
Selamat datang dan terimaksh kaka selalu setia di novel otor ya..
*Ini yang penasaran darimana mas Akbar bisa tau Ai tidak pulang malah nongkrong, yuk simak episode nya ya*...
Harap bijak dalam membaca.
di novel ini bisa untuk semua Umur ya kak, bunda, karena tidak ada adegan mantap mantap kok..hehehehe
kalau emang nggak suka dengan episode ini atau kurang greget bisa skip saja kak ya..
bisa tinggalkan komen juga tak apa apa kali saja ada saran..
💞 S E L A M A T M E M B A C A 💞
"sebegitu tak percayaannya sih mas Akbar sama kamu Ai?" sahut si Tutik bingung dengan keposesifan mas Akbar.
"iya ih.. apa kamu pernah bohongi mas Akbar sebelumnya? kok ampe dia kek gitu??"
Begitu banyak rentetan pertanyaan tentang mas Akbar yang mreka tanyakan ke aku..dan aku pun bingung menjawab satu persatu pertanyaan dari mereka.
"jangan menyalahkan orang yang sulit dipercaya dengan orang lain. Bukan berarti orang egois, mudah berprasangka atau bahkan tidak dapat dipercaya. Terkadang orang orang seperti ini adalah korban pembohong. Karena dia sering di bohongi jadi wajar saja dia bersikap waspada dan bisa dikatakan sangat posesif." petuah dari salah satu teman ku
"wiiiiii...prok prok prok.." dan kami semua pun bertepuk tangan bersama
"tumben bijaksana, kesambet dimana kamu?" sahut Tutik
"haddeee.. orang bijak salah, orang jadi kompor malah tambah salah..hayati lelah" keluh teman ku yang tadi dapat tepuk tangan
"Bobok gesss.. bobok kalau lelah.." tutik kembali menyahuti"
"perang terrooss.. peraang.." Saut Fidah begitu saja.
"Teman teman aku pulang duluan ya.. kalau ada waktu di agendakan saja kumpul kumpul lagi.. ya..." pamit ku ke teman teman ku, walau pun berat tapi aku pun tidak mau memperkeruh hubungan ku dengan mas Akbar.
"Fid, Tik.. aku pamit ya.. usahakan kita selalu nyambung terus meskipun jauh.." ujar ku lagi dan langsung memeluk Fidah dan Tutik
Fidah dan Tutik hanya menganggukkan kepala.
Beberapa jam kemudian..
Sesampainya dirumah, aku segera mandi dan beberes barang barang ku yang baru aku bawa barusan dari asrama..
Setelah nya aku memberi kabar ke mas Akbar kalau aku sudah sampai rumah.
💌Aeindy
sayang, aku sudah sampai rumah sekitar ± 20 menit yang lalu..
sent...
ting..
^^^💌mas Akbar.^^^
^^^Alhamdulillah.. ya udah sayang kamu rehat saja dulu, aku juga mau rehat bentar nanti siang aku kerja.^^^
ting...
💌Aeindy..
Iya sayang..
__ADS_1
Oy tadi pertanyaan ku belum dijawab😟*
^^^💌Mas Akbar..^^^
^^^pertanyaan apa yank??^^^
Ting...
💌Aeindy..
sayang tau dari mana kalau aku belum pulang??
^^^💌Mas Akbar..^^^
^^^ya kan biasanya cewek gitu yank.. suka ngrumpi dan ternyata benar kan..^^^
Ting..
💌Aeindy..
ck.. masak gitu, aku tak percaya yank.
^^^💌Mas Akbar..^^^
^^^ya sudah..^^^
Ting..
idih ini orang marah, harusnya kan aku ya yang marah..
au akh ribet.
Rehat saja deh dari pada puyeng pala ku.
"Ai.. sudah pulang? makan dulu gih..!" teriak ibu ku dari luar kamar ku.
Aku pun keluar kamar menuju meja makan untuk makan yang sudah ada ibu.
"Lho.. ibu kok sendirian? Ayah dan adek dimana?" tanyaku heran karena emang sejak aku pulang rumah sepi
"kamu lupa..?" jawab ibu sambil tersenyum
Aku yang bingung dengan ibu yang tidak menjawab pertanyaan ku tapi malah balik nanya ke aku
ku pandang ibu dengan heran dan bertanya.. "lupa apa bu??"
"Ayah kamu kerja Ai dan belum pulang, karena ini masih siang." jawab ibu tersenyum
"dan Adik kamu? adik kamu jam segini juga belum pulang sekolah Ai.." jawab ibu lagi
"hehehe..." aku cengar-cengir malu karena lupa..
"Bu, misal Ai sementara cari kerja di dalam kota dan menunggu panggilan.. Ai juga mau melamar kerja di instansi pendidik sebagai medisnya, apa ibu tidak keberatan??" tanya ku diselah selah makan siang ku
"Tidak apa apa nak.. apa kamu sudah mendapatkan tempat yang kamu maksd itu??"
"Ai akan tanya tanya ke setiap instansi tersebut dulu bu sambil membawa surat lamaran yang belum ada tujuannya biar nanti kalau ada yang butuh jadi Ai langsung ngisi alamt dan tempt tujuannya itu ditempat nya langsung" jawabku sebaik mungkin agar tidak membuat pikiran ibu dan Ayah.
"O.. gitu ya Ai tidam apa apa semoga lancar ya..." doa ibu untuk ku
"iya bu..terimakasih support dan doanya ya bu.." ku peluk ibu ku karena saat di pelukan ibu aku merasa nyaman dan tenang.
__ADS_1
Ada yang setuju tidak kalau pelukan ibu itu selain memberikan kehangatan, pelukan seorang ibu banyak memberi manfaat pada anak
Salah satunya membangun ikatan bonding yang kuat antara ibu dan anak
Dan makna terbesar menurut ku dari sebuah pelukan dapat memberikan rasa aman dan menumbuhkan tingkat kepercayaan antara ibu dan anak, terutama mampu mengalirkan energi cinta satu sama lain antara ibu dan anak.
makan siang ku pun selesai aku tidak kembali ke dalam kamar tapi aku duduk santai didepan TV bersama ibu
Beberapa jam kemudian...
Adik ku akhirnya pulang juga, dan tak selang berapa lama ayah pun pulang..
Adik dan ayah bergegas menuju kamar masing masing dan membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri adik dan ayah berjalan menuju meja makan untuk makan siang yang terlambat..hehehe
Sekitar lebih kurang 15 menit, adik dan ayah selesai makan dan bergabung dengan ku dan ibu di ruang keluarga sambil santai dan menonton TV.
Aku berusaha membuka obrolan dengan ayah, aku mau menyampaikan ke niatan ku untuk bekerja di instansi pendidikan tapi sebagai medisnya.
"Yah..Ai mau menyampaikan sesuatu.." aku mulai membuka pembicaraan
"iya sayang.. Ai mau menyampaikan apa hmm?" jawab ayahku dengan penuh kasih sayang.
"emmm...begini Yah.. gimana kalau semisal Ai sembari mencari kerja di dalam kota dan menunggu panggilan.. Ai juga mau melamar kerja di instansi pendidik sebagai medisnya."
"maksudnya gimana sayang, ayah belum faham.." tanya nya lagi
Aku tarik nafas panjang dan dalam sebelum menyampaikan niatan ku ke pada ayah.
"Begini yah.. kan Ai mau cari kerja di di rumah sakit dalam kota dan sembari menunggu panggilan diterima.. Ai juga mau melamar kerja di instansi pendidik seperti di sekolah sekolah sebagai medisnya gitu yah agar Ai tidak nganggur.." jelas ku ke ayah
"Gimana menurut ayah? apa ayah setuju?" tanyaku lagi.
"iya sayang, ayah setuju saja asalkan itu baik, terus apa Ai sudah tau dimana dan skolah mana yang Ai tuju?? apa perlu ayah bantu sayang?" jawab ayah dan mencoba memberiku jalan
"Emm.. sebelumnya terimaksh yah atas bantuannya tapi sebaiknya tidak usah yah biarkan Ai berusaha sendiri saja dulu ya yah.."
"untuk di sekolah mana nanti Ai akan tanya tanya ke setiap instansi tersebut dulu yah sambil membawa surat lamaran yang belum ada tujuannya biar nanti kalau ada yang butuh jadi Ai langsung ngisi alamat dan tempat tujuannya itu ditempat nya langsung" jawabku lagi dengan mantap agar ayah tidak kepikiran.
"sampai sini apa ayah setuju?" tanyaku kepada ayah.
"mmmm... gitu ya sayang.." sahut ayah ku dengan sedikit berfikir..
Deng doong..
setuju tidak ayah nya Ai ya..
semangat semangat Ai.. kamu pasti bisa, hehehe
Author kasih semangat buat Ai,
ck, padahal yang buat ayah setuju apa tidam kan kamu thorr..hahahaha
tetap di novel author ya sayang sayangku
jangan lupa like komen Rating ⭐⭐⭐⭐⭐5 dan vote dan juga Favorit buat author biar rajin Up nya..
Oh iya, jangan lupa ya mampir di novel author yang satunya.. *Aku Bukan Bidadari Surga**mu*
...🍁🍁 Happy Reading 🍁🍁...
__ADS_1