I Love You Nurse

I Love You Nurse
Lampu Hijau untuk Akbar


__ADS_3

Semakin kesini semakin deg deg an tidak ya..Semakin menengang kan dan harap harap cemas pastinya.


Kira kira si Akbar nanti dapat restu atau tidak ya dari kedua orang tua Ai?


Bagaimana respon dari kedua orang tua, saudara Aiendy ya para readers


Jangan Lupa budayakan Vote Like Komen dan Favorit sebelum membaca ya..


Mohon dengan sangat dukungan dari para pembaca novel I Love You Nurse dan Aku Bukan Bidadari Surgamu


Dari awal menulis sampe dengan episode ini Author belum mendapat kan Vote dan favorit dari kalian..


S E L A M A T M E M B A C A


"iya bu, trimakasih jangan repot repot bu, saya jadi merepotkan ibu dan keluarga.. ini sudah cukup". dengan sopan dan senyuman mas Akbar menjawab ibu.


"Tidak repot sama sekali nak Akbar tenang saja jangan sungkan." ujar ibu dengan tulus dan senyum yang meneduhkan


"Sebenar nya nak Akbar kesini hanya sekedar main atau memang ada yang perlu dibicarakan ya nak? sebelum nya mohon maaf bukan maksud apa apa bapak cuma bertanya saja." selidik ayahku ke mas Akbar karena memang tidak biasanya ada laki laki yang bertamu kerumah.


Masih dengan sikap santai dan enjoy nya si Akbar mendapatkan pertanyaan seperti itu dari kedua orang tua ku dan dia segera menjawab.


"Saya kesini memang ada perlu yang akan saya sampaikan kepada bapak dan ibu." lagi lagi dengan santai nya mas Akbar menjawab.


"Apakah itu nak?." tanya orang tua ku ke mas Akbar dengan menautkan kedua alisnya.


"Saya mau meminta putri bapak, memang ini terlalu cepat dan mendadak tapi saya memang mau hubungan saya jelas dan diketahui bapak dan ibu langsung jadi jika nanti nya kalau ada apa apa lebih enak." seketika suasana jadi canggung dan kedua orang tua ku kaget dengan pengakuan mas Akbar yang langsung to the point dan lagi lagi aku melongo dibuatnya.


"Maksud nya gimana ya nak.?" ayahku minta penjelasan yang lebih jelas lagi dari mas Akbar biar tidak ada kesalah fahaman nanti nya dan takut nya orang tua ku salah tafsir.


Disini aku semakin dibuat tidak karuan, apalagi ayah minta penjelasan yang benar benar jelas karena ayah tidak mau ada kesalahan di kemudian hari nya.

__ADS_1


"Mas Akbar yang di tanya kenapa aku nya yang was was dan semakin deg deg an ya.. sedangkan mas Akbar masih santai bahkan sangat santai." gerutu an ku di selah selah ketegangan yang di ciptakan oleh ayah.


"Begini, saya dan Ai sekarang kan berpacaran tapi saya langsung meminta ijin ke bapak dan ibu sebagai pengikat dan bukti bahwa saya serius dengan hubungan ini." tegas nya masih dengan tutur yang sunguh sunguh, sopan dan tulus.


"Tapi Ai masih kulya nak, masih panjang perjalanan nya." kekeh ayahku karena masih syok dengan ungkapan mas Akbar


"Saya tidak buru buru mengajak menikah, biarkan Ai menyelesaikan dulu kulya nya, dan kalau nanti mau bekerja ya silahkan, tapi kalau bisa jangan yang luar kota takutnya pergaulan nya tidak terpantau." ayahku mengangguk anggukan kepalanya sambil menimbang nimbang apa yang telah dikatakan mas Akbar.


"Haduuu... gini amat ya rasa nya gugup, serasa kayak di lamar beneran, padahal ini baru meminta ijin.. rasa nya aku tidak berani mengangkat pandangan ku ke ayah, aku takut ayah kecewa dengan ku karena kulya ku saja belum selesai, yaa walaupun tinggal sedikit lagi." lirihku dalam hati dengan penuh kegelisahan dan kecemasan tanpa sadar sejak tadi aku ******* ***** ujung jariku dan gerak gerik ku dari tadi di saksikan oleh kedua kakak dan kedua kakak ipar juga.


Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orang nya. Ada waktu untuk berharap, dan ada waktu untuk berhenti. Ada masa untuk memperjuangkan, namun ada juga untuk mengikhlaskan.


Mengekspresikan cinta tak perlu dengan properti-properti yang mahal. Terkadang, sebuah kesederhanaan lebih sanggup membangkitkan makna serta ketulusan akan arti cinta. Karena, sesuatu yang tak bisa dibeli dengan uang terkadang justru jauh lebih berharga dan menampilkan lebih banyak kemewahan.


Dalam hubungan romantis, pengungkapan perasaan melalui kata-kata adalah hal yang sederhana namun sangat dinikmati baik oleh pria maupun wanita. Melalui kata kata cinta sederhana, pasangan akan menjadi lebih tahu tentang kedalaman perasaan dan kesungguhannya dalam membina hubungan.


Readers : Aduh thor.. so sweet banget si kamu...🌹🥰


Readers : Santai aja kali Thor.. kak Author kan suhu ya tidak guys?


Ai : Thor buruan jangan ngobrol sendiri, aku nanti bisa kencing di celana kalau kalian ngobrol gara gara aku saking tegang dan gugup nya.


Author : Iya Nyonya.. Author lanjut deh.. untuk para readers sudah diem baca aja ikuti setiap episode nya jangan lupa kasih Vote, Tio, Like dan favorit ya..🙏🏻😘


"Begini nak Akbar, Bapak tidak apa apa dengan hubungan kalian yang penting saling menjaga dan tetap dalam batasan yang wajar, dan Bapak mohon biarkan Ai menyelesaikan kulya nya dulu setelah itu bekerja dan bapak senang dengan keberanian dan kejujuran kamu." tutur ayah dengan lembut dan tegas serta penuh penekanan.


"Terimakasih pak atas ijin dan restunya." ucapa mas Akbar dengan penuh kebahagiaan.


"Alhamdulillah akhirnya dapat lampu hijau dari ayah untuk mas Akbar, akh lebih tepatnya untuk kami berdua." Batinku sambil senyum tipis dan jangan lupa wajah ku sudah bersemu merah karena terharu dengan perjuangan mas Akbar dan senang atas Ijin dari ayah.


Obrolan pun berlanjut dengan santai dan suasa semakin akrab dari sebelumnya karena sekarang aku, mas Akbar, Ayah, ibu dan semua saudara ku kumpul jadi satu sambil ngobrol dan melihat TV.

__ADS_1


Malam semakin larut, mas Akbar pun akhirnya pamit undur diri karena merasa tidak enak hati berlama lama dirumah ku, dan besok mas Akbar pun harus bekerja sedangkan perjalanan yang mas Akbar tempuh dari rumah ku ke rumah mas Akbar cukup jauh yang memakan waktu lebih kurang 1 jam.


"Pak buk saya permisi undur diri ya.. tidak enak sama tetangga sudah malam." pamit nya pada kedua orang tua ku.


"Oh..iya nak hati hati dijalan ya.. jangan ngebut sudah malam, utamakan keselamatan." Pesan ayah kepada mas Akbar.


Sebentar..!


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Nah tuh dapat lampu ijo senengnya..💞


tetap ikuti kelanjutan kisah mas Akbar dan Ai ya.. apakah mereka bisa bersatu nantinya..


oiya bentar bentar tadi siapa yang manggil ya.. jadi penasaran..


jangan lupa Vote Like komen Tip dan Favorit nya ya biar Author semangat Up nya..


Jangan Lupa mampir ke Novel Author Aku Bukan Bidadari Surgamu

__ADS_1


__ADS_2