I Love You Nurse

I Love You Nurse
Posesif..


__ADS_3

Alhamdulillah masih bisa Up lagi walau berpuasa tapi tidak boleh bermalas malasan untuk berkarya ya.


Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ya bagi yang menjalankan.


Tadinya Author mau Up setiap hari tapi maaf kemarin author lagi kurang enak body jadi pending deh😢 maaf ya readers.


Sekarang Up walaupun tipis tipis hi hi hi kayak kulit Lumpia saja tipis


Sebelum membaca budayakan kasih Vote ,Rating bintang 5, Tip, Like, dan favorit ya


Next saja ya.. skuy lanjut membaca ya


S E L A M A T M E M B A C A


Ku hembuskan nafas panjang serta ku berkata "Haddee iya juga sih bu Lis, tapi ya gitu kebablasan kan niat belok jadi lurus deh jalan nya dan alhasil nabrak"


"Ha ha ha ha.. ni anak gesrek ternyata" timpal mas Hasan di iringi gelak tawanya


Tring...


Tanda ada notif pesan masuk di Hand Phone ku, ku ambil Hand Phone ku di dalam tas lalu ku baca pesan tersebut..


"Sudah pulang..?" isi pesan tersebut..


"Hhhhh.. mulai deh..." gumam ku hampir tidak terdengar, sebelum aku membalas pesan tersebut.


"Siapa Ai'?" tanya bu Lis


Aku tak menjawab hanya cengengesan sembari menampakkan deretan gigi putihku.


"Lha nih anak gimana ya di tanya bi Lis malah cengengesan" ucap mas Hasan


"He he he.. dari someone mas" kata ku senyam senyum padahal hati ku rasanya kesal karena mas Akbar selalu saja posesif


Readers : Cemburu tanda sayang dan masih bisa diterima akal sehat, sedangkan kalau posesif bagaimana ya Thor?


Author : Posesif yang terjadi dalam hubungan adalah ketika seseorang punya rasa memiliki yang tinggi terhadap pasangan. Hal ini biasanya lebih dari cemburu bisa mengarah pada hal yang negatif


Readers : Kasihan ya Thor Ai kalau mas Akbar posesif gitu, semoga saja Ai ketemu laki laki lain ya..


Author : ikuti saja ya kelanjutan ceritanya


"Someone someone siapa sih?" tanya mas Hasan lagi


"pacar nya kali San.." timpal mas Jo


"Nah iya benar pasti pacarnya Ai" jawab bu Lis ikutan

__ADS_1


"Calon suami bu he he he😁" kata Ai sambil menunjukkan deretan gigi putih nya.


"Lha?? sudah punya toh Ai? kirain jomblo he he he he "


"Sudah tunangan berarti Ai?" tanya bu Lis..


Banyak pertanyaan yang di tujukan ke Ai tapi yang ditanya hanya nyengir kuda sembari garuk garuk kepalanya yang tidak gatal


"Nah kan ni anak malah kayak monyet" timpal mas Jo sambil tepuk jidat.


"Ha ha ha ha" semua orang tergelak karena ucapan mas Jo tapi walaupun begitu aku tidak sakit hati


"Mas Jo, mas Hasan, bu Lis, Ai pamit pulang duluan ya.. sudah sore" pamit ku kepada mereka untuk pulang duluan.


"iya Ai hati hati ya" saran dari bu Lis.


Sedangkan mas Jo dan mas Hasan hanya mengangguk sebagai tanda "iya"


Saat aku menuju tempat parkir sepeda motor aku berhenti sejenak untuk membalas pesan dari mas Akbar.


"Iya yank ini sudah di parkir mau pulang." jawab ku membalas pesan dari mas Akbar.


^^^"Kok baru pulang sayang? sudah jam berapa?"^^^


^^^tanya mas Akbar dan Fix sesuai dugaan ku kalau dia pasti menanyakan ini.^^^


jawab ku panjang lebar.


^^^"Ya sudah hati hati kalau pulang, nanti kalau sampai kabari ya sayang.."^^^


^^^mas Akbar memberi ku pesan agar hati hati^^^


"siap bos he he he" jawab ku sambil tersenyum


Setelah sampai di parkir aku segera menyalakan mesin motor ku dan aku pun pulang dengan hati hati.


Sekitar dua puluh menit aku sampai rumah karena keadaan jalan yang tak ramai jadi aku bisa cepat sampai walau melaju dengan santai.


***


Hari sudah sore dan kini Ai sedang berkumpul dengan ibu, ayah, adek dan juga kakak nya.. mereka sedang mengobrol dan sesekali bercanda.


"Ai gimana tadi hari pertama bekerja?" tanya sang kakak kepada Ai


"iya gimana nak tadi kerja nya?" Ayah dan ibu pun ikut bertanya.


"Hhh.. belum kerja masih nginem tadi aku nya" jawab ku tak semangat kalau ingat tadi bersih bersih di tempat kerja.

__ADS_1


"Maksud nya nginem gimana dek?" yg tanya kakak ku.


"Lha masak masuk kerja bukannya kerja aku tuh, tapi bersih bersih yang masya Allah banget" kata ku menyedihkan.


"Aku tadi bersih bersih ruangan ku yang apa saja ada di dalam ruangan, ada kayu pring, ada kardus, ada baju baju, ada tandu, aaakh banyak deh aku berasa tadi kayak jadi pembantu.." keluh ku kepada kakak ku


"Ya sabar, kan masih awal jadi beres beres dan kamu juga kan baru mengawali atau mengisi UKS tersebut kalau sudah sesuai kan kamu juga yang enak tinggal bekerja" nasehat ibu kepada ku.


"Iya benar kata ibu kamu Ai, sabar kan cuma hari ini dan mungkin sama besok saja, untuk hari berikutnya sudah nyaman" tambah ayah memberikan nasehat.


"Iya ibu.. iya ayah terima kasih ya atas nasehat nya..tanpa kalian apa jadinya aku" ucap ku penuh haru.


Obrolan tersebut di selingi dengan candaan candaan juga.


Tak lama ada suara notif pesan masuk di Hand Phone ku, saat aku lihat ternyata itu pesan dari ayah mas Akbar.


"Ai gimana tadi kerja nya?" tanya ayah mas Akbar kepada ku


"gimana Yah rasanya Ai ingin menangis dan tidak ingin kerja di sana" jawab ku sedih


"Lho kenapa kok gitu Ai? sabar sementara saja nanti kalau sudah menikah dengan mas Akbar kamu bilang saja mau kerja dimana sama ayah" kata ayah mas Akbar


Ya, memang aku memanggil ayah mas Akbar juga ayah karena itu beliau yang meminta, dan yaaa aku pun menurut..he he he


"iya ayah.. Ai akan sabar" jawab ku


"Ya sudah salam untuk ibu dan ayah kamu disana ya Ai.." ucap ayah mas Akbar.


"iya yah.. salam untuk ibu di sana juga yah" jawab ku.


Aku pun segera menyampaikan salam dari ayah mas Akbar kepada ayah dan ibu ku.


Sudah dulu ya bestie author lanjut di episode selanjutnya jangan kemana mana ya dan untuk para readers terus ikuti kelanjutan dari cerita author ini ya...


Jangan lupa tinggalkan jejak buat author ya..


Bantu kasih Vote, Rating bintang 5, Tip, Like dan favorit ya...


next..


next..


next..


Terima kasih


...💓Happy Reading💓...

__ADS_1


__ADS_2