
Alhamdulillah ternyata sedikit sedikit Up lama lama nambah juga ya episode nya.. he he he
Yailah thor gimana coba masak malah berkurang?π
Budayakan sebelum membaca klik Vote, Tip, Like dan favorit ya..
Terima kasih..
S E L A M A T M E M B A C A
"iya aku tau Tik.. tapi mas Akbar masih singel kaliii.. orang dia juga mau menemui orang tuaku.." jawab ku santai karena memang itu kebenaran nya..
"Semoga lancar ya Ai.. saling percaya saja satu sama lainnya, jangan gampang percaya omongan orang yang tidak penting, siapa tau orang orang asal omong saja biar kalian putus ya kaan??" petuahnya yang dan aku jawab dengan anggukkan kepala serta senyum tipis.
"Apa si Tutik nggak tau ya.. apa yang terjadi tadi pagi, drama yang di perankan oleh sahabatnya itu.. tau akh emang aku pikirin yang penting sekarang saling percaya, jujur itu kuncinya dalam sebuah hubungan agar tetap langgeng.." Lirihku dalam hati dengan yakin.
Pada hakikatnya dalam suatu hubungan butuh suatu komitmen, kepercayaan dan kejujuran yang semua itu bisa membawa kita menuju kelangsungan suatu ikatan. Karena saat kita mencintai seseorang seringkali mengalami naik dan turunnya suasana hati. Ada kala dimana kita sering kali merasa sangat bahagia dan ada kala dimana kita juga merasa sedih dan kecewa.
Maka dari itu mari kita biasakan saling percaya, kalaupun ada masalah maka segera selesaikan lah jangan tunda ataupun menghindar sebab itu tidak akan selesai tapi malah sebaliknya yaitu memperkeruh keadaan.
Readers : widdiihh.. Author bijak bijak..prok prok prok ππ»ππ»
Author : Masak sih.. perasaan biasa aja tuh.. he he he
Readers : Iya Thor beneran, tumben bener itu jempol nya, hi hi hi hiπ
Author : Gini nih.. jempol jadinya yang kena.. sudah yuk next keburu ilang ke haluan eike reader
Readers : Skuy Thor Neeexxttt...
Beberapa Minggu kemudian..
__ADS_1
Tak terasa kini tepan sudah 2 Minggu hubungan aku dan mas Akbar berjalan, inilah saat yang ku tunggu dimana mas Akbar akan memintaku ke kedua orang tua ku sebagai bukti keseriusan hubungan kami nanti nya, meskipun tidak langsung melamar tapi paling tidak mas Akbar sudah meminta restu di awal hubungan kami.
Besok aku libur kulya yang artinya aku akan pulang karena sudah rindu kedua orang tua ku dan keluarga yang lainnya, dan kebetulan mas Akbar pun besok libur kerja itu artinya besok mas Akbar akan kerumah.
"Aduh aku kok semakin kesini semakin jadi deg deg an ya.. aku takut nanti melihat respon ayah dan ibu.." pikir ku dalam hati yang sedari tadi tidak tenang memikirkan respon kedua orang tua ku
Setibanya dirumah aku menyampaikan kepada kedua orang tua ku bahwa nanti malam mas Akbar akan main kerumah, awalnya orang tua ku bingung mas Akbar siapa, lalu aku sedikit bercerita kalau kami dekat dan bertemu di Rumah Sakit swasta X saat praktek dan orang tua ku tidak banyak bertanya lagi karena memang belum tau bagaimana mas Akbar.
Langit pun berubah menjadi Jingah artinya matahari sudah bersembunyi dan berganti petang yang berganti dengan datang nya sang rembulan cahaya malam yang indah.. saat malam datang aku mendengar suara motor didepan rumah, jantung ku rasanya mau lompat keluar saking gugup nya aku ketika mas Akbar berkunjung kerumah karena aku takut nanti orang tua ku tidak suka.
"Assalamu'alaikum.." ucap salam dari mas Akbar ketika di depan pintu..
Ceklekk..
"wa'alaikumussalam.. mari masuk mas, apa ini mas Akbar teman nya putri saya Aeindy?" tanya Ayah ku ketika membuka pintu dan menjawab salam dari mas Akbar dan menyambut kedatangan mas Akbar.
"iya pak saya teman nya Ai.." jawab mas Akbar sembari menyalami tangan Ayah kemudian ibuku dan kakak kakakku
"Mohon maaf sebelumnya kalau boleh bapak tau nak Akbar rumah nya dimana? dan bagaimana bisa bertemu dengan Ai?" ayah ku mulai melakukan sesi tanya tanya ke mas Akbar dan mas Akbar pun santai tidak tegang atau gugup sama sekali.
"Ehm.. rumah saya di Desa M pak, kami bertemu tidak sengaja di waktu Ai praktek di Rumah Sakit Swasta X tempat saya bekerja" jawab mas Akbar dengan santai dan sopan.
"Mas Akbar pembimbing ruangan ku yah." tambah ku di tengah tengah obrolan ayah dan mas Akbar.
"Kenapa mas Akbar tenang tenang saja, sedangkan aku yang gugup dan takut begini.. apa iya dia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini beda dengan aku yang baru pertama kali ada teman laki laki main kerumah dan langsung minta bertemu dengan kedua orang tua ku." Gumam ku dalam hati dengan ******* ***** tangan ku karena saking gugup nya aku.
"Jangan gugup kali dek, biasa saja, kayak mau di nikahkan saja sudah keringat dingin kayak gitu, Ck!" Goda kakak kakak ku dan juga kakak ipar ku saat mereka melihat ku sangat gugup
Aku langsung melotot karena godaan kakak kakak dan kakak ipar ku tadi sambil menggerutu.. "Aduuhh itu mulut mereka kenapa suka bener dan jujur banget sih, suka banget gitu buat adek nya malu."
"Diminum dulu nak, jangan dilihat saja minum nya, mohon maaf tidak ada apa apa hanya ada kopi saja". Sela ibuku dengan tersenyum ramah kepada mas Akbar.
__ADS_1
"iya bu, trimakasih jangan repot repot bu, saya jadi merepotkan ibu dan keluarga.. ini sudah cukup". dengan sopan dan senyuman mas Akbar menjawab ibu.
"Tidak repot sama sekali nak Akbar tenang saja jangan sungkan." ujar ibu dengan tulus dan senyum yang meneduhkan
"Sebenar nya nak Akbar kesini hanya sekedar main atau memang ada yang perlu dibicarakan ya nak? sebelum nya mohon maaf bukan maksud apa apa bapak cuma bertanya saja." selidik ayahku ke mas Akbar karena memang tidak biasanya ada laki laki yang bertamu kerumah.
.
.
.
.
.
.
waa si Akbar kena pertanyaan to the poin nih dari calon mertua..
kira kira si Akbar ini jawab jujur apa gimana ya.. uwuuu.. Author dan para readers jadi tidak sabar.
Dan lagi **Author ikut deg degan nih jadinya..he he he
Kalau pun jujur kira kira niat baik Akbar di terima tau tidak ya sama orang tua Ai???
πΊπΊπΊ**
ikuti terus Episode selanjut nya.
Jangan lupa Vote Like Komen Favorit dan Tipnya ya kak..
__ADS_1
Mampir juga ya ke karya Novel Author yang berjudul Aku Bukan Bidadari Surgamu juga