR BISA NEXT😻😻😻 NI CERITA MUNGKIN BAKAL BANYAK KONFLIK TAPI GA BERAT KO MASIH BERATAN RINDU AKU KE DIA. EH UPS:"