I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 27


__ADS_3

****


Author pov



"Mending kita kelas aja yu Vin," Ajak Wanda mencoba mengalihkan tatapan Rian dan Levin.



"Ayo ih,"Wanda menarik tangan Levin "Gue sama Levin duluan ya." Ucap Wanda lalu berjalan meninggalkan mereka bertiga.



"Lo kenapa si sama Levin?" Tanya Renal kepada Rian. Rian mengangkat bahunya acuh.



Sedangkan Aletha dan Renal hanya bisa bergantian bertatap, heran.



****


"Levin ih gaboleh gitu!" Ucap Wanda, saat ini mereka berada di lorong sekolah.



"Gitu kenapa?" Tanya Levin santai.



"Tadi maksudnya nanya gitu ke Rian apa? Segala ngatain dia lagi."



"Ya emang kenapa si?" Levin semakin bingung.



"Walaupun Rian itu sahabat Lo, tapi Lo gabole ngatain Rian gitu."



"Ya emang bener kali dia pecundang, suka sama cewek tapi ga berani nyatain."



"Ya kan setiap orang itu punya prinsip dan privasi masing-masing, ga semua hal harus dia kasih tau ke Lo." Ucap Wanda menasehati.



"Kenapa Lo jadi belain Rian?"



"Gue ga belain, cuman ngasih tau ke Lo jangan kaya gitu, dia juga pasti sakit hati dikatain gitu sama Lo. Lagian mungkin dia emang belum mau ngasih tau dia suka sama siapa."



"Kalo dia suka sama Lo gimana?" Tanya Levin yang membuat Wanda mendadak diam.



"Gausa ngaco Vin, cewek yang dia suka itu bukan Gue." Sedangkan Levin hanya bisa tersenyum kecil.



****


Malam hari nya dia berniat menelfon Rian untuk meminta maaf akibat perkataan Levin tadi siang di kantin, karena Wanda yakin Levin mana mau minta maaf duluan.



"Halo Rian?"



"Iya Wan kenapa?"



"Eum Gue mau minta maaf soal perkataan Levin tadi siang. Jangan di masukin ke hati ya, maksud Levin tuh baik ko, mungkin supaya Lo lebih berani nyatain perasaan Lo ke orang yang Lo suka."



"Iyaa santai aja Wan,"



"Hmm oke,"


__ADS_1


"Lo lagi dimana?"



"Di rumah, kenapa?"



"Mau keluar ga?"



"Kemana?"



"Kemana aja, temenin Gue jalan-jalan sebentar, mau?"



"Mauu, bentar ya Gue siap-siap dulu."



"Oke, nanti Gue kabarin kalo udah depan rumah Lo." Setelah itu Wanda memutuskan sambungan telfon nya.



Wanda buru-buru berganti pakaian, takut Rian sudah sampai. Dia mau diajak jalan oleh Rian, bukan karna dia ada perasaan dengan Rian, tapi menghargai Rian sebagai sahabat Levin, toh Rian juga baik sekali pada nya selama ini sudah mensuport hubungan dia dengan Levin, jadi tidak ada salah nya jika dia jalan dengan Rian, anggap saja sebagai balas budi nya.



****


"Kita ngapain kesini?" Tanya Wanda kepada Rian saat sudah turun dari mobil. Rian mengajak nya ke suatu tempat yang tidak terlalu ramai, dan di dekat sana ada air mancur dan juga danau. Membuat suasana nya dingin.



"Kita duduk disana yu." Rian dan Wanda pun berjalan menuju tempat yang ditunjuk Rian.



Saat mereka sudah duduk, Rian memperhatikan Wanda yang menggosok-gosok tangannya.



"Dingin?"




"Pake jaket Gue aja." Rian melepaskan jaket nya dan menyerahkan kepada Wanda. Sedangkan Wanda hanya bisa pasrah menerima, toh dia memang kedinginan.



"Gimana hubungan Lo sama Levin? Ada kemajuan?" Sedangkan Wanda hanya bisa menggelengkan kepala nya pelan.



"Terus soal sepupu nya itu gimana?"



"Dia udah balik ke bandung, dia juga sempet minta maaf ke Gue sama Levin."



"Ohh bagus deh," Wanda pun mengangguk, entahlah dia merasa canggung sekali, dia juga sedikit merasa bersalah kepada Levin karena telah jalan bersama Rian. Padahal Levin saja belum tentu peduli.



"DEK,SINI!" Panggil Rian kepada seorang pengamen yang kira-kira masih berusia remaja.



"Kenapa ka?" Tanya salah satu anak itu saat sudah menghampiri mereka.



"Boleh pinjem gitar nya ga? Kaka bayar 100 ribu."



"Boleh ko ka," Ucap Anak itu lalu menyerahkan gitar nya kepada Rian saat Rian sudah memberikan uang nya, setelah itu dua orang anak pengamen itu menjauh dari hadapan Rian dan Wanda.



"Lo mau ngapain? Ngamen juga?" Tanya Wanda sambil tertawa.



"Enak aja, nyanyi lah."

__ADS_1



"Emang bisa?"



"Bisa dong,"



"Coba nyanyi."



Rian pun tersenyum lalu mulai memetikan gitar nya dan bernyanyi. Rian menyanyikan lagu HIVI-orang-ke 3.



Namun tiba-tiba kau ada yang punya


Hati ini terluka


Sungguh ku kecewa


Ingin ku berkata



Kasih maaf bila aku jatuh cinta


Maaf bila saja ku suka


Saat kau ada yang punya



Harus kah ku pendam rasa ini saja


Atau kah ku teruskan saja


Hingga kau meninggalkan nya


Dan kita bersama



Rian masih terus asik bernyanyi dan memetikan gitar nya, membuat Wanda menatap nya kagum, suara Rian sangat bagus.



Akan kah ada kesempatan


Untuk diriku menyatakan rasa


Yang selama ini ada ohhhh



Kasih maaf bila aku jatuh cinta


Maaf bila saja ku suka


Saat kau ada yang punya



Harus kah ku pendam rasa ini saja


Atau kah kuteruskan saja


Hingga kau meninggalkannya


Dan kita bersama



Wanda memberikan senyum dan tepuk tangan nya saat Rian sudah selesai bernyanyi.



"Bagus banget suara Lo!" Puji Wanda membuat Rian tersenyum.



"Thanks, lagu itu buat cewek yang Gue sayang." Ucap Rian masih dengan tersenyum dan menatap Wanda yang kini menatap nya bingung.



****


EMANG GAJELAS PART NYA, GADA IDE SOALNYA MIKIRIN TUGAS BANYAK BGT YA ALLAH:(


__ADS_1



__ADS_2