I Love You Nurse

I Love You Nurse
wisuda..


__ADS_3

🌻🌻 S E L A M A T M E M B A C A🌻🌻


Cinta itu seperti angin, kau tak bisa melihatnya, tapi kau bisa merasakannya.


jadi kalau ditanya kenapa aku mencintai mas Akbar?


kenapa meskipun aku dan mas Akbar lama tidak ada kabar dan saling bertemu kok aku masih bertahan?


jawabannya karena aku mencintai mas Akbar dan cinta itu tidak perlu alasan.


Begitulah cinta bisa membuat bahagia sedih dan juga bisa membuat orang hilang arah..


**


"Akhirnya ya Fid besok kita akan wisuda.. perasaan baru kemarin saja masuk kuliah, tapi perjuangan kita sungguh sangat wow ya.. hehehe" ujar ku saat bertemu Fidah


"iya Ai.. bener banget, sekarang mulai mikir setelah ini kerja dimana ya.." jawab Fidah


"Aku juga bingung Fud, orang masuk RS saja susah ya.." keluh ku


"iya bener.." jawabnya lesu


"Aku malah sama mas Akbar tidak boleh kerja jauh jauh kalau bisa dalam kota ini aja" ujar ku lemas.


"Ah masak Ai??" tanya nya kaget


"Bentar bentar jangan bilang kalau kamu mau ngelamar di RS tempat mas Akbar bekerja ya?" dengan memicingkan mata Fida bertanya padaku.


"Aku mah ogah kerja disana,.." jawab ku apa ada nya


"Kenapa..?" tanya nya


"Fid, tolong deh.. kamu tidak tau apa pura pura tidak tau sih?" tukas ku sebel dengan Fidah.


"Lha iya kenapa say kok tidak mau?" tanya nya lagi


"Di sana itu orangnya hemmm... terlalu iri irian banget Fid, aku yang praktek saja sudah tidak betah dan gatel ni telinga apalagi kerja.." ungkap ku


"Kan beda tingkat stressor nya Ai" ujarnya dengan ngotot ala ala emak rempong..hahahaa


"justru kerja malah parah kaleee." jawab ku


"Lha kamu sendiri mau kerja dimana Fid?" tanyaku ke fidah karena memang aku dan Fidah belum ada planning.


dengan gelengan kepala Fidah menjawab ku.

__ADS_1


**


Hari yang ditunggu tunggu pun telah tiba, mas Akbar sudah berjanji untuk mengantar ku ke gedung tempat aku di wisuda,


Wisuda merupakan momen yang paling ditunggu, setelah melewati berbagai perjuangan demi mendapat gelar sarjana. Perasaan senang tentu dirasakan seseorang saat wisuda.


Tak hanya orang yang wisuda atau wisudawan saja yang merasa senang, orang-orang terdekat juga merasakan hal serupa.


beberapa jam kemudian...


Suara mobil terdengar dari depan rumah, ku berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang mungkinkah mas Akbar kah yang datang?"


Semua Mahasiswa mahasiswi yang mau di wisuda pun sudah berdandan dan sudah berkumpul di tempat yang telah di tentukan oleh panitia.


Ayah dan ibu berjalan ke tempat duduk yang telah di sediakan oleh panitia untuk para orang tua.. sedangkan aku duduk di deretan para mahasiswa yang di wisuda, disana kulihat sudah ada Fidah, Tutik dan teman teman ku yang lainnya yang akan di wisuda hari ini.


Suara MC pun menggema di gedung tempatku wisuda yang bertanda bahwa acara prosesi wisuda pun telah di mulai.. dari pembukaan sampai acara prosesi sumpah dan janji profesi pun telah selesai dan cara pun berjalan dengan lancar dan khitmat dan diakhiri e dengan doa.


setelah prosesi wisuda usai aku ayah dan ibu berfoto ria di depan gedung yang telah di sediakan oleh para fotografer, selepas berfoto dengan kedua orang tuaku, aku dan teman teman yang lainnya pun berselfi sebagai tanda kenang kenangan nantinya ketika sudah bekerja masing masing.


Dan kami pun saling mengucapkan selamat sebagai tanda bahwa kita perjuangan kami selama ini telah selesai.


"Selamat wisuda, sahabat. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk meniti karier dan kesuksesanmu, kesuksesanku dan kesuksesan kami semua . Tetap semangat untuk meraih semua mimpi-mimpi kita kedepannya." ucapku kepada para teman teman seperjuangan ku.


Tak lupa kedua orang tuaku pun memberikan ucapan selamat kepadaku disertai nasihat nasihat baik buat diriku.


"Perjuangan selama 4 tahun ini terbayar sudah saat kuncir toga yang kau kenakan sudah berpindah. Bahagia dan bangga tidak bisa kami sembunyikan saat itu. Semoga engkau sukses nak, dan teruskan perjuanganmu ke tahap berikutnya." ujar nya penuh rasa bangga


"Selamat atas kelulusan mu dan semoga kamu beruntung untuk awal yang baru dalam hidup. Semoga kamu mencapai semua tujuanmu." doa kedua orang tua ku tersemat untuk ku


"Iya, ayah ibu.. trimakasih banyak semua ini juga tak lepas dari doa dan pengorbanan yang telah ayah dan ibu berikan kepada Ai.. terimakasih." ucapku, air mataku pun menetes karena mengingat perjuangan kedua orang tuaku selama ini.


Dirasa semua telah selesai aku ayah ibu beserta teman teman ku pun pulang, mas Akbar sudah menunggu aku dan kedua orang tua ku di parkir.. tadinya orang tua ku mengajak mas Akbar masuk dan mengikuti acara prosesi wisudaku tapi mas Akbar tidak mau dengan alasan dia sudah pernah jadi agak malas, hehehehe ada ada aja ya mas Akbar ini.


"sudah selesai yank wisudanya?" tanyanya, mas Akbar berjalan menghampiriku.


"sudah yank.. capek..yuk pulang" ajak ku


"iya nak Akbar langsung pulang saja ya nak.." ucap ayah karena memang capek..


"iya yah.." jawab mas Akbar dan segera melajukan mobilnya.


"gimana yank rasanya di wisuda? senang kan?" tanyanya sembari menyetir.


"Alhamdulillah yank, seneng dan lega rasanya." ucapku, memang rasanya aku seneng banget.

__ADS_1


"Alhamdulillah, selamat wisuda, ya sayang. Aku turut senang mendengarnya. Semoga pencapaian yang diraih saat ini akan semakin baik di masa depan. Ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan berguna untuk nusa, bangsa, dan agama." ucap nya


.


.


.


.


Di rumah aku kedua orang tuaku dan mas Akbar langsung masuk dan beristirahat, sebelumnya aku membersihkan wajahku terlebih dahulu dan setelahnya langsung mandi berganti pakaian..


beberapa jam kemudian...


mas Akbar sudah pulang karena ada urusan katanya, saat ini aku dan kedua orang tuaku sedang duduk santai di depan TV sambil mengobrol.


"Ai.. sudah ada wacana mau melamar kerja dimana?" tanya ayah


"belum yah, tapi mas Akbar tidak mengijinkan kalau Ai bekerja di luar kota kita ini yah." dengan ragu aku menjawab ayah ku.


"kenapa memang nya Ai?" tanyanya dengan heran.


"takut pergaulannya yah." jawab ku lagi apa adanya


"oh begitu, sebenarnya nak Akbar ada benernya tapi kalau memaksakan di dalam kota ini saja ya agak sulit." ujar ayah


"nah itu yah.." jawabku sedih.


"ya sudah kalau begitu, pelan pelan saja.. beristirahat sejenak untuk memikirkan kedepannya bagaimana." saran ayah


"Benar kata ayah nak, dan berdoalah untuk hari esok, tenangkan pikiranmu hari ini, semoga esok semua urusanmu lancar nak." nasehat ibu


"iya buk.." jawab ku


.


.


.


hai kakak kakak... gimana gimana sekarang Ai sudah wisuda kira kira kerja dulu atau langsung menikah nih dengan mas Akbar..


Kuy, tetap tunggu Up selanjutnya dari Author ya...


jangan lupa Like komen rating ⭐⭐⭐⭐ 5 dan beri vote pada Author ya..💞

__ADS_1


__ADS_2