
Assalmu'alaikum para readers dan Author Author tercinta ku.. masih setia ya deng Aku Bukan Bidadari Surgamu jangan bosan terus ikuti episode selanjut nya ya..
Ayo kita saling dukung mendukung agar sama sama lancar dan sukses..
Berbagi itu indah ya bestie jadi jangan takut kehilangan viewer atau readers ya..
S E L A M A T M E M B A C A
Doorr..!!!
"Astaghfirullah.. Tutiiikkk..!!" Teriak ku dan Fidah memegangi dada karena kaget dengan suara Tutik yang tiba tiba datang itu..
"Kenapa sih sore sore bengong kayak dugong kalian ini??" ledeknya cengar cengir unjuk gigi tanpa merasa bersalah.
"Lagi mikirin anak kucing yang kehilangan emaknya.." kesal ku karena kejahilan Tutik.
"Hahahahhaaa..." gelak tawa dari Tutik dan Fidah pun menggelegar di dalam kamar menertawakan kekesalanku
"Aku hanya manyun sok buang muka, padahal aku tidak marah beneran.. Karena kami memang sering bercanda untuk menghilangkan kejenuhan sesaat.."
"Ehmm.. Ai denger denger kamu..." tanya Tutik menggantung kayak baju yang tidak kering cengengesan...
"Apa?" spontan aku dan Fidah menoleh ke arah Tutik dan mendengarkan dengan serius apa yang hendak di katakan Tutik..
"Eh.. gitu amat saayy,.. mukanya biasa saja kali, ada apa dengan kalian??" Tutik tertawa cekikikan melihat ekspresi ku dengan Fidah yang tegang
"Dasar tidak Jelass!" Teriak ku bersamaan dengan Fidah dan Tutik hanya tergelak kaku.
"Sudah buruan katakan ada apa Tik?" tanya ku lagi
***
Waktu tak terasa terus berganti, dari siang berganti sore dan petang pun datang menyapa begitulah perputaran nya setiap hari dan itu semua atas kehendak Nya, ketiga gadis di kamar asrama ini lagi membaca sembari mengobrol ringan bertukar pikiran sesekali di selingi canda tawa agar tidak bosan.
Lalalalaa.. Lalaalaa..
Hp ku berbunyi tanda ada Telpon masuk, ku lihat siapakah yang telpon?
Mas Akbar calling..
Ada rasa bahagia dan tegang saat mas Akbar menelfon ku, sedikit keraguan ku geser tanda hijau lalu ku angkat
__ADS_1
...๐ฒ "hallo yank.."...
Sapa nya di seberang sana, tenggorokan ku rasanya tercekat tidak bisa menjawab sapaan mas Akbar..karena aku kaget dengan panggilan kata Yank yang dia ucapkan
...๐ฒ "Hallo.. kenapa diam saja? Apa aku menganggu mu?"...
Tanya nya kembali karena belum ada jawaban dari ku.
"Aduuhh.. gimana nih ada Tutik jadi tidak bisa bebas nih, aku harus jawab apa dan panggil mas Akbar apa?" rutuk ku dalam hati yang sedang dalam kebingungan
Ku lirik Tutik dan Fidah bergantian, untuk memastikan mereka memperhatikan ku apa tidak dan akhirnya aku jawab
๐ฒ "iya Hallo mas, tidak mas.."
Jawab ku kaku, untung saja di telpon jadi masih bisa menyembunyikan rasa kaget dan senang ku.
...๐ฒ"Lagi apa? oya, jangan lupa belajar.. besok aku shift siang lagi, jadi kalau aku tidak kirim pesan kamu jangan berfikir macam macam ya... tunggu aku mengirim pesan saja"...
Ucap nya di seberang sana, mewanti wanti aku dan begitulah mas Akbar selalu ada pesan yang tersematkan di setiap ucapan nya.
๐ฒ"hmmm.. baik mas, memang kalau pagi tiak bisa ya?"
Tanyaku kepada mas Akbar
Jawab nya memberi penjelasan agar aku tidak salah faham.
๐ฒ"owalaaa.. iya mas.. tidak apa apa, hati hati ya mas kalau ngrawat."
Pesan ku kepada mas Akbar..he he he, memberi sedikit perhatian tidak masalah kan? toh kita sepasang kekasih.
...๐ฒ "Iya sayang siap.. ya sudah istirahat dulu gih..."...
..."oh ya..Jangan panggil mas dong, emang aku mas kamu??"...
...Ucap nya meralat panggilan yang ku berikan padanya...
๐ฒ "Haa??๐ณ emm.. iya yank"
Duuhh malunya aku.. wajahku bersemu merah sedangkan Fidah cekikikan dan Tutik menatapku penuh selidik๐คจ
tuuuttt...
__ADS_1
panggilan berakhir.
ku lirik Tutik kembali dan ternyata benar dia sepertinya menunggu penjelasan ku.
"Ada apa kamu menatapku seperti itu? seperti mau meminta pertanggungjawaban saja?ada yang salah kah dengan diriku ini hmm" tanya ku kesal sambil melihat tatapan Tutik yang masih mengintimidasi ku
"Kamu punya pacar? siapa? sejak kapan? kok aku tidak tahu? anak mana?" tanya nya to the poin dengan rentetan pertanyaan yang diberikan kepadaku tanpa jeda dan membuat aku terperangah dengan adanya pertanyaan yang keluar dari mulut Tutik
Aku memutar mata ku malas meladeni pertanyaan Tutik, ku tatap Fidah untuk meminta bantuan menjelaskan kepada Tutik tapi dia hanya mengangkat kecil pundaknya sebagai tanda bahwa dia tidak mau ikut campur๐๐
"Iya aku punya pacar, baru anget angetnya sama mas Akbar.." jawab ku jutek dan pura pura merajuk.
"Eh.. Eh... yang anget anget pacar baru.. cie punya pacaarr.." godanya cengar-cengir yang membuat aku sebel karena selalu menggoda ku
Sejujurnya aku malas berbagi cerita dengan Tutik ini karena dia termasuk salah satu sahabatnya cewek centil itu.. jadi aku was was aja gitu.. takut kalau Tutik di pihak kawan nya si centil itu.
"Hati hati lo ya.. dengar dengar dia sudah ada calon, tapi tidak tau juga sih aku.. soalnya aku sendiri tidak tau pastinya.. trus kenapa kamu mau say berhubungan dengan senior di Rumah Sakit kan ya tau sendiri kebanyakan dari mereka biasanya ngaku ngaku singel tapi kenyataan nya sudah berkeluarga.." Tanya Tutik panjang lebar dan penuh tanda tanya yang butuh penjelasan dari ku
"iya aku tau Tik.. tapi mas Akbar masih singel kaliii.. orang dia juga mau menemui orang tuaku.." jawab ku santai karena memang itu kebenaran nya..
"Semoga lancar ya Ai.. saling percaya saja satu sama lainnya, jangan gampang percaya omongan orang yang tidak penting, siapa tau orang orang asal omong saja biar kalian putus ya kaan??" petuahnya yang dan aku jawab dengan anggukkan kepala serta senyum tipis.
"Apa si Tutik nggak tau ya.. apa yang terjadi tadi pagi, drama yang di perankan oleh sahabatnya itu.. tau akh emang aku pikirin yang penting sekarang saling percaya, jujur itu kuncinya dalam sebuah hubungan agar tetap langgeng.." Lirihku dalam hati dengan yakin.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Nah gimana ini, ada yang penasaran nggak ya...??
ikuti terus setiap Episodenya.
__ADS_1
Mohon maaf Up sedikit sedikit karena lagi kurang sehat..๐บ๐บ๐บ