
Hai... gimana nih ceritanya I Love You Nurse? semakin tambah episode semakin bikin ehem kan mas Akbar, gumus tidak gumus tidak readers.
Ya begitulah setiap hubungan pasti ada cobaan nya, jalan tol saja banyak belokan dan cabang apalagi kisah cinta, benar tidak?
kunci utama pada setiap hubungan adalah percaya, jujur, dan apa adanya ya.. Bukan ada apa nya.
seperti kisah si Ai dan mas Akbar yang tadinya lempeng sekarang mulai ada asam manis nya.. eh eh eh sayur kali asem manis, atau udang asem manis nih thour? wk wk wk
ada liku dan ada godaan nya..
Tidak bosan bosan author mengingatkan ya..
Tinggalkan jejak ya kakak kakak readers kasih Vote, Like, Tip dan Favorit ya.
Yang mulai bosan healing dulu biar fresh lagi semangat lagi, bahagia lagi..
Cekidot.....
S E L A M A T M E M B A C A
"Sebegitu penasaran nya kah kamu Tik? kayak wartawan yang sudah mencari berita yang akan di publikasikan ke awak media" ujar ku sebal,
Bukan apa apa aku malas saja cerita banyak banyak ke Tutik karena aku masih ingat kalau dia itu best friend, the gank, dan kemana mana sama si cewek sok kecentilan itu..
Pikir ku dalam hati "Enak saja kalau mau minta cerita, berasa aku di wawancarai deh, kan aku tidak suka kalau nanti Tutik keceplosan saat bersama sih centil".
"Besok besok aku buatin deh cerita aku dengan judul cerita cinta Ai gitu, tak bilang sama Author nya biar di buatin naskahnya sekalian biar kalian nggak minta di ceritain mulu," jawabku lagi dengan kesal.
Ai : Gimana Thor mau nggak ni buatin naskah.?
Author : Boleh,, berani berapa...? hehehe
Ai : hahahhaa author bisa aja..🤣
"mereka tertawa terbahak bahak mendengar ucapan ku."
"Jadi Cerita nggak ni?? oh.. nggak jadi ya.. " ucap ku meledek.
"eh sembarangan,,, ya jadilah" sahut si Tutik penuh semangat,
__ADS_1
"Herran sudah kayak mau berangkat perang saja semangat nya minta ampun" celoteh ku kembali.
"Kenapa bawa bawa perang segala sih Ai?" ucap Fidah dengan tatapan mata yang tajam.
"Bawel,,, jadi gini ya dengerin, jangan meleng, jangan di porong, jangan protes, jangan emosi..tolong bener bener dengerin,,, biar aku tidak ngulang lagi ngulang lagi, capekk tauuuu." ucapku cengengesan dan mreka mulai geram.
"Iyaaaa,,, kelamaan, yang dari tadi bikin aku dan Fidah emosi itu kamu neeeng herraan deh untung teman kalau tidak gue gorok kau Ai ." ucap nya kesal dan aku pun tertawa terbahak dengan sikap mereka berdua.
"Ketika aku praktik, aku salalu satu shift sama mas Akbar, aku sendiri tidak tau kenapa entah sengaja atau tidak aku pun tak tau. Kalaupun di sengaja itu jelas nggak mungkin karena aku sama mas Akbar baru ketemu dan juga kan aku tidak kenal dia.." cerita ku mulai menerawang jauh di awal pertemuan ku dengan mas Akbar
"Lalu,,,?" Tutik menyahut secara dia selalu tidak sabaran.
"Tutik.!!" sentak ku dan Fidah melotot
"😁.." Tutik hanya garuk garuk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda karena dia tau kalau dia sudah motong cerita ku.
"🤫.." sebagai kode dari Fidah agar Tutik diam.
"Lalu aku pun bersikap biasa saja tanpa ada rasa ini itu, yang ada malah aku dan mas Akbar sering mengejek aku, mengolok aku tidak pernah akur lah pokok nya dan aku pun selalu di buat kesal oleh dia, bagaimana tidak setiap kali satu shift sama mas Akbar aku merasa mas Akbar sangat resek dan jahil banget, dan yah kalau ngomong itu..." cerita ku kembali dengan mengingat ingat kembali kisah ku dan mas Akbar
"Kalau ngomong kenapa Ai,,,jangan Ngantung gitu napa kalau ngomong." timpal Tutik lagi.
"iya ih kayak jemuran belum kering tau nggak Ngantung mulu." aku tertawa menanggapi kekesalan mereka karena ulah ku.
"Lanjut kagak ni???" seru ku yang membuat Fida dan Tutik makin emosi.
"Waaa parah Fid nih anak minta di getok kepala nya biar tidak bikin kita darah tinggi, bisa bisa kita bisa terkena struk saat muda, Ooohh tidak masa muda ku akan sia sia." dramatis Tutik yang mulai kambuh alay nya..
"Mas Akbar itu kalau ngomong suka ceplas-ceplos kayak tidak bisa di rem gitu mulut nya, iya kalau orang sudah biasa mah tidak apa apa, lha ini juga baru ketemu sudah seenak nya saja kalau ngomong dan ceplas-ceplos nya bikin sakit iya, bikin malu juga iya tau tidak.." ucap ku ber sungut-sungut kalau mengingat masa di mana saat itu memang mas Akbar bikin malu aku.
"Ooh.. berarti benar ya apa yang di bicarakan teman teman, he hee" ucap mereka cekikikan.
"Emang teman teman bilang apa Tutik?" tanya ku penasaran dengan apa yang dikatakan Tutik barusan.
"Ya itu mulut nya pedas kayak bon cabe level Lima belas dan suka ceplas ceplos." jawab Tutik apa adanya.
"hmmm,,, betul tapi dibalik semua itu aku dan dia jadi seperti ini." ungkap ku sambil tersenyum malu malu.
" Ehmm,,, dan tak sangka sangka kau pun mau menerima mas Akbar." aku, Fidah dan Tutik pun tergelak bersama sama.
__ADS_1
Salah satu hal yang sangat membahagiakan adalah menemukan seseorang untuk di cintai.
Terlebih, rasa bahagianya akan menjadi berkali kali lipat saat kamu sudah menantinya dalam waktu yang lama.
setelah beberapa minggu jadian mas Akbar begitu manis dan sangat perhatian, selalu menelfon ku setiap malam atau pun pagi, tapi dengan berjalan nya waktu hubungan ini berjalan kenapa serasa semakin jauh dan berubah,, apa memang kamu sedang sibuk mas? lirih ku dalam hati dengan sendu ketika mengingat hubungan ku saat ini.
"akh ya sudahlah kalau jodoh pasti tak akan ke mana." ucap ku menyemangati diri sendiri
**
Hai hai.. tetap pantengin terus ya up episode selanjutnya.
author tidak akan pernah bisa jauh jauh dari kalian pastinya tidak bakal kayak mas Akbar yang santai meskipun ada yang merindukannya.
karena rindu itu tidak enak..
soal nya rindu itu berat guys.. iya enggak thor??
he he he
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
***Mohon maaf ya author lama tidak Up nya dan Up sedikit sedikit karena anak lagi sakit jadi mohon maaf, tapi author usahain up setiap hari ya kaka kaka..
jangan lupa komennya dan vote nya ya.. agar author semangat up nya***..