
Assalamu'alaikum...
Selamat malam semua hadir lagi nih I Love You Nurse.
Lama banget banget banget pokok nya Author nggak Up ya...
Maaf ya.. riweh nggembleng anak bestie, kalau lihat emak nya pegang hand phone malah protes nggak mau belajar mau ikutan Hp.an, kalau pakai laptop malah ikutan resek.. fiuuhh😪
*Selain itu juga author riweh dengan CPN*S dan lainnya itu lah... maaf ya.. dan habis boyongan pula nih bestie*..
Oh ya sahabat setia Novel Toon, Author ucapkan minal aidzin wal faidzin ya mohon maaf lahir dan batin, maaf sudah lama tidak up dan maaf sudah membuat sahabat setia Novel Toon I Love You Nurse lama menunggu Author.
Ada nggak yang kayak Othor bestie?
Sekarang nulis sambil telinga nyimak anak ngaji gays.. maklum emak emak pekerjaan gabung gabung.
Ups.. malah curhat Othor nya..🙏🏻🙏🏻
Yuk tak usah lama lama langsung next episode ya..
----------
🥳S E L A M A T M E M B A C A🥳
"Ehm tadi kata nak Ai kamu ingin menyampaikan sesuatu nak kepada kami?" tanya ayah dan di anguki oleh ibu
"Iya yah.." jawab mas Akbar
"Apa itu nak, ayah dan ibu jadi penasaran dengan apa yang akan kamu sampaikan kepada kami nak" kini ibu ikut bertanya karena saking penasaran nya
"Em.. itu yah, sebelum nya Akbar mohon maaf kalau baru kali ini Akbar mengatakan dan melaksanakan nya yah bu.." ucap mas Akbar dengan serius
Dan jangan tanya bagaimana suasana di ruangan tersebut, semua ayah ibu dan Ai jadi semakin penasaran dan tegang takut dengan apa yang akan disampaikan Akbar.
"Katakanlah" sela ayah
"Sebenarnya Akbar kesini mau menyampaikan bahwa insya Allah dalam minggu ini ayah dan ibu Akbar mau melamar Ai untuk Akbar yah." jelas mas Akbar
__ADS_1
Ayah dan ibu yang tadinya tegang dan was was kini jadi bernafas lega.
Ai jangan di tanya lagi, dia malah senyam senyum sambil malu malu, karena saking senang nya mau di lamar..
Netizen : cie cie.. yang mau di lamar babang Akbar tercinta.. suwiiiwiiit...🥳
Othor : Hust.. nyamber ae mulut mu bestie, diem sek
Netizen : iyo iyo wes ayo meneng sek bestie, runggoke babang Akbar ngomong yo
Othor : Nah ngunu manut emak e yo meneng sek🤭🤭
"Bersama siapa nak ayah dan ibu kamu ke sini nya?" tanya ibu Ai
"Insya Allah tidak banyak bu, hanya keluarga inti dan saudara dari ayah saja terdekat soalnya kalau saudara dari ibu jauh" jawab mas Akbar dengan santai
"Oh ya sudah nak Akbar kalau begitu." jawab Ibu Ai
"Itu fix ya nak hari minggu nya keluarga kamu kemari?" tanya ayah Ai
"Iya yah, minggu nya kedua orang tua Akbar dan suadara kemari" jawab mas Akbar
"Ish.. ayah apaan sih, kok godain gitu kan Ai jadi malu,. kalau seneng sih jelas seneng donk yah.. he he he" jawab ku cengengesan
"Yank, besok lamaran nya mau cincin atau sama lainnya untuk perhiasannya?" tanya mas Akbar pada ku
"Emmmm... gimana ya yank, Ai mah terserah mas Akbar saja lah.." jawab ku
"Kalau ayah boleh ngasih saran sih nggak pake perhiasan nggak apa apa nak, toh nanti pas nikah juga bisa, tapi kalau mau pakai ya nggak apa apa cincin saja sebagai tanda mengikat hubungan kalian" saran ayah kepada mas Akbar.
"Seperti itu yah? apa tidak terlalu apa adanya yah kalau cuma cincin?" tanya mas Akbar pada ayah ku
"Lha terus mau apa lagi nak? kalau nggak gitu biar beda pakai tambang saja ngiket nya, ha ha ha ha" cetus ayah spontan dan di iringi gelak tawa semuanya.
"Ayah ini apa sih, masak anak sendiri mau di ikat pakai tambang" sahut ibu sembari geleng geleng kepala heran dengan sikap dan ide konyol ayah
"Nanti ayah akan panggil ustadz dan RT nak pas acara lamaran nya sebagai saksi dan sekalian tanya hari ke pak ustadz" timpal ibu
__ADS_1
"Iya bu, terima kasih dan maaf merepotkan ibu dan ayah dalam hal ini" jawab mas Akbar
"Yo ndak apa apa toh nak Akbar, kan Ai anak ayah dan ibu dan juga masih sepenuhnya tanggung jawab ayah" ucap ayah
"he he he iya juga ya yah..kok Akbar mendadak jadi loading gini ya.." ujar mas Akbar malu
"Helleee.. belum akad masih juga mau ngelamar tapi sudah mleyot gitu.."goda ayah dan semakin membuat mas Akbar salah tingkah karena kekonyolan nya.
"ha ha ha... belum apa apa sudah nervous duluan kamu mas.." sindir ku dan mas Akbar cuma melotot ke arah ku
Ibu dan ayah yang melihat aku dan mas Akbar hanya saling pandang dan geleng geleng kepala.
"Gini nak, tolong sampaikan ke ayah dan ibu nak Akbar ya.. nanti jangan terlalu repot repot dan kita adakan secara sederhana saja tidak perlu terlalu mewah toh masih lamaran saja, sayang kan uang nya bisa di tabung buat nikahan nanti nya" madat ibu kepada mas Akbar untuk orang tuanya.
"Iya bu, nanti sampai di rumah insya Allah Akbar sampaikan kepada ayah dan ibu" jawab mas Akbar.
"Alhamdulillah ya Allah akhirnya penantian panjang ku selama ini.. selangkah menuju hubungan pasti, semoga lancar sampai hari pernikahan dan lamaran pun nanti berjalan lancar" doa ku dalam hati
Karena pada hakikatnya seorang perempuan itu butuh kepastian dalam menjalin suatu hubungan, meskipun sudah lama berpacaran atau menjalin kasih kalau tidak diberi kepastian maka akan kalah start dengan yang baru kenal dan langsung mampu memberikan kepastian dalam menjalin suatu hubungan.
Seperti ibarat kata, yang ngasih coklat bakal kalah sama yang ngasih mahar..
Wahai kaum lelaki janganlah engkau menggantungkan suatu hubungan karena perempuan butuh kepastian yang jelas dalam menjalin sebuah hubungan ke jenjang yang lebih serius.
Netizen : Eh eh eh.. author mah tumben bijak pisan ih.. he he he...
Othor : ehemmm.. skali kali ya gaya...
Oy.. Ada yang punya kisah kayak Ai nggak nih sahabat setia Novel Toon?
Netizen : pastilah ada thor tapi nggak ngaku tuh readers..
Othor : termasuk ente ya kak.. he he he
Netizen : Hwkwkwkwkwk..
Yuk tinggalkan jejak, komentar, like, favorit ya pada karya Author... biar semungut nulis dan up nya..he he he
__ADS_1
🙏🏻H a p p y R e a d i n g🙏🏻