
~• Setelah Badai Pasti ada Pelangi •~
Sebelum membaca budayakan Vote, like, dan kasih rating ⭐⭐⭐⭐⭐5 ya..
Jangan lupa juga Favorit ya..
Terimakasih kaka😘
S E L A M A T M E M B A C A
"Kata mas Akbar tadi sudah telpon kak Ai yah, katanya sudah disuruh minum obat yang sudah dikasih tau mas Akbar." ucap adek ku
"Oh ya sudah kalau gitu dek.. biarkan kakak kamu istirahat dulu." saran ibu
"iya.." jawab adek ku
Di dalam kamar bernuansa merah muda aku sedang berbaring dan susah untuk memejamkan mataku, aku hanya membolak-balikkan badanku ke kanan dan ke kiri saja,. Entah kenapa aku memang sangat mengharapkan kehadiran mas Akbar saat ini tapi mana mungkin.. tadi saja saat aku kirim pesan untuk memberi tahukan kalau aku sakit cuma di suruh minum obat yang pernah mas Akbar belikan..
"Ya Allah,,, gini amat menahan rindu, sakiitt." gumam ku miris
"Mas Akbar aku lelah menahan rindu ini, tidakkah kamu tahu sudah 3 bulan kamu mengabaikan ku, apakah kamu tidak merindukan aku mas.. hiks..hiks.." Air mataku lolos begitu saja dengan derasnya di pipiku.
"Tidakkah kamu ingin menjenguk ku mas.." lirih ku lagi di sela isak tangis ku
"Tangis ku pun pecah seketika saat ku mengingat saat saat aku bersama mas Akbar.. di saat di mana dia selalu ada buat aku, perhatianmu yang kini sudah 3 bulan tak pernah ku dapatkan lagi.. hiks hiks mas Akbarr..." lirih ku di balik guling sambil menangis
walau hanya sekedar menanyakan kabar ku, sudah makan apa belum itu sudah membuatku merasa diperhatikan dan sangat nyaman rasanya.
"Kamu dimana mas?" Air mataku terus saja keluar tanpa permisi.
Malam pun tiba, tak terasa sejak tadi siang aku tidak keluar kamar sama sekali, karena rasanya kaki ku menginjak lantai terasa sangat dingin jadi ku putuskan untuk tidak turun dari tempat tidur, bahkan sekedar melangkah ke kamar mandi untuk buang air kecil pun rasanya enggan.
Ketika aku ingat Hp ku segera aku mengecek nya barangkali ada pesan masuk dari mas Akbar.
ya lagi lagi aku mengharapkan kehadiran nya walaupun sekedar lewat pesan..
"mas.. aku butuh perhatianmu saat ini" lirihku sendu, terdengar berlebihan memang tapi itulah yang aku rasakan saat ini.
"Apa harus aku yang menghubungi kamu duluan mas?" aku terus bergumam seorang diri
seperti kemarin, aku menghubungi mas Akbar, tapi balasannya lagi lagi membuat aku menelan pil pahit karena balasannya singkat dan dia bilang sibuk.
saat itu rasanya aku ingin pergi jauh dan melupakan mas Akbar..
**
Tanpa aku ketahui, diluar sepertinya ada tamu, tapi aku masih enggan untuk keluar.. biarlah ada tamu toh tidak akan mencari ku dan lagian siapa juga bertamu malam malam begini..
Tok.. tok..
__ADS_1
"Ai, keluar dulu yuk ada sepupu kamu ni berkunjung.. kasihan jauh jauh dari luar kota kamu sapa dulu gih.." ucap ibuku di depan kamar ku.
"hmmm.. iya bu bentar!" teriakku dari dalam kamar.
meskipun keadaan ku masih lemas aku sempatkan menyapa sepupuku beserta suami dan anaknya yang datang jauh jauh dari luar kota.
ceklek..
ku keluar dari kamar dan langsung menuju ruang tamu, ku sapa sepupuku dan suaminya lalu ku ulurkan tangan ku sembari menyalaminya.
"hai kak apa kabar? lama kita tidak ketemu ya.. tidak kerasa si boy sudah gede aja.. hehehe" sapa ku sambil terkekeh
"Alhamdulillah baik, kamu katanya sakit? sakit apa?" tanya balik kepadaku.
"tidak apa apa kok kak cuma kecapekan saja" jawab ku tersenyum
"Ehmm... kecapekan apa? kecapekan menahan rindu???" ledeknya sambil menggodaku.
"apa sih kak.. eh, lanjut gih ngobrolnya.. aku tinggal ke kamar mau istirahat dulu tidak apa apa kan kan?" pamit ku karena memang aku masih sangat pusing dan jangan lupakan kaki kena lantai rasanya dingin sekali
"iya, tidak apa apa sudah kamu rehat saja, smoga lekas sembuh ya Ai,," ucapnya sembari tersenyum tulus kepadaku.
"aku pun membalas senyumnya sembari mengangguk." lalu aku pergi meninggalkan mereka kemudian berjalan menuju kamar ku lagi.
Satu jam kemudian ku dengar sayup sayup diluar semakin berisik, istirahat ku sedikit terganggu dengan kegaduhan di luar.
Semakin lama semakin berisik disertai suara gelak tawa.. tapi aku masih nyaman di dalam kamar..tadi saja aku betah betahin saat berjalan keluar kamar.
Suara pintu kamarku di ketuk lagi dari luar,
siapa sih ganggu saja, aku tetap tak merespon.
tok..tok..tok..
Untuk kedua kalinya pintu kamarku diketuk, dengan malas aku berkata..
"siapa? hmm... masuk ajalah" ucapku dari dalam kamar
ceklek....
Deg!!
"Seberat inikah rinduku padamu mas.. sampai aku berhalusinasi kamu ada di depanku" lirihku yang masih bisa didengar olehnya.
"Eehmmm..." sapa nya
Seketika tubuhku kaku dan lidah ku keluh ketika yang orang selama 3 bulan ini ku rindukan ada di depanku.
"Seperti itukah menyambut kedatanganku hmm.." sapa nya lagi saat tidak ada respon dari ku
__ADS_1
tiba tiba air mataku mengalir dengan sendirinya, sembari berkata " kamu datang mas?"
Mas Akbar pun mengangguk dan tersenyum sembari berjalan mendekatiku di tempat tidurku, tanpa menunggu persetujuan aku langsung menghambur ke pelukan mas Akbar.. dan saat itu tangis ku pun pecah, sampai baju mas Akbar basah karena air mataku.
"Maafkan aku ya sayang.." ucap nya saat memeluk ku dan dia mengusap usap pelan rambut ku
Aku tidak bisa berkata kata saking bahagianya.. aku hanya mengangguk anggukan kepala ku dalam dekapannya.
"sstt.. sudah sudah.. aku sudah disini sayang, gimana masih sakit? masih pusing tidak?" aku diberondong pertanyaan ole mas Akbar.
Aku menggeleng sembari menjawab.. "sudah mendingan yank, karena kedatangan mas Akbar seketika rasa sakit ku menguap entah kemana"
mas Akbar pun terkekeh melihat ku.
" sudah makan belum tadi?" tanya nya kepada ku
aku hanya menggeleng, karena memang dari tadi aku tak berselera makan
"Kenapa??" tanyanya lagi.
"tidak nafsu, lidah ku rasanya pahit yank" rengek ku manja kepada mas Akbar
"makan dulu yuk, masak aku suapin?" bujuk nya
Aku dan mas Akbar pun berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga, disana semua pada berkumpul ada ayah, ibu, kakak, adek dan sepuku ku beserta suami dan anaknya..
"Nah kan bener, sakit rindu tuh Bar si Ai.." celetuk sepupuku.. aku hanya diam karena malu.
"iy tuh, tadi aja jangankan berjalan, berdiri aja kayak orang mau pingsan" celetuk adekku yang langsung di sambut gelak tawa semua.
"Nak Akbar, itu anak emang kangen banget kayaknya sama kamu.. noh lihat tadi sakit tapi dengan kedatangan mas Akbar tercinta langsung sehat gitu.. ya tidak bu??" ledek ayah dan ibu mengangguk tanda setuju.
" Roman roman nya kayaknya harus segera di nikahkan aja paman itu anak..." ceplos sepupuku tanpa akhlak
Aku hanya diam menunduk menahan malu, rasanya muka ku sekarang memerah bak kepiting rebus karena saking malunya.
Pada hakekatnya hubungan yang dewasa itu bukan hubungan yang tanpa konflik, tapi hubungan yang sama sama menyadari bahwa sebesar apapun konflik akan tetap kembali ke komitmen awal untuk bersama..
Dan dalam suatu hubungan itu pasti butuh kepercayaan, kejujuran dan kesabaran..
sebesar apapun cinta itu tanpa adanya kepercayaan maka tidak akan bertahan, dan seberapa lama hubungan itu terjalin tanpa adanya kejujuran maka akan mudah hancur.. serta sekuat apapun cinta itu tanpa adanya kesabaran maka suatu saat akan goyah.
Author sok bijak dan sok puitis ya.. hehehe
Akhirnya kang mas Akbar datang juga ya guys...
si Ai langsung sembuh aja tuh..
**next episode akan segera Up ya.. tetap stay ya di I Love You Nurse**
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk komen, like, kasih vote dan rating⭐⭐⭐⭐⭐5 nya ya kakak💞