
Maaf baru up ya..
Sebelum membaca tolong like ya dan vote buat author..🙏🏻
🌞S E L A M A T M E M B A C A🌞
"Ingatlah jangan pernah su'udzon agar kita tidak termasuk ke golongan orang orang yang dibenci Allah." Nasihat ibu
"iya buk, Ai selalu berbaik sangka dengan mas Akbar meskipun mas Akbar jarang memberi kabar, karena memang benar apa yang ibu katakan kalau mas Akbar sibuk bekerja." jawab ku
"Dan Akbar bekerja pun nanti juga untuk masa depan kalian kalau nanti kalian memang berjodoh." kata ibuku
"Hmmm.." aku mengangguk dan tersenyum
Aku bersyukur mempunyai orang tua yang selalu support aku dan menasehati yang baik baik kepada ku, semoga beliau selalu sehat dan panjang umur agar selalu ada yang menasehati aku dan memberikan petuah petuah yang baik dan masih dijalan yang benar.
Tiga minggu kemudian..
Hari ini aku awali pagi ku dengan ucapan bismillah dan rasa syukur, karena hari ini aku berniat mencari kerja stelah sekian lama berdiam diri dirumah sejak acara wisuda Diploma ku.
Aku pergi dengan mengendarai motor ku menuju sekolah sekolah yang yang membutuhkan tenaga medis, dari satu sekolah ke sekolah yang lainnya aku masuki satu persatu karena aku yakin tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.. dari sekolah menengah pertama yang ada di kotaku sampai sekolah menengah atas bahkan sekolah kejuruan pun aku masuki untuk menanyakan apakah ada tenaga medisnya kalau memang belum ada kan lumayan aku bisa masuk dan bekerja di sana.
Apa aku tidak malu?
Ya.. awalnya memang malu, tapi karena niat yang sudah lurus dan niat banget jadi tidak ada rasa malu pada diriku karena kalau memang halal kenapa harus malu? toh aku juga tidak mencuri atau mengambil hak orang lain.
Dari pagi hingga siang akhirnya aku menemukan sekolah yang nantinya tempatku bekerja, kini hasil dari aku ke sekolah satu ke sekolah lainnya aku akhirnya mendapatkan di sekolah kejuruan.
Iya, memang aku masuk sekolah sekolah tersebut hanya membawa lamaran pekerjaan dan berkas lainnya saja, karena hanya aku seorang yang memang ada niatan bekerja di instansi pendidikan ya meskipun masih dalam jurusan ku.
Setelahnya aku menyerahkan lamaran pekerjaan ku ke pihak sekolah tersebut (kepala sekolah) tapi saat itu beliau lagi tidak hadir dikarenakan ada suatu kepentingan diluar jadi aku menghadap bagian waka kesiswaan saja.
Setelah lebih kurang 1 jam aku mengobrol dengan beliau, aku pun menanyakan kapan saya bisa mulai bekerja tapi sebelumnya aku diajak melihat tempat ku nanti.
"Mbak Ai ini ya nanti tempat nya, mohon maaf kalau agak berantakan ya maklum sudah lama tidak ada tim medis disini dan yang menjaga cuma anak anak saja." ujar pak T
"Oh.. iya tidak apa apa pak, tinggal dibereskan sedikit saja kok pak." jawabku dengan senyuman.
"oya pak, mohon maaf sebelumnya.. kira kira saya mulai masuk kapan ya pak?" tanyaku dengan sopan dan senyum
__ADS_1
"Em.. kalau besok terlalu cepat jadi untuk menata dan merapikan tempat ini kayaknya tidak cukup ya mbak, mungkin bisa dimulai minggu depan saja gimana mbk, apa mbk Ai keberatan?" ujar pak T
"Oh.. tidak pak, tidak apa apa saya tidak keberatan, saya akan kembali dan mulai bekerja minggu depan pak😊." jawab ku
"Oke mbk Ai sampai ketemu minggu depan ya." ujar pak T
"iya pak, terimakasih banyak atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bergabung di skolah ini pak" jawab ku dengan berjabat tangan sebagai tanda deal
"Usaha tidak akan mengkhianati hasil, jadi teruslah berusaha hingga Allah berikan keputusan terbaik untuk kita" gumam ku
Ada kalanya hasil bisa mengkhianati proses Dan Penghianatan itu adalah bekas luka yang dalam sebelum menjelma jadi pembelajaran penting saat melanjutkan hidup
"Tapi tetap jangan pernah berputus asa, karena selain dengan usaha kita juga masih mempunyai Allah yang selalu ada, selalu mengetahui apa yang kita butuhkan, mungkin tidak sekarang Dia menjawab doa kita, bisa esok dan nanti karena semua itu tidak luput dari kehendak-Nya"
Setelah dari sekolah tersebut, aku langsung pulang saja karena sudah merasa lelah, dan sesampainya di rumah aku menyampaikan ke ibu dan ayah kalau aku mulai minggu depan bekerja di skolah kejuruan,.
"ibu ayah, alhamdulillah Ai mulai minggu depan sudah mulai bekerja di skolah kejuruan" ucapku ketika sampai rumah
"alhamdulillah, dsyukuri saja dulu apa yang ada ya nak.. kalau nanti kamu dapat panggilan dari rumah sakit yang kamu tinggali lamaran kerja kamu ya bisa di pertimbangkan lagi." ujar ibu dengan kata kata yang bisa membuat aku tenang
"berarti kamu kerja di skolah tempat pak A kerja Ai?" tanya ayah ke aku
"ya sudah kalau begitu Ai, jalani saja dulu ya.." support ayah
"siap ayah, terima kasih banyak ya ayah dan ibu sudah menerima keputusan Ai dan mensuport" ucap ku
***
Lain tempat lain orang, dimana Fidah dan Tutik yang tidak mempunyai niatan seperti ku ini jadi mreka kekeh mencari kerja dan menunggu dapat panggilan dari Rumah sakit.
"Fidah.. kamu gimana kabarnya?" tanyaku melalui pesan
"Alhamdulillah sehat Ai, kamu?" tanya balik Fidah
"Alhamdulillah.. Fid, aku minggu depan kerja di skolah kejuruan bagian medis nya." jawab ku
"Oh ya? selamat ya..." ucap nya kepada ku
"iya mkash ya..kalau kamu gimana Fid?" tanya ku balik
__ADS_1
"Aku kerja di luar kota Ai di RS, kalau nanti kamu ada waktu bisa main ketempat kos aku ya." jawab Fidah
"Siap.. dimana itu ya..?" tanya ku
"Di rumah sakit S Ai." ujar Fidah
"Ooh.. ok siap siap Fid, lanjutkan ya.." aku akhiri obrolan ku dengan Fidah
Alhamdulillah.. sekarang aku mau menghubungi Tutik dulu deh sudah lama juga tidak tukar kabar.
"Hai Tutik, gimana punya kabar? lama tidak tukar kabar nih" sapa ku
"Eh hai Ai, sehat sehat aku, kamu gimana? sudah kerja?" tanya nya
"Hmmm.. kebiasaan kalau tanya kayak gerbong kereta panjang amat, satu satu napa Tik.." kekeh ku
"Eh.. hehehehe.. maap ya.." ujar Tutik
"Aku alhamdulillah sehat juga, aku mulai minggu depan kerja disekolah kejuruan Tik, di bagian medis nya, kalau kamu sendiri bagaimana?" tanya ku balik
"Waaa.. waa.. selamat selamat ya bakal ketemu banyak bronis..wkwkwkwk, aku di bandara kota D Ai" selalu tak jauh dari kata laki laki isi kepala Tutik
Aku memutar malas mata ku karena tutik itu di otaknya hanya itu itu mulu😓.
"Hmmm...syelalu begitu kamu, kamu dibuang orang tua kamu apa gimana jauh amat..hehehe" candaku
"Merantau saaii merantau.." jawab nya lagi
"Ok ok sukses ya.. hati hati jaga diri jaga mata, hahaha" pesan ku
Rasanya senang sekali bertukar kabar dengan Fidah dan Tutik, Alhamdulillah semua sudah mulai bekerja,.sebaiknya aku sekarang istirahat dulu saja.
Sesampainya dirumah tadi aku langsung mandi makan siang jadi sekarang tinggal tidur siang saja biar nanti sore badan ku segar lagi, maklum habis keliling dan yang membuat lelah adalah keliling seorang diri tapi walau begitu aku bersyukur karena lelahku terbayarkan yang mana akhirnya aku mendapatkan pekerjaan.
Sampai disini dulu readers, author mohon maaf insya Allah lain waktu akan Up next episode lagi..
Terimakasih sudah setia dan stay di novel othor.
jangan lupa like komen dan kasih votenya ya.
__ADS_1
Happy reading...