
Alhamdulillah Author ucapin terima kasih banyak ya pada kalian reader, karena author tidak menyangka bisa Up sampai ke episode ini.
Semoga para pembaca tetap terhibur tidak bosan dan kabur dari I Love You Nurse ini ya..
Budayakan sebelum membaca kasih Vote, jempolin, komenin, bintangin dan favoritin ya readers agar author tidak kendor dalam Up
S E L A M A T M E M B A C A
"Iissh.. iya iya..dengerin baik baik ya.. aku tak mau mengulang capek tauuu." ucap ku memperingati
"hmmmm..." gumamnya sambil mengangguk dan tersenyum.
"Sudah siap?" tanya ku lagi menggoda Fidah
"Ck, niat apa tidak sih" ucap Fidah mulai mode merajuk nya dan aku semakin senang untuk menggoda nya.
"Dengerin, jangan di sela di potong sebelum aku selesai bercerita" pesan ku memperingati Fidah agar jadi pendengar yang baik.
"Buruaaaaannnn..!!" Sentak Fidah
"Jadi.." ulang ku sengaja mancing Fidah
"Kemana??." Godaku sengaja membuat dia jengkel sambil aku tertawa kecil.
"iya jadi?" sahut nya yang tidak sabaran.
"Ck, iya iya sabar dikit kenapa sih Fidah" ucap ku heran dengan jiwa kepo fidah yang meronta ronta tidak sabar.
"Makanya buruan, jangan banyak intro deh Ai" desis nya lagi.
"Lagu kali pake intro segala" auto geleng geleng kepala dengan Fidah yang selalu ada ada saja tingkah dan ucapan nya.
"Aiiiii..!!" sentak Fidah tidak sabar.
Aku pun tergelak melihat Fidah yang sudah emosi "Ha ha ha ha"
"jadi pada waktu liburan kemarin mas Akbar kan kerumah, menyampaikan niat baiknya ke ayah dan ibu." jawab ku
"Terusss..?." selah nya lagi
"mas Akbar bilang kalau aku dan dia sedang menjalin hubungan dan niat serius, awalnya ayah dan ibuku sempet kaget gitu Fid, tapi dengan penjelasan dari mas Akbar akhirnya bapak dan ibu melunak dan mulai faham dengan apa yang telah disampaikan oleh mas Akbar." jawab ku lagi panjang lebar
"Itu artinya..??😯." tanyanya dengan mata terbelalak
"Tolong.. ya tolong itu mata kenapa sampai mau keluar gitu sih Fid, biasa aja deh." ucap ku saat melihat Fidah yang sudah melbar
"Habis nya aku seneng dan kaget juga Ai..,kapan ya do'i ku bisa gentleman kayak mas Akbar gitu." ucap nya sendu sat dia mengingat bagaimana sang kekasih
"Berdoa aja Fid, smoga yang terbaik." support ku kepada Fidah.. ya beginilah kami yang selalu kasih support asal itu baik, benar dan positif.
"Ck, Kapan ya Ai?" tanya nya dengan memelas.
"Mau dilanjut nggak nih ceritanya😒,,?" tanya ku sambil memutar bola mataku malas tapi aku nggak marah sama Fidah.
__ADS_1
"Hmmmm..Next.." angguk nya dengan sangat antusias.
"CK, dasar,,,!" decak ku sebel karena Fidah selalu tidak ada bosan nya mendengar cerita ki
"Dengerin,,!! jadi ayah dan ibuku memberi lampu hijau ke mas Akbar dalam menjalin hubungan ini tapi aku di suruh fokus kuliah dan kalau nanti mau bekerja ya biarkan aku bekerja dulu." ucap ku lagi
"Henning...."
Aku dan Fidah pun sama sama diam dalam pemikiran masing masing.
"Lhoo,,, kok diem Ai? lanjutin ceritanya..!" tegur Fidah memecahkan keheningan diantara kami.
"Apanya???" sahut ku jutek.
"Mandi nya..!! ya cerita nya lah Aiiiii cerita nya.." sahut Fidah tak kalah sewotnya.
"Lhaa,,, kan udah Fid, itu sudah End ceritanya mau cerita yang mana lagi???" geram ku karena ke kepoan Fidah yang bikin pusing..
"Uufft.. emang si Author yang cerita nya selalu berlanjut" gerutu ku kepada Fidah
"iyaaaa?? gitu saja?? kirain masih ada drama atau episode lainnya, he he he he" kekeh nya tanpa rasa bersalah.
"Dasar kalau jiwa kepo meronta ronta ya gitu nggak jelas." timpal ku heran dengan Fidah karena begitulah kalau kepo nya sudaj dalam mode On
Di tempat lain..
Ada seorang laki laki yang sedang bersiap. Ya laki laki itu adalah Mas Akbar sudah mulai siap siap pergi bekerja karena jam sudah menunjukkan pukul satu siang saja, mas Akbar segera mandi dan setelah itu dengan cepat berganti baju."
"Uufft,,, ternyata sudah jam satu siang ya.. dan aku harus segera berangkat agar tidak telat." gumam nya sambil bersiap siap
"Bar, CK,,, gila ya sudah jadian saja nih sama mahasiswa?" tanya rekan kerja yang berpapasan denganku.
"Ehmm..." ku jawab dengan singkat dan datar.
***
Tak terasa kini ketika kelas selesai aku dan Fidah segera kembali ke asrama karena memang jam kulia telah usai, aku sangat lelah dan lapar ingin segera istirahat dan makan siang yang sudah terlewatkan.
"Fid,, kira kira menu makan siang tadi apa ya? laper banget aku tuh.." tanya ku ke Fidah
"Aku kurang tau Aiiiii.." jawab Fidah yang memang tidak tahu menu apa hari ini.
"Ya udah, yuk buruan balik asrama.."ajak ku sambil mengandeng tangan Fidah.
"Haddeee.. kirain aku hari ini bakal dapat traktiran dari orang yang baru jadian.." ucap nya dengan penuh harap.
"Eeeh... udah tidak usah ngarep deh, nanti mintanya ke mas Akbar aja jangan ke aku, he he he hee" kekeh ku cengengesan.
"CK, sama aja bohong doong kalau gitu.." akupun tergelak..
"Saat sampai di asrama aku dan Fidah langsung berganti baju, kemudian menuju dapur untuk mengambil makan siang yang terlambat."
"Kok baru makan?" tanya si juru masaknya karena heran sudah sore tapi aku dan fidah baru makan.
__ADS_1
"he he he he... iya karena tadi habis istirahat makan siang ada kuliah lagi, dan saat jam makan siang di sini rame banget takut nggak keburu kelamaan antriannya." jawab ku denga. sopan
"Owalaa..." jana juru masak nya
Setelah makan siang aku dan Fidah kembali ke kamar karena ingin rebahan,.
"Ai, nanti malam mas Akbar kesini tidak?" tanya Fidah kepada ku tiba tiba
"Tidak Fid, kan mas Akbar shift siang hari ini.." jawabku sambil memejamkan mata.
"Kenapa,,,? kamu mau keluar sama pacar kamu?" selidik ku dengan melihat Fidah.
"Tidak juga,.." jawabnya dengan malas.
"Lha terus,,??" tanyaku sambil mengerutkan alis ku.
tidak papa Ai,,," kekeh nya dengan cengar-cengir.
"Ck, jangan bohong?" ulang ku penasaran
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Ada apa ya?
apakah ada yang teman Ai sembunyikan..
Ikuti episode selanju tnya..
wah author jadi kepo nih, ada apakah gerangan?
Jangan lupa tinggal kan jejak Vote, Like, Tip dak favorit ya
Terima kasih
__ADS_1
...🌞Happy Reading🌞...