
Selamat siang menjelang sore semua.
masih setia dengan Author kan.. dengan novel novel author kan...
Pastinya donk yee kaaann???
Cuaca mendung sangat, hujan dan guntur sempat listrik mati, alhamdulillah sudah on lagi jadi bisa Up.
Stay Tune di Novel author ya jangan kabur, bantu kasih dukungan Like, komen, tip, vote, rating bintang 5 dan favorit ya biar semangat Up.
*****
S E L A M A T M E M B A C A
"Upps.." ucap ku sambil menutup mulut ku dengan tangan ku
"Akh kamu bisa saja, tapi kalau itu benar berrti bu Ai dapat pahala ya karena sudah bikin orang tertawa pagi pagi, itung itung senam jantung" jawab pak Rahmat
"Tapi hati hati nanti ada yang marah lo pak" ucap siswa itu lagi sambil kepala nya celingak clinguk ke kanan dan ke kiri seperti orang yang sedang takut ketahuan
"Siapa? kan kekasih bu Ai nggak disini." ucap pak Rahmat
"Kata siapa, itu pak_" ucap siswa itu terpotong
"Nanti jangan lupa mbak Ai"
Deg!
"Eh pak Ruyully, selamat pagi pak.. Pak Rahmat saya pamit ke kelas dulu ya, permisi" pamit sang siswa tadi karena ketahuan membicarakan pak Ruyully.
"Semoga pak Ruyully tidak mendengar apa yang aku ucapkan tadi dan tidak tahu kalau laki laki yang aku maksud tadi beliau, dasar mulut ku kenapa lemes banget sih.." gumam siswa tersebut sambil berlalu dan mengetuk ngetuk mulut ny
"Ada apa pak Ruyully? mau kencan sama bu Ai?" goda pak Rahmat
"Eh.. itu pak, enggak kok.. pak Ruyully mau minta bantuan tes kesehatan anak anak basket pak, bukan kencan." jelas ku kepada pak Rahmat agar tidak salah faham nanti bisa jadi panjang urusan nya kalau salah faham.
"Ooo begitu, ehm.. apa beneran mau minta bantuan tes kesehatan anak anak basket pak? bukan akal akalan pak Ruyully kan agar bisa.." ucap pak Rahmat dengan menyatukan jari telunjuk nya
"Hemmm terserah pak Rahmat saja lah kalau begitu." ucap pak Ruyully
__ADS_1
"Nanti istirahat nggak bisa ya pak? agar kalau banyak saya tidak terlalu sore." ucap ku mencoba bernego lagi
"Semoga ini pak duda berubah pikiran, enak saja nyuruh nyuruh aku di luar jam kerja, istilah nya seperti lembur.. lha iya kalau lembur dapat tambahan, sedangkan ini boro boro.. feeling aku saja mengatakan nanti aku bakal gigit jari doang." gumam ku dalam hati
"Seperti yang saya bilang kemarin mbak Ai agar tidak menganggu jam pelajaran dan nanti anak anak banyak alasan jadi lebih baik pas pulang sekolah saja." ucap nya final
"Ok Fix Ai kamu kalah sama pak duda ini yang super dupper kepala batu." gumam ku
"Berapa anak pak kira kira nanti yang mau tes kesehatan?" tanya ku kepada pak Ruyully
"Berapa ya...sebentar mbak Ai saya cek dulu ya.." jawab nya sambil melihat data anak yang akan tes kesehatan
"Ok pak saya tunggu" sahut ku sedikit kesal
Sedangkan pak Rahmat sudah masuk ke kelas karena memang beliau ada jam pagi jadi beliau tidak mau membuang buang waktu terlalu banyak jadi memutuskan untuk segera masuk kelas.
"Sekitar dua puluh siswa mbak nanti yang akan tes kesehatan." ucap pak Ruyully
"Hah😲, Du-dua puluh pak?" tanya ku kaget sampai terbata bat
"Iya, kenapa? cuma sedikit kan mbak? jadi nggak terlalu petang
"Gleek.." terasa sulit diriku untuk menelan saliva ku setelah mendengar apa yang keluar dari mulut pak dude
"Iya?"
"Apa mbak Ai mengatakan sesuatu?" ucap pak Ruyully
"Eh.. enggak pak, saya nggak mengatakan apa apa, oya pak apa tidak kebanyakan kalau semua itu saya kerjakan setelah pulang sekolah?" tanya ku lagi
"Yakin? apa mau saya tambah mbak siswa yang mau tes kesehatan nya? tanya pak Ruyully yang selalu tanpa pikir asal ngomong saja
"Pak mohon maaf, dua puluh sudah banyak pak, dan saya juga minta setengah nya di tes saat jam istirahat saja biar tidak saling tunggu menunggu dan menjadi lama, apalagi nanti bisa molor tidak on time." aku mulai mengeluarkan sedikit kekesalan ku
"Oke kalau begitu nanti saya sampaikan kepada anak anak basket bahwa setelah jam pulang sekolah mereka harus kumpul di ruang UKS ini, saya permisi mbak." ucap nya se enak jidat nya kemudian pamit pergi
"Bagus sekali itu orang, emang dia siapa? huu awas saja nanti kalau lama bakal aku tinggal pulang ." lirih ku lagi
"Sabar Ai sabar..." ucap ku lagi sambil mengelus elus dada.
__ADS_1
***
Kini tiba waktu pulang sekolah, dan aku pun sesuai janji tidak pulang karena menunggu anak anak siswa basket yang mau tes kesehatan.
Sudah lebih kurang tiga puluh menit aku menunggu, tapi yang di tunggu tak kunjung datang datang juga, kalau begini yang ada aku pasti pulang bakal sudah sangat sore.
Lebih baik aku tunggu 5 menit lagi saja, siapa tahu mereka bakal datang.
Lima menit berlalu....
"ini jadi apa tidak sih, nyebelin." ucap ku
"Sebaiknya aku kirim pesan saja ke pak Ruyully." Ucap ku lagi
"Pak, maaf ini jadi apa tidak ya? saya sudah lebih 30 menit menunggu anak anak basket belum ada yang menuju UKS." isi pesan ku
"Hhhhh..😪 ternyata guru sama siswa sama saja tidak bisa dipegang kata kata nya" gerutu ku
Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 wib, rasanya aku sudah tidak sanggup untuk menunggu lagi, menunggu hal yang tidak jelas, sebaik nya aku pulang, aku tidak peduli kalau besok pak Ruyully marah, besok dipikir besok saja lah..
Aku bergegas mengambil tas ku dan pulang, aku kunci ruang UKS ku, tiba tiba saat aku sudah berjalan menuju parkir Hand phone ku berbunyi
Tring..
"Jam 17.00 wib mbak Ai" isi pesan dari pak Ruyully
"Shi**itt!" umpat ku
"Kalau sudah begini aku harus bagaimana? aku sudah seperti orang be*go yang dengan mudah nya di bo*dohi oleh itu orang.." cerocos ku tak henti hentinya
"Apa aku pura pura tak tahu sajalah, kan Hand phone ku ada didalam tas jadi pura pura tidak baca saja, oke fix pulang saja.. I don't Care, yuuhuuu kasur ku aku datang." ucap ku seorang diri dengan riang ala ala menghibur diri
Saat sudah sampai di parkir segera aku menstater motor ku tiba tiba.
"Mbak Ai.."
"Oh Shii**it!"
Jangan ngumpat mulu Aiiii.. istighfar iling Ai ileng... ha ha ha
__ADS_1
Terima kasih sudah stay di novel Othor, jangan lupa beri support pada Author ya..
...💓 Happy Reading💓 ...