I Love You Nurse

I Love You Nurse
Kebenaran..


__ADS_3

Up lagi Up lagi,.. datang lagi datang lagi..Author datang dengan lanjutan episode yang kemarin ya readers..


Skuy Pantengin, dan sebelum membaca jangan lupa ikutin, komenin, jempolin, bintangin ya readers.. tolongin kasih semangat Author ya


S E L A M A T M E M B A C A


"Eh.. semalam aku telpon mas Akbar lo.. "bisik bisik teman yang berpapasan dengan ku ketika aku hendak keluar asrama.


"Masak sih jangan ngarang kamu, soalnya dengar dengar bliau sekarang kekasihnya Aeindy lo.." sahut teman nya yang lain nya sembari melirik lirik ke arahku tapi aku tetap cuek aja..


"Kalau emang mreka pacaran ya sudah, kan semalam dia telponnya sama aku.." ucapnya lagi dengan bangga bisa telponan dengan mas Akbar dengan memamerkan Hand Phone nya..


"Masak iya mas Akbar telponan sama dia? sedangkan semalam pesanku saja cuma dibalas kalau kerja sudah tidak merhatikan Hand phone lagi karena Hand phone ada di laci loker jadi tidak bisa sering sering tukar pesan ataupun telpon," berbagai macam pikiran yang ada di kepalaku menerka nerka..


"Coba lihat panggilan masuk mu semalam Him.." sahut teman nya Himma tersebut.. yah, wanita itu adalah Himma, teman seangkatan ku menimba ilmu keperawatan di kampus, tapi kita beda kelas.


"Apa sih apa sih.. kepo deh, tidak usah lah ya... kepo kepo," dengan genitnya dia berkata sambil mengedip ngedip kan matanya dan seraya tersungging di bibirnya senyum licik.


"Astaghfirullah.. kok ada cewek se centil itu ya.." batin ku geleng geleng kepala


Ternyata tak hanya aku saja yang berfikiran seperti itu, tetapi Fidah pun sama.


"Innalillahi.. amit amit," lirihnya saat melihat lagak centil si Hima


Sedangkan cewek yang bersangkutan dengan sangat percaya diri dan dengan centil nya masih sok jumawa


"Sudah ya guys.. aku gitu lo, hilang satu tumbuh seribu ya tidak guys... dan apa yang aku inginkan harus aku dapatkan dong pastinya, terutama mas Akbar..pasti dia juga terpesona dengan ke cantikan ku" ujar nya jumawa dan percaya diri


"Cih, tingkat kepercayaan diri yang waw" ujar Fidah sambil berlalu dari grombalan cewek aneh tersebut


"Yuk Ai.. daripada nambah dosa sebaik nya kita langsung ke kampus saja, biar terhindar dari dosa yang sangat besar" ajak Fidah karena sudah tidak tahan melihat makhluk Tuhan yang sombong


"Na'dzubillah..Iya Fid.. yuk buruan" ucap ku seraya mengiyakan ucapan Fidah.


.


.


.


.


Sesampainya di kelas aku fokus dengan dosen yang menyampaikan materi kulia hari ini, aku dan Fidah mengikuti kulia tersebut dengan hikmat, selama ini aku dan Fidah selalu duduk di kursi paling depan dengan tujuan agar tetap fokus dan tidak perduli dengan tingkah teman yang lain yang bisa menganggu konsentrasi ku saat dosen memberi materi..

__ADS_1


Tak terasa kelas pun selesai, aku dan Fidah memutuskan balik asrama saja karena setelah ini sudah tidak ada mata kulia lagi jadi aku dan Fidah memutuskan untuk ganti baju dan istirahat sebentar..


Awal nya niat hati ingin mengirim pesan ke mas Akbar untuk menanyakan kebenaran yang tadi pagi di bilang Himma itu benar atau hanya kamuflase dia saja.


"Kirim tidamak.. kirim tidakak.." pikirku ragu dan gelisah sembari ku gigit gigit ujung jari kuku ku untuk menghilangkan keraguan dan kegelisahan ku


"Kenapa Ai?" tanya Fidah heran ketika melihatku yang galau dan gelisah seperti tidak tenang


"Lalu tanpa pikir panjang aku menceritakan ke Fidah apa yang terjadi tadi pagi didepan asrama,." Dan Fidah pun kaget jadi dia menyarankan agar aku menanyakan saja langsung ke mas Akbar dari pada su'udzon dan nantinya malah ribet dibelakang.


"iya benar katamu Fid, bukan nya kalau ada masalah sebaiknya di bicarakan dan di cari solusi nya, bukan malah di hindari atau menduga duga saja." ku berkata setuju dengan saran yang di berikan oleh Fidah.


^^^πŸ’¬ Siang mas, maaf menganggu.. mau tanya apa benar semalam mas telponan sama Himma?^^^


send...


tik..


tok..


tik..


tok..


Hampir sampai lima menit aku menunggu balasan pesan dari mas Akbar.. dan akhirnya di balas juga pesan yang aku kirim.


πŸ’¬ semalam? tidak ada tuh, emang ada panggilan tak terjawab tapi nomer baru, kan aku sudah bilang kalau aku kerja tidak pegang hand phone jadi Hand phone aku masuk laci.


Hening..


"Disini aku jadi semakin bingung, aku harus percaya sama siapa? yang cewek bilang telponan, sedangkan mas Akbar bilang tidak." Lamun ki sembari bergumam ku dalam hati


Tak lama ada notif pesan masuk jadi aku tersadar dari lamunan ku.


Tiing..


πŸ’¬ Ai.. kamu percaya ya sama aku, aku niat serius sama kamu.. tidak usah dengerin omongan orang, cuek aja..


^^^πŸ’¬ iya mas..^^^


"Gimana Ai kata mas Akbar?" tanya nya penuh selidik sambil memicingkan matanya kepada ku,.


"Alhamdulillah kata mas Akbar semalam dia tidak ada telponan sama siapa siapa, orang Hand phone nya di dalam laci tapi memang banyak panggilan tidak terjawab tapi mas Akbar sendiri tidak tau siapa itu.." jawab ku dengan perasaan lega atas jawaban dari mas Akbar

__ADS_1


"Bener kan apa kataku.. emang dasar itu cewek saja yang centil.. sudah punya gebetan juga masih gangguin punya orang, maunya dia itu apa sih ya.." geram Fidah dengan kelakuan Himma


"Hmm.. biarin aja Fid.. bodoh amat mikirin itu cewek nggak penting banget.." tambah ku lahi


Ketika aku dan Fidah larut dalam pikiran masing masing, kami dibuat kaget dengan adanya suara yang tiba tiba muncul yang buat aku dan Fidah kaget.


Doorr..!!!


"Astaghfirullah.. Tutiiikkk..!!" Teriak ku dan Fidah memegangi dada karena kaget dengan suara Tutik yang tiba tiba datang itu..


"Kenapa sih sore sore bengong kayak dugong kalian ini??" ledeknya cengar cengir unjuk gigi tanpa merasa bersalah.


"Lagi mikirin anak kucing yang kehilangan emaknya.." kesal ku karena kejahilan Tutik.


"Hahahahhaaa..." gelak tawa dari Tutik dan Fidah pun menggelegar di dalam kamar menertawakan kekesalanku


"Aku hanya manyun sok buang muka, padahal aku tidak marah beneran.. Karena kami memang sering bercanda untuk menghilangkan kejenuhan sesaat.."


"Ehmm.. Ai denger denger kamu..." tanya Tutik menggantung kayak baju yang tidak kering cengengesan...


.


.


.


.


.


.


.


eng ing eng.. ada apakah dengan si Tutik guys?


Apakah Tutik mengetahui hungan Ai


ataukah ada yang dia sembunyikan dari cewek centil itu?..🌺🌺🌺


wah wah wah... gimana nih thor.. next saja deh..


Baru bisa Up pelan pelan ya..

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak ya.. beri Vote, Like dan masukkan ke daftar novel favorit kalian readers


Jangan lupa ikuti Episode selanjutnya..


__ADS_2