I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 29 (END)


__ADS_3

Ini part terakhir, maap kalo ga sesuai sama apa yang kalian bayangkan, karna udah kesepakatan aku alur nya bakal kaya gini. Jangan sedih karna bakal ada 1 extra part yang ngebuat kalian baper sama Levin dan Wanda. And ada cerita baru judulnya "MY SWEET HUSBAND"



Sudah dua hari Wanda mendiamkan Levin bahkan mengabaikan Lelaki itu. Dia teringat akan perkataan Aletha tempo lalu jika Aletha berada di posisi dia.


"Kalo Gue jadi Lo? Gue bakal diemin dia, cuekin dia, bodoamat sakit hati juga. Lebih penting harga diri Gue Wan dibanding ngejar-ngejar cowok kaya gitu gaada gunanya. Mending Gue sama cowok yang bisa ngehargain cewek dibanding stuck sama cowok brengsek." Kira-kira begitu kata yang di ucapkan Oleh Aletha kepada Wanda.


Sedangkan Levin merasa dunia nya hancur, dia tidak bisa di diamkan seperti ini. Lebih baik Wanda membentaknya, memukulnya atau bahkan menamparnya dibanding harus meng acuhkan dirinya. Levin juga tidak lagi saling tegur sapa dengan Rian, lelaki ini lebih milih menyendiri memikirkan bagaimana caranya agar Wanda mau memaafkannya.


Sekarang Levin sedang berada di kelas, jam istirahat pun sudah dimulai, tapi Levin memilih untuk menyendiri di bangku paling pojok sambil mendengarkan lagu memakai headset. Rian dan Renal juga sempat mengajak Levin berbicara agar mereka tidak seperti ini, tapi selalu saja Levin menghindar.


"Vin, kantin ga?" Tanya Renal. Levin malah memejamkan matanya sambil terus mendengarkan lagunya seolah tuli dengan perkataan Renal.


"Sampe kapan Vin Lo mau diemin Gue sama Renal kaya gini? Yang salah disini Gue, Lo boleh nonjok Gue sepuas Lo kalo itu bisa bikin Lo Maafin Gue." Kali ini Rian yang berbicara.


Levin yang tadi sedang memejamkan matanya kini membuka matanya lalu melepas headset yang ada di telinganya sambil berdiri dan menatap kedua sahabatnya.


"Gue rasa kalo pun Gue nonjok Lo sampe bonyok gabakal bisa bikin Wanda balik lagi ke Gue, jadi buat apa?" Ucap Levin menatap Rian dan mengangkat sebelah alisnya lalu pergi menuju keluar kelas.


Sedangkan Rian hanya bisa diam, entahlah dia juga bingung.


"Yang sabar ya, Gue yakin ko nanti Levin bakal kembali kaya dulu lagi ke kita." Ucap Renal menepuk bahu Rian.



Levin yang sedang berjalan menuju koridor melihat Aletha yang sedang berjalan sendiri lalu menarik tangan gadis itu.


"Apaansi narik-narik Gue?!" Tanya Aletha ketus.


"Tha Gue mohon bantuin Gue supaya Wanda mau maafin Gue." Ucap Levin sendu.


"Supaya bisa Lo sakitin lagi? Gitu?"


"Gue janji Tha Gue gabakal nyakitin Wanda lagi, Gue mau jelasin semuanya ke dia Tha."


"Setau Gue janji itu cuman kalimat penenang yang berakhir dengan kebohongan si."


"Tha please..." Ucap Levin mulai jengah dan kehabisan kata-kata.


"Udahlah Vin, Lo itu emang udah seharusnya ngejauh dari Wanda, kasian dia kalo harus sama Lo terus, yang ada batin. Seenggaknya kalo emang gabisa bikin bahagia dia jangan bikin dia sakit hati sama perlakuan Lo."


"Kalo emang hobi Lo mainin cewek pikirin dulu gimana ibu Lo susah-susah ngedidik udah gede malah mainin cewek. Maap-maap aja nih, Gue kasar karna Gue bukan cewek munafik kaya diluaran sana. Inget, perlakuan Gue tergantung sikap orang itu gimana. Kalo Gue kasar berarti Lo bajingan." Ucap Aletha lalu meninggalkan Levin yang masih terdiam di tempat mencerna setiap kata-kata Aletha. Jadi selama ini dirinya brengsek dan bajingan?



Levin memilih berada di rooftop dan menghabiskan waktunya dengan menghisap rokok, saat ini pikirannya benar-benar sedang kacau. Dia bingung harus bagaimana.


"Jangan bunuh diri Lo sendiri Vin, ga baik banyak-banyak ngerokok." Ucap Rian yang tiba-tiba ada di sampingnya.


"Apa urusannya sama Lo?"


"Gue peduli, karna Lo sahabat Gue." Sedangkan Levin hanya bisa tersenyum kecut.


"Gue mau minta maaf, Gue akuin Gue salah dan Gue emang suka sama Wanda jauh sebelum Lo kenal dia. Dan bego nya Gue gaberani deketin dia duluan dan malah keduluan sama Lo, bener kata Lo Gue itu pengecut." Ucap Rian tertawa hambar.


"Tapi sumpah demi apapun Gue sama sekali gaada niat ngancurin hubungan Lo sama Wanda waktu Lo masih pacaran sama dia. Gue gamau persahabatan kita hancur cuman gara-gara ini Vin. Kita udah sahabatan lama, gaenak kalo harus diem-dieman kaya gini. Lo mau kan maafin Gue?" Ucap Rian dengan nada memohon. Sedangkan Levin menatapnya sambil tersenyum tipis.


"Gue maafin Lo, lagian semua ini bukan sepenuhnya salah Lo. Salah Gue juga yang terlanjur ngambil keputusan terlalu cepat." Ucap Levin sambil menepuk bahu Rian, sedangkan Rian tersenyum bahagia, akhirnya.


"Bagus kalo Lo sadar, jadi sekarang tugas Lo bikin Wanda balik lagi sama Lo, dan jelasin semuanya ke dia."

__ADS_1


"Dia bahkan gamau ngeliat Gue." Ucap Levin tertawa miris.


"Gue bisa bantuin Lo."


"Gimana caranya?"


Rian membisikkan kata-kata yang membuat Levin menautkan alisnya.


"Yakin cara ini bakal berhasil?"


"Yakin lah, Lo terima beres aja biar Gue sama Renal yang ngerjain."


"Thanks bro." Ucap Levin tersenyum.


"Santay aja, anggap aja sebagai permintaan maaf Gue."


"Ohiya ngomong-ngomong Renal mana?"


"Bucin dia sama Aletha."


"Hahaha, terus Lo kapan?"


"Belum dapet nih,"


"Bukan belum dapet Lo nya aja yang masih suka sama cewek Gue." Ucap Levin tertawa.


"Sialan!" Umpat Rian lalu menoyor kepala Levin. Akhirnya setelah dua hari mereka tidak saling bicara, kali ini mereka habiskan dengan canda tawa.



"Udah Tha ah jangan di dandanin menor gini." Ucap Wanda kesal sambil menepuk-nepuk pipi nya yang merah.


"Ih jangan di apus. Ga menor ya ampun Lo tuh keliatan cantik banget astaga."


"Udah nanti juga Lo tau, ayo berangkat."



"Ngapasin si ke taman yang gelap begini, serem tau Tha. Ayo ah balik aja." Ucap Wanda lalu berbalik badan. Buru-buru Letha menarik tangannya.


"Ih tunggu dulu sabar Wan." Letha menengok kanan dan kiri.


"Nyari siapa si?" Tanya Wanda, tiba-tiba ponsel Aletha berbunyi.


Renal🐒🖤: Bawa Wanda ke deket yang ada kolam ikan yang.


"Siapa yang chat?"


"Kepo banget, ayo ikut Gue."


"Mau kemana lagi ya allah." Ucap Wanda, diri nya sudah ditarik Oleh Aletha.



"Ko tempat nya kaya banyak bunga-bunga sama balon gini si Tha, kaya pesta. Siapa yang ulang tahun?" Tanya Wanda lalu menengok untuk melihat Aletha, tapi saat dia menengok Aletha sudah tidak ada.


"Aletha Lo kemana?" Tanya Wanda mulai ketakutan di tempat sepi seperti ini.


"Gaada Aletha, ada nya Gue." Ucap Levin yang sudah memakai kemeja rapih. Awalnya Aletha tidak setuju dengan semua rencana ini. Tapi setelah Renal mencoba meyakinkan bahwa Levin tidak akan menyakitin Wanda lagi, Aletha pun setuju.


"Levin? Ini semua..."

__ADS_1


"Iyaa ini semua buat Lo."


"Kenapa Lo lakuin ini semua?"


Levin mendekat kearah Wanda dan berlutut di depannya sambil memegang tangan Wanda.


"Gue mau minta maaf atas semua perlakuan yang selama ini Gue lakuin sama Lo. Gue sayang Wan sama Lo, Gue gamau kehilangan Lo."


"Kalo sayang kenapa Lo putusin Gue dulu, kenapa perlakuan Lo seolah nyuruh Gue buat pergi dari kehidupan Lo?" Ucap Wanda mulai membendung air matanya.


Levin bangkit lalu membawa Wanda ke bangku kecil yang ada disitu.


"Ada alesan yang ngebuat Gue ngelakuin itu semua."


"Apa?"


Levin mulai menceritakan semuanya, dan Wanda yang mendengar itu malah terkejut.


"Semuanya itu bener?" Levin hanya mengangguk sambil tersenyum dan menghapus air mata yang ada di pipi gadis yang dia cintai.


"Gue emang bodoh banget ngelakuin hal kaya gitu. Tapi yang harus Lo tau bukan cuman Lo yang tersakiti tapi Gue juga. Lo boleh bilang Gue egois karna udah mutusin Lo tapi gapengen Lo jauh dari Gue. Gue minta maaf Ean. Lo boleh tampar Gue atau maki-maki Gue, asal jangan pernah lagi pergi dari hidup Gue." Ucap Levin menggenggam erat tangan Wanda.


"Gue ga pernah pergi, Gue tetep disini dan selalu disini." Ucap Wanda membalas genggaman tangan Levin.


"Apa masih ada kesempatan buat Gue?"


"Jangankan kesempatan, bahkan tempat Lo di hati Gue pun masih sama, gaada yang bisa gantiin posisi Lo." Levin tersenyum bahagia, gadis ini begitu baik dan Levin semakin mencintai nya.


"Jadi kalo Gue minta Lo balik lagi sama Gue, Lo mau?"


"Enggak."


"Loh ko gitu?" Tanya Levin mulai cemas.


"Ga romantis banget ngajak balikannya!" Ucap Wanda dengan nada manja, hal itu membuat Levin terkekeh, gadis nya begitu menggemaskan.


"Yauda deh," dengan bunga di tangannya Levin kembali berjongkok di depan Wanda yang sedang duduk.


"Saya Levin sanjaya meminta engkau Wanda armila untuk menjadi pasangan seumur hidup saya, merajut kasih yang sempat tertunda, dan menjalin cinta sepanjang usia. Maukah?" Wanda malah tertawa, kenapa Levin nya menjadi romantis dan alay di waktu yang bersamaan.


"Ngajak balikan apa ngelamar sih?" Ucap Wanda terkekeh.


"Maunya?"


"Dilamar dong."


"Kalo itu pasti. Tunggu aku sukses ya, setelah itu aku bakal lamar kamu." Ucap Levin lembut.


"Kenapa harus nunggu sukses." Tanya Wanda polos.


"Wanita yang luar biasa itu emang wanita yang siap diajak susah sama suaminya. Tapi, laki-laki yang luar biasa itu adalah laki-laki yang gabakal mau ngeliat istrinya kesusahan. Jadi karna aku gamau ngeliat kamu kesusahan aku bakal sukses dulu baru berani nikahin anak orang." Ucap Levin, sedangkan Wanda malah tersenyum malu-malu.


Dengan cepat Levin memeluk Wanda dan Wanda pun membalas pelukannya.


"Aku cinta kamu Vin."


"Aku juga cinta kamu. Kemarin, hari ini, besok, dan selamanya."



Tunggu extra part nya yups, BAKAL BAPER BANGET😘😘 SPOILER: Lepin dan Wanda udah nikah😘

__ADS_1


ig:zika_pz


__ADS_2