
\=\=• Siapkan tissue bestie •\=\=
Part ini tolong sedia banyak tissu ya . karena Part ini terlalu banyak mengandung bawang bawang an yang mana air mata terus mengalir dan turun.
Kenapa hanya air mata saja ya bestie yang turun? kenapa tidak sembako atau bahan pangan dan bahan bakar saja yang turun🙄
puufft.. bercanda bestie jangan di laporkan ya.. nanti author kena demo massa bestie kan author ngeri nanti tidak bisa Up Up
S E L A M A T M E M B A C A
"Ehmm,,, dan tak sangka sangka kau pun mau menerima mas Akbar." aku, Fidah dan Tutik pun tergelak bersama sama.
Salah satu hal yang sangat membahagiakan adalah menemukan seseorang untuk di cintai.
Terlebih, rasa bahagianya akan menjadi berkali kali lipat saat kamu sudah menantinya dalam waktu yang lama.
setelah beberapa minggu jadian mas Akbar begitu manis dan sangat perhatian, selalu menelfon ku setiap malam atau pun pagi, tapi dengan berjalan nya waktu hubungan ini berjalan kenapa serasa semakin jauh dan berubah,, apa memang kamu sedang sibuk mas? lirih ku dalam hati dengan sendu ketika mengingat hubungan ku saat ini.
"Aakh ya sudahlah kalau jodoh pasti tak akan ke mana." ucap ku menyemangati diri sendiri
Ada waktu untuk berharap, dan ada waktu untuk berhenti. Ada masa untuk memperjuangkan, namun ada juga untuk mengikhlaskan.
Ada orang yang rela menunggu dengan sabar hanya untuk sebuah kabar
Reader #1: Aduuu thor meleleh hayati dengan kata katamu thor..🥰
Reader #2 : So sweet banget ya..
Author : He he he biasa saja kali readers
Beberapa Bulan kemudian..
Kini tek terasa waktu 3 Bulan sudah berlalu, tidak ada kemajuan tentang hubungan ku dan mas Akbar, walau pun tidak sepenuh nya dia menghilang tapi tetap saja aku merasa tidak yakin dengan kelanjutan hubungan kami..
"Sampai aku merasa pasrah saja sama Allah, aku tidak mau terlalu berharap, tapi jika aku bilang aku pasrahkan pada Nya dan tidak terlalu memikirkan itu bohong karena nyatanya aku masih saja selalu kepikiran mas Akbar.." Pikir ku kalut
Menjelang kelulusan, aku pun berada dirumah.. dan sampai saat ini pun belum ada kabar darinya, seolah olah aku tidak pernah ada di dalam hatinya.
Ketika ayah bertanya "Akbar kok tidak pernah main kesini ya Ai?" akupun bingung mau menjawab apa.
Pertanyaan ke dua pun dilayangkan oleh ayah kepada ku "Apa kalian baik baik saja?" aku tak menjawab hanya anggukan kepala saja sebagai jawaban ku.
__ADS_1
"Aku hanya bisa memandangi Hand phone ku berkali kali berharap ada notifikasi yang masuk, ternyata nihil." Harapan semu
"Tahukah kamu apa yang paling membuat dada ini terasa berdetak detak dan sesak? ya jawabannya adalah saat kamu lupa memberi kabar kepadaku." lirih ku sembari memandangi Hand phone ku dengan meneteskan air mata
"Ya Allah.. kalau memang mas Akbar jodoh ku maka dekatkanlah, jika memang bukan jodoh ku maka bantu hamba mengikhlaskan nya." doa ku dalam kesendirian .
"Aku selalu menghawatirkan mu wahai kekasih, meski kamu tak lagi memberi kabar. Aku tak banyak meminta darimu, tolong beri aku kabar, walau hanya satu kata." isi hati ku
Detik sudah berganti menit, Menit pun berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu.. ya minggu ini sudah masuk minggu ke dua, sudah dua minggu berlalu selama aku berada dirumah tetap saja tidak mendapat kan kabar dari mas Akbar.
"semakin kesini aku merasa semakin insecure dengan diriku dengan hubungan ku.." gumam ku sendiri
Ketika aku duduk di ruang TV, ibu melihatku yang sedang melamun dan bliau menegurku halus.
"Ai sayang, kamu kenapa melamun? apa yang kamu pikirkan,, hmm?" tanyanya sambil duduk di sebelahku dan mengelus punggung ku.
"Aku tak menjawab, melainkan hanya gelengan kepala ku yang mewakili jawabanku."
"coba cerita ada apa? berbagilah sama ibu nak.." bujuknya lagi dengan tulus dan sejenak aku tidak bisa mengontrol emosi ku
Seketika air mataku pun turun tanpa permisi membasahi pipiku dan sejurus itu aku langsung ber hambur ke pelukan ibu.. aku mencari kenyamanan, di pelukan beliau..
"mas Ak- bar..." jawabku terbata karena menahan tangis.
"sudah jangan menangis dan jangan bersedih lagi, percayakan semua nya pada Allah.. semoga yang terbaik nak."
"Aku pun hanya mengangguk anggukan pelan kepala ku pelan." sambil memeluk ibu ku kembali dan menangis sesenggukan
"apa aku tidak pantas dengan mas Akbar?" spontan pertanyaan itu keluar dari mulutku.
"jangan bicara seperti itu, semua sudah di atur sama yang Maha Kuasa Jodoh, rizki maut tidak ada yang tau."
"iya ibu, terima kasih atas nasihat nya" ku ucapkan terima kasih kepada ibu.
"Ajari aku apa pun, asal jangan tentang bagaimana aku harus tanpa mu." lirih ku disela sela tangis ku yang piluh
"Apakah kamu tahu? aku sangat merindukan mu tapi kamu sibuk terus sama urusan kamu sendiri dan tidak ada kabar" lirih ku lagi.. ya sudahlah..
**
Rembulan sudah menghilang di gantikan dengan mentari yang indah serta kicauan burung artinya pagi pun telah menyapa.. aku masih tidak bergeming dari tempat tidur ku, masih menikmati suasana kamar yang bernuansa merah mudah ini,, tidak biasanya aku seperti ini rasanya aku malas sekali beranjak dari tempat tidur atau pun keluar kamar.
__ADS_1
Saat aku mulai mengerjapkan mata dan aku merasa kepala ku sangat pusing.
" Auuu.. kenapa kepala ku pusing sekali, badan ku juga rasa nya lemas.?" Lirihku saat merasakan ada yg tidak beres dengan diriku.
Tok..tok..tok..
"Ai, bangun sudah pagi.." suara ibu membangunkan ku.
Akupun hanya menjawab ibu singkat.. "ya buu.."
Nah nah napa tu si Ai...
jangan jangaann..
Reader : jangan jangan apa thor?? ceritamu kali ini banyak bawang nya thor perih mata ku thor
Author : Apa hayoo tebak?
Reader : tahu deh thor, Next saja episode selanjutnya dari pada kita penasaran ada apa dengan Ai..karena di episode ini kebanyakan bawang, mata ku hujan terus nih thor.. tisu mana tisu thor
ye kan bener author ceritanya nyesek banget, dan banyak mengandung bawang dan harus benar benar siap siap nyediain tissu ya bestie, mewek mewek deh..
**udah dulu ya.. tunggu Up selanjutnya dari author,**
Da.. Da... jumpa lagi di next episode ya jangan tinggalin I Love You Nurse
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
jangan lupa like komen dan vote nya ya kaka... ☺️