
Sebelum membaca budayakan kasih Vote, Like, Tip, Rating ⭐⭐⭐⭐⭐5 dan Favorit ya....
S E L A M A T M E M B A C A
"Emm.. sebelumnya terimaksh ayah atas bantuannya, tapi sebaiknya tida usah yah biarkan Ai berusaha sendiri saja dulu ya yah.."
"Untuk di sekolah mana nanti Ai akan tanya tanya ke setiap instansi tersebut dulu yah sambil membawa surat lamaran yang belum ada tujuannya biar nanti kalau ada yang butuh jadi Ai langsung ngisi alamat dan tempat tujuannya itu ditempat nya langsung" jawabku lagi dengan mantap agar ayah tidak kepikiran.
"sampai sini apa ayah setuju?" tanyaku kepada ayah.
"mmm... gitu ya nak.." sahut ayah ku dengan sedikit berfikir..
"iya yah.." aku menjawab dengan menundukkan kepala ku karena takut ayah tidak setuju dengan alur ku
"kenapa hemmm?" tanyanya sambil mengangkat wajahku agar aku melihat ke arah ayah
Aku tidak menjawab, aku hanya menggelengkan kepala ku
Sini nak.. papa m e m e l u k k u dan berkata "iya ayah setuju sama alur kamu semoga kamu berhasil dan lancar ya nak..kalau butuh bantuan ayah kamu bilang saja ya ke ayah." ucap dan nasehat ayah untuk ku
Ku mendongakkan kepala ku dan berkata "hmm.. terimakasih ayah" sambil ku balas p e l u k a n hangat seorang ayah yang mampu membuat ku merasa aman dan nyaman.
"Terimakasih banyak yah bu.. sudah memberi support ke Ai dan selalu menyayangi Ai selama ini.." ucapku di sela sela obrolan ku ayah dan ibu
Kasih sayang orang tua kepada anaknya memang sungguh tiada duanya. Bukan hanya sebagai ungkapan cinta yang sesungguhnya, ternyata kasih sayang orang tua kepada anaknya juga memiliki segudang manfaat dan keajaiban yang luar biasa bagi tumbuh kembang sang anak. Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan s e n t u h a n fisik yang bisa me***a aspek emosional manusia, dan bentuk sentuhan itu adalah pelukan. Bahasa cinta yang paling kuat ini bahkan lebih efektif dibanding kata-kata atau pujian.
"Sama sama nak... Ai jangan pernah menyerah ya.. tetap semangat..ada ibu dan ayah yang selalu bersama Ai." ucap ibu sambil mengelus lembut rambutku dan aku masih berada di pelukan ayah.
“Saat Ayah memeluk, sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri ku. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah,” lirihku dalam hati
Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan Ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.
Sedangkan p e l u k a n dari ibu akan mentransfer sifat penuh kasih atau empati pada anak. “Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat p e l u k a n ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain,”
waaoo... prok prok prok.. othor bijak bijak..hehehe
**
Malam pun datang, aku setelah makan malam langsung masuk ke kamar, sebelum tidur aku melangkah menuju kamar mandi terlebih dahulu untuk menggosok gigi dan mencuci muka,.
Setelah selesai aku duduk sebentar di depan cermin, seperti biasa aku oleskan cream malam di wajah ku tipis tipis agar kulit wajah ku meskipun malam tetap terjaga kelembapan nya.
Aku melangkah menuju tempat tidur ku, sebelum memejamkan mata ku lirik gawai ku, kemudian ku ambil dan ku lihat barang kali ada pesan masuk dari mas Akbar.
__ADS_1
zonk..
lagi lagi tidak ada pesan..
hadee....
"Punya kekasih tapi seperti jomblo ya aku ini.. hape sepi, tidak ada yang tanya lagi apa? hehehe" ucap ku seorang diri
Tapi tidak bisa dipungkiri memang banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang terhadap orang yang dicintai. Ada yang lebih suka untuk mengekspresikannya secara langsung. Namun ada juga yang mengungkapkan dengan cara memberikan isyarat kasih sayang dan kepedulian dan ada juga yang diam kayak mas Akbar.
"Terkadang juga tidak menutup kemungkinan orang suka bingung membedakan cinta sejati dengan ego, n a f s u dan rasa tidak aman." gumam ku dalam hati
"Hadee... kok malah kemana mana ya ngomongnya.. kayak penulis aja, dan terlalu mengandai andai kayak cerita novel"
Sudah akh tidur saja.. biar besok fit..
Dari pada menghayal hal yang tidak jelas, ya tidak Thor... hehhee
Ku pejamkan mataku dan tidak lama aku sudah melayang dan berpetualang ke alam mimpi..hehehee (Halu)
Pagi pun datang menyapa, rasanya aku malas sekali jangankan bangun, untuk membuka mata pun enggan.
Cepat sekali ya paginya, perasaan baru aja tidur akunya..boleh tidak sih merem lagi, toh masih dalam fase pengangguran juga..hehhe
Aku masih bergelung di bawah selimut, hari ini aku ingin malas malasan saja deh.. seperi apa apa kan sekali kali.. gumam ku seperti orang ****
rupanya mas Akbar semalam lagi dinas, dan sekarang menjelang shubuh dia sudah riweh dengan pasien pasien nya..
POV mas Akbar..
"kenapa jaga malam ini riweh ya pasien nya.."gumam ku sambil mengerjakan satu persatu buku laporan pasien.
"iya Bar, kenapa pas kita yang jaga ya.. banyak sekali pasien yang rencana akan ada operasi" sahut Ipul, teman ku yang jaga malam bersama ku
"uufft.. kamu kemarin berangkat kerja tidak keramas kali ya pul... kok kita gini amat.." ujar ku lemas karena semalam pas jaga tidak bisa gantian memejamkan mata,
"Bar, Laper tidak kamu??" ujar ipul sambil mengelus perutnya yang sudah lapar bahkan cacing di dalam perutnya sudah menabuh drumb.. hahahaha
"iya, tapi mau beli sarapan kok masih jam segini??" ucap ku sambil melihat arah jam dinding
"kenapa emangnya?? ada yang salah?" tanya ipul keheranan.
"Lha coba kamu lihat jam.. pantes nya disebut sarapan apa sahur nih??"
__ADS_1
"wkwkwkwk... serah lah.. sudah aku beli makan dulu, kamu mau nitip tidak?"
"Tak apa apa deh, iya aku nitip.." ujar ku pasrah karena memang laper.
"ya udah aku keluar, mau makan apa Bar.."
"kamu berapa tahun sih kerja di sini?? pake nanya lagi, emang disini jam segini ada menu makan atau orang jualan apa hmm?"
"hehehe.. iya tahu nasi *******, maksud aku lauknya brrooo.." jawab ipul cengengesan
"hadeee... serahlah puuull Saipul.. ayam juga oke, udah sana pergi.. ngomong mulu, nanti enak kamu tidak ngerjain laporan malah aku yang ngerjain sendiri, awas jangan ngilang kamu." usir ku sebel
Sebelum saipul melangkahkan kaki dia berkata "emang aku jin bisa ngilang?" sahutnya, kemudian saipul pun pergi, dan aku berhenti sejenak dari aktifitas ku.
"biasanya kamu orangnya suka ngilang..!" teriakku
Aku lihat hape ku, aku sadar bahwa aku seharian kemarin tidak menghubungi Ai sama sekali.. kira kira dia lagi apa ya? marah tidak ya.. aku seperti mengabaikan dia lagi.
dulu aku tidak memberi kabar dia sakit merasa diabaikan.. apa aku kirim pesan saja ya. tapi ini masih terlalu pagi😪
Nanti sajalah, selesai kerja pas nyampek rumah aku akan menelpon dia.. smoga dia tidak marah.
"Sudah tiga puluh menit, Saipul keluar cari makan kenapa belum balik balik sih padahal belinya cuma di depan RS saja.. "
"woee... kamu lama banget, beli di mana?"
"ku kirimkan pesan ke Saipul.."
"****..!! "
"Tidak di buka, kemana diaa???"
Sampai sini dulu ya readers Up nya, nanti kita sambung lagi di di Episode selanjutnya.
Ada yang tau tidak kira kira si saipul kemana?
jangan lupa like komen dan beri vote ya readers buat author..
sampai jumpa di next episode..
Tetao stay di novel author ya..
mampir ke novel author Aku Bukan Bidadari Surgamu makasih yee
__ADS_1
💞💞 Happy Reading 💞💞