I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 28


__ADS_3

Sebelum nya aku mau minta maaf, karna ada adegan yang kelewat, yang promnight kalian inget? Nah itu aku lupa sampe alur nya jadi gajelas gini, aku lagi banyak pr dan sibuk sama urusan lainnya, tapi maksain update jadi ya kaya gini, maaf banget ya:( aku kayanya gabakal bikin adegan prom night nya, kalian anggap aja itu udah selesai. Karna aku mau cerita ini cepet-cepet selesai. Tapi tenang jangan sedih yups karna bakal ada cerita baru aku judulnya MY SWEET HUSBAND. Lvyou😚😚 siap-siap baca part ini:"



****


"Eh Gue denger-denger bakal ada murid baru kata nya." Ucap Renal kepada Rian dan Levin. Sekarang mereka sedang berada di kelas.



"Cewek? Cowok?" Tanya Rian.



"Cewek si katanya." Levin hanya bisa mendengarkan mereka berdua, tidak ikut berbicara.



"Lumayan tuh Yan buat digebet, siapa tau cakep."



"Ogah, Lo aja."



"Yee Gue mah setia sama Aletha."



"Levin aja dah." Ucap Rian sambil melirik Levin yg sedari tadi diam memainkan ponsel nya.



Tiba-tiba guru pun datang.



"SELAMAT PAGI ANAK-ANAK." Ucap Pak Robi.



"PAGI PAKKK," Ucap seluruh murid serempak.



"Ayo Tasya sini silakan masuk," masuk lah seolah gadi cantik berambut sebahu. Terdapat siulan dari para lelaki, kecuali Levin dan juga kedua sahabatnya.



"Hari ini kita kedatangan murid baru, Tasya silakan perkenalkan diri kamu."



"Hallo, perkenalkan nama Gue Tasya, Gue pindahan dari bogor."



"Geulis pisan euyy,"



"Meuni manis amat si neng."



"Pacaran ama aa yok." Kira-kira begitulah godaan para lelaki di kelas itu.



"Sudah-sudah, Tasya silakan kamu duduk di bangku kosong yang belakang."



"Baik pak, makasih." Tasya berjalan melewati meja Levin dan tersenyum menatap laki-laki itu, sedangkan Levin hanya bisa menatap datar gadis itu.



****


"Levin nanti malem kita jalan yu?" Ajak Wanda, sekarang mereka sedang berjalan menuju ke parkiran. Sebenar awal nya Levin tidak ada niatan mengajak Wanda pulang bareng, tapi melihat gadis ini pulang sendirian akibat Aletha pulang bersama Renal, entahlah dia merasa tidak tega dengan gadis ini.



"Males,"



"Ih ayodong, sekali aja plis!" Ucap Wanda memohon.



"Gak."



"Jutek lagi is kesel. Ayolah sekali aja pliss pliss pliss!"



Levin menghela nafas kasar, jika Levin menolak gadis keras kepala ini akan terus-terusan memaksa nya dan membuat nya risih.



"Iya,"



"Yess, janjian di cafe aja ya Vin, nanti Gue sharelock."

__ADS_1



"Hm," Sedangkan Wanda masih memasang senyum senang nya.



****


Levin sedang dalam perjalanan menuju cafe yang sudah di sharelock Wanda, tapi dia melihat seorang gadis di halte, Levin seperti mengenal Wajah gadis itu.



"Ngapain Lo disini?" Tanya Levin.



"Eh, Lo yang sekelas sama Gue itu kan?" Tanya gadis itu.



"Iya, Lo Tasya kan?"



"Hehe iya, nama Lo siapa?"



"Levin, Gue tanya ngapain cewek malem-malem sendirian disini?"



"Gue lagi nunggu taksi tapi gaada yang lewat."



"Yauda Gue anter, Rumah Lo dimana?"



"Eh gausa gapapa nanti ngerepotin."



"Daerah sini jarang ada taksi."



"Ohya? Gue gatau soalnya." Ucap Tasya sendu.



"Yauda mau pulang apa enggak?"



"Mau, bener kan ga ngerepotin?"




Saat Tasya sudah naik keatas motor, dia memegang pinggang Levin.



"Gausa berfikir yang macem-macem, Gue nolongin Lo karna Lo temen sekelas Gue aja." Ucap Levin, Tasya yang awal nya senyum kini memudar akibat ucapan Levin.



Dan Levin melupakan janji nya bersama Wanda.



****


"Ih Levin mana si? Udah jam segini tapi ko belum dateng juga?" Ucap Wanda berbicara sendiri sambil melirik jam nya. Sudah jam 9 tapi Levin belum kunjung datang, padahal dia sudah menelfon dan mengirim pesan, tapi tidak satupun dibalas Levin.



"Maaf mbak, jadi mau pesen apa?" Ucap seorang pelayan.



"Nanti ya, temen saya nya belum dateng." Pelayan itu mengangguk lalu meninggalkan meja yang Wanda tempati.



Jam sudah menunjukkan pukul 10, tapi Levin juga belum datang. Wanda pun memutuskan untuk pulang saja. Mungkin saja Levin lupa, ah atau lebih tepat nya sengaja lupa karna tidak ingin jalan bersama diri nya.



Di perjalanan tidak henti-henti nya Wanda menangis, hujan yang besar membuat tangisannya tertutupi. Entahlah dia merasa sangat hancur malam ini.



Apa Levin memang sama sekali tidak punya perasaan sedikitpun untuk nya lagi? Lalu kenapa perlakuan nya seolah memberi harapan? Apa yang harus Wanda lakukan sekarang? Rasanya menangis kencang pun tidak ada guna nya. Akan tetap sama, Levin TIDAK MENCINTAI NYA.



****


Di tempat lain Levin sudah berada di kamar nya, dan dia seperti ada yang lupa. Astaga dia baru ingat kalo malam ini dia ada janji bersama Wanda. Levin melihat jam di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 10, dan dia janji bersama Wanda pada jam 8. Astaga kali ini Levin melakukan kesalahan lagi.



Tadi di rumah Tasya, orang tua Tasya menyuruh Levin untuk masuk dulu, Levin yang tidak enak pun meng iyakan ajakan itu, sampai-sampai dia lupa terhadap Wanda.


__ADS_1


Berulangkali Levin menelfon dan mengirim pesan kepada Wanda, tapi sama sekali tidak dibalas. Apa gadis itu marah pada nya? Tentu saja pasti nya. Sekali lagi, Levin memang benar-benar brengsek.



****


Levin melajukan motor nya menuju beskem tempat biasa dia kumpul bersama Rian dan Renal, dia tidak berani menemui Wanda. Dia belum siap melihat gadis itu menangis, membayangkan nya saja sudah membuat Levin lagi-lagi frustasi. Katakan saja dia sekarang pengecut.



Di tempat beskem itu ternyata ada Renal dan juga Rian.



"Tumben kesini Vin." Tanya Rian kaget, karna biasa nya Levin jarang sekali kesini malam-malam seperti ini.



"Iya tumben banget, kenapa Lo?" Tanya Renal. Levin duduk dan mengusap wajah nya kasar.



"Lagi-lagi Gue bikin kesalahan."



"Maksud Lo?" Tanya Rian.



Levin menceritakan semuanya dari awal kepada mereka berdua.



"Lo cowok paling tolol yang pernah Gue tau!" Umpat Renal.



"Gue gangerti sama jalan pikiran cowok yang kaya Lo, kalo emang Lo gacinta dan gapunya perasaan apa-apa lagi sama Wanda, jangan ngasih dia harapan, lepasin dia. Biarin dia bahagia sama orang lain." Bentak Rian, yang membuat Levin berdiri. Sedangkan Renal yang melihat itu ikut berdiri, takut terjadi pertengkaran diantara mereka berdua. Posisi nya sekarang Levin berdiri di depan Rian yang sedang duduk, sedangkan Renal berdiri disamping Levin.



"Maksud Lo apa ngomong kaya gitu?" Ucap Levin tajam sambil menunjuk wajah Rian. Rian pun ikut berdiri seolah menantang.



"Gue ngomong fakta ko, Lo itu brengsek vin, brengsek." Ucap Rian tersenyum meremehkan. Levin menarik kerah baju Rian, Renal yang melihat itu memisahkan mereka.



"Vin udah! Apa-apaansi ko jadi berantem!" Levin melepaskan tangannya dari kerah Rian.



"Gue brengsek? Terus apa beda nya sama Lo yang pengecut?" Tanya Levin kepada Rian, wajah mereka masih saling berhadapan.



"Maksud Lo?"



"Jangan Lo pikir Gue bego ya, Gue tau ko selama ini siapa cewek yang Lo suka."



"Maksud Lo apa hah? Kenapa jadi ke Gue? Ini permasalahan Lo, gaada sangkut paut nya sama Gue!"



"Karna Lo penyebab dari semua permasalahan ini."



"Tau apa Lo hah?"



"KARNA GUE TAU LO SUKA SAMA WANDA!" Bentak Levin di depan Wajah Rian yang membuat Rian diam tidak dapat berbicara, sedangkan Renal yang melihat itu malah semakin di buat bingung, sebenar nya apa yang terjadi?



"Lo suka sama Wanda dari sebelum Gue pacaran sama dia. Tapi bodoh nya Lo malah nyimpen perasaan Lo sendiri. Lo mau tau kenapa Gue mutusin Wanda? Itu semua demi persahabatan kita, waktu Gue tau kalo Lo itu suka sama Wanda Gue langsung mutusin dia, kalo Lo tanya rasa nya gimana. Gue bakal jawab, berat banget. Gue cinta sama Wanda, tapi di sisi lain Gue tau Lo ngerasa ga nyaman setiap kali liat Gue sama Wanda. Gue sengaja ga ngasih tau alesan Gue mutusin Wanda tiba-tiba, karna Gue mau Lo jujur dari mulut Lo sendiri. Berbulan-bulan Gue coba lupain Wanda, tapi tetep gabisa. Kalo Lo tanya Gue sayang sama dia apa enggak? gue bakal jawab sayang, bahkan cinta. Perlakuan Gue selama ini ke Wanda cuman supaya dia benci sama Gue dan lupain Gue. Gue tau hal yang Gue lakuin ini emang konyol banget dan malah berujung nyakitin Wanda, tapi mau gimana lagi? Lo berdua itu sama-sama penting Buat Gue, pilihan yang sulit buat Gue."



"Tau dari mana Lo soal Gue suka Wanda?" Ucap Rian gugup.



"Laptop Lo, Gue ga sengaja ngebuka salah satu file pribadi Lo, dan dari situ Gue mulai tau Lo suka sama Wanda."



"Kenapa Lo lakuin ini semua?"



"Gue gamau egois, kalo Lo aja gabisa milikin Wanda, berarti Gue juga."



"Gue---"



"Tapi Lo tenang aja, kali ini Gue bakal nebus semua kesalahan Gue sama Wanda, Gue bakal dapetin dia lagi dan kali ini Gue gabakal lepasin dia, sekalipun saingan nya itu Lo, sahabat Gue sendiri." Ucap Levin tajam lalu keluar dari beskem nya meninggalkan Rian dan Renal.


__ADS_1


"Yang Levin bilang itu bener?" Tanya Renal kepada Rian, sedangkan Rian hanya bisa duduk kembali sambil mengusap wajah nya kasar.


__ADS_2