I Love My-Ex

I Love My-Ex
Part 21


__ADS_3

Ini konplik udh dimulai ye, siap-siap pala kalian semua keluar asep wkwk. Tenang ini konplik nya ga berat ko, gakaya rindu ke mantan, Eh. Pokoknya belon ke inti lah.



****


Author pov



"Mamah lagi ngapain si?"



"Ini bikin Kue,"



"Anak TK juga tau Mah, maksud Wanda tuh bikin kue apa?"



"Kue bolu rasa pandan, itu ada yang udah jadi, kamu bawa gih ke rumah Levin."



"Yang mana mah?" Ucap Wanda semangat.



"Soal aja Levin cepet banget."



"Hehehe iya dong, yauda yang mana ini kue nya?"



"Itu yang udah di bungkus." Ucap Mamah Wanda sambil menunjuk kantong kresek berwarna putih.



"Yauda Wanda berangkat dulu ya, assalamualaikum." Ucap Wanda mencium pipi Mamah nya lalu jalan menuju pintu keluar dengan semangat. Sedangkan Risa hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah putri nya itu.



****


"Wanda?" Ucap Levin kaget saat membuka pintu rumahnya.



"Halo calon pacar." Ucap Wanda sambil terkekeh.



"Ngapain kesini?"



"Mau ngasih kue dari Mamah Gue buat calon besan nya."



Baru Levin ingin menjawab, ibunda Levin sudah lebih dulu muncul dan menyapa Wanda.



"Eh Wanda, tumben sayang kesini ko ga bilang-bilang? Kan bisa dijemput Levin."



"Hehe gapapa Tante, cuman mau ngasih ini dari Mamah." Ucap nya sambil menyerahkan kantong yang berisi kue itu.



"Ya ampun ko repot-repot banget, bilang makasi ya sama Mamah."



"Iyaa Tante."



"Yauda yu sayang masuk, Tante lagi masak Loh, kita makan bareng-bareng nanti." Ucap ibunda Levin, lalu menarik Wanda ke dalam. Sedangkan Levin? Seperti biasa, hanya bisa melongo melihat kedua perempuan itu, selalu saja dia di lupakan ckckc!



****


Sekarang ibunda Levin dan Wanda sudah ada di dalam dapur.



"Lagi masak apa Tante?"



"Masak sop kesukaan Levin sayang."



"Wanda bantuin potong Wortel nya ya."

__ADS_1



"Iyaa, hati-hati ya nanti kena pisau nya." Wanda hanya mengangguk, lalu mulai memotong wortel nya.



Saat mereka berdua sedang asyik memasak di dapur, Levin datang bersama Dua orang sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Rian dan Renal.



"Mah ada dua kunyuk ni dateng!"



"Assalamualaikum Tante, makin cantik aja si." Ucap Renal, lalu mencium tangan Sinta.



"Haha bisa aja kamu Renal."



"Emak temen masih aje di embat!" Ucap Rian saat sudah mencium tangan Sinta. Mereka semua hanya bisa membalas  dengan tertawa kecil.



"Yee sirik aja Lo! Eh betewe ada Wanda si? Ciee yang udah balikan!" Goda Renal kepada Levin.



"Apansi Lo!" Ucap Levin ketus.



"Udah udah, mending kalian ke belakang taman aja gih, nanti tante buatin minuman."



"Oke Tante cantik makasi." Ucap Renal, Lalu mereka bertiga menuju ke taman yang ada di belakang.



"Kamu tolong bikinin minuman ya,"



"Iya Tante,"



Saat Wanda sedang asyik membuat minuman tiba-tiba seorang gadis datang.




"Raya? Kamu udah dateng? Ko ga ngabarin tante si?" Sinta langsung memeluk gasi yang bernama Raya itu.



"Kejutan tante, eh iya Levin mana? Kangen nih udah lama ga ketemu."



"Levin ada di belakang taman sama temen-temen nya."



"Yauda aku ke Levin dulu ya Tante."



Gadis yang bernama Raya itu langsung pergi menuju taman belakang.



"Itu siapa Tante?" Tanya Wanda yang terlihat penasaran.



"Oh itu ponakan Tante, dia baru dateng dari bandung, katanya mau liburan sebentar disini. Tapi yagitulah, ponakan jauh."



"Oh yauda Tante, Wanda ke belakang dulu ya." Ucap Wanda sambil membawa nampan berisi minuman tersebut.



Baru saja Wanda akan melangkah, Sinta memegang tangan nya pelan. Wanita itu menatap Wanda lembut.



"Tante cuman mau bilang kamu maklum ya sama sifat Raya nanti, dia emang gitu orang nya."



"Maksudnya gimana Tan?" Tanya Wanda mengerutkan keningnya bingung, Sinta menggeleng.



"Gapapa lupain aja, yauda kamu bawa minuman nya gih sana."


__ADS_1


****


Saat sudah sampai di taman, Wanda melototkan matanya melihat gadis yang bernama Raya itu sedang mengalungkan tanganya di leher Levin, Raya bahkan mencium pipi Levin berulang kali.



Wanda meletakkan nampan berisi minuman itu kasar, dia panas benar-benar sangat panas. Renal memainkan ponselnya tidak mau ikut campur, sedangkan Rian hanya bisa menatap Wanda.



"Gue kangen banget sama Lo Vin, selama Gue disini nanti kita jalan-jalan ya." Ucap Raya manja, sedangan Levin hanya bisa mengangguk.



Levin yang baru sadar akan kehadiran Wanda pun buru-buru menjauhkan badan nya dari Raya.



"Wan sini," Panggil Levin, Sedangkan Wanda hanya bisa tersenyum lalu duduk di samping Levin.



"Kenalin Ray, dia Wanda."



"Emang dia siapa Lo?" Ucap Raya kepada Levin dengan nada tidak suka.



"Temen Gue." Ucap Levin yang sukses membuat hati Wanda lagi-lagi ter iris.



"Oh temen, kirain pacar. Yauda Ke dalem yu Vin Gue laper nih." Ucap Raya manja sambil menarik tangan Levin.



"Iya, Wan Lo mau ik--"



"Udah ih kita duluan aja." Ucap Raya lagi, lalu menarik tangan Levin masuk ke dalam rumah.



Sedangkan Renal yang melihat itu berdiri lalu menghampiri Wanda.



"Jangan cemburu Wan, dia cuman sepupu, Gue ke dalem ya." Ucap Renal dan dibalas anggukan dan juga senyuman.



"Ayo ke dalem." Ajak Rian.



"Enggak deh, Gue mau pulang aja."



"Kenapa?"



"Gapapa." Ucap Wanda tersenyum.



"Gue anter ya."



"Gausa, Gue bisa pulang sendiri."



"Padahal Gue mau ngajak Lo ke suatu tempat, yang bisa ngilangin beban pikiran."



"Mau kemana?"



"Ikut aja dulu."



"Yauda deh," Rian tersenyum mendengarkan jawaban Wanda. Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah untuk segera berpamitan. Rian tidak akan tega membiarkan Wanda ada di situasi seperti ini.



****


Gimana? Udah panas? Belom ya? Oke nanti bakal dibikin yang tambah panas.



Digantung dulu ya, gatau sampe kapan, tergantung semangat dan vote.


__ADS_1


__ADS_2