I Love You Nurse

I Love You Nurse
Kepastian


__ADS_3

Assalamu'alaikum..


Selamat sore, selamat beristirahat sambil membaca NovelToon ya maak..


Tetap sehat semua ya.. jangan sakit, karena sehat itu mahal.. he he he


Jaga kebersihan, jaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makan makanan yang bergizi dan kalau perlu jangan lupa juga minum vitamin juga ya..


Salam sehat dari Author untuk semua para kakak Author dan kakak Readers.


****


S E L A M A T M E M B A C A


"Huufft.. banyak tuh temen temen ayah yang katanya punya saudara yang merantau jadi TKI, gimana ya kasihan jauh dari keluarga banyak penyakit yang mengintai, mau pulang susah dari pihak bandara pasti ada pembatasan juga tuh" ucap ayah yang ingat akan teman kerja nya


"Ya mau gimana lagi yah.. namanya mencari nafkah, kalau seperti itu beda kan ceritanya." sahut ku


"Iya, kita doain saja semoga saudara kita dari Indonesia yang merantau selalu diberikan kesehatan..Aamiin" ucap ibu yang selalu bikin ati adem..


"Oh ya Ai, gimana kamu sama nak Akbar?" tanya Ayah


"Ai dan mas Akbar alhamdulillah baik yah, ya walaupun jarang komunikasi sih soalnya pada sama sama sibuk, saat pulang kerja pun sudah capek jadi ingin istirahat aja gitu.. he he he" jawab ku cengengesan


"Ya sudah kalau emang kalian baik baik saja, meskipun tidak selalu komunikasi tapi paling tidak tetap ada komunikasi, kejujuran, saling mengerti" pesan ayah kepada ku


"Siap ayah ku sayang.. aku dan mas Akbar insya Allah saling percaya kok" jawab ku sambil bergelayut manja di lengan kekar ayah ku


"Ck, dasar manja!" sewot adek ku


**


Malam pun datang menyapa meninggalkan siang yang terang.. menandakan bahwa setiap makhluk di muka bumi ini waktunya beristirahat setelah seharian bekerja mencari nafkah dan juga bersekolah, guna memulihkan tenaga nya untuk esok hari.


Begitupun dengan Ai dan keluarga yang mulai masuk kamar masing masing untuk mengistirahatkan diri.


Tapi tidak dengan Ai yang matanya belum bisa terpejam.. kadang Ai berfikir tentang hubungan nya dengan Akbar sang kekasih yang sudah ia jalan lebih kurang sudah 1 setengah tahun ini.


"Huft, dulu aku ingin segera menikah, mas Akbar melamar ku dan menikahi ku agar terhindar dari dosa, tapi setelah aku mulai bekerja rasanya aku ingin berkata nikah nya nanti dulu saja, aku ingin membahagiakan ayah dan ibu ku dulu" gumam ku di malam hari seorang diri

__ADS_1


"Tapi aku tidak munafik, aku sebenarnya ingin di ikat dulu, maksud nya hubungan ku dengan mas Akbar diperjelas, di ikat seperti bertunangan terlebih dahulu tapi kenapa mas Akbar belum ada bahasan kesana ya?" pikir ku lagi


"Apa sebaiknya aku obrolin masalah ini dengan mas Akbar saja dulu ya.. mungkin ada solusi yang mas Akbar berikan" monolok ku


"Ya sudah sebaiknya aku sekarang tidur saja, karena besok aku juga bekerja, ups.. besok ketemu si duda nyebelin lagi deh" ucap ku


Aku pun tak menunggu lama langsung terlelap ke alam mimpi karena memang hari ini aku sangat capek.


Pagi datang menampakkan sinar mentari yang sangat indah dan cerah di iringi dengan suara kicauan burung yang sangat merdu dan saling bersahut sahutan seolah berlomba menunjukkan keindahan suara nya di pagi hari guna menyapa manusia yang baru membuka matanya.


Ai pun bangun dan meregangkan otot otot tangan nya kemudian bergegas pergi menuju kamar mandi setelah itu segera bersiap dengan pakaian yang sudah rapi untuk bekerja dan berjalan keluar bergabung untuk sarapan bersama keluarga nya.


"Selamat pagi ibu.. selamat ayah.. dan selamat pagi adek ku yang resek" ucap ku saat sudah berada di meja makan


"Aw-" ucap adek terpotong ibu


"Sudah jangan mulai mbak, sarapan saja dulu sebelum terlambat kerja dan adek pun harus sekolah kan? hmmm" sela ibu


"Iya bu" jawab ku dan adek ku kompak


Disela makan aku pun bilang kepada ayah dan ibu kalau hari ini nanti kayak nya aku bakal pilang sore lagi.


"Ibu, ayah.. seperti nya hari ini Ai akan pulang sorean lagi" ucap ku


Ku hela nafas panjang kemudian ku hembuskan kasar sembari berkata.. "Hhhhh, ada salah satu guru olah raga, lebih tepatnya guru basket mau minta tolong tes kesehatan anak anak basket bu, yah"


"Nah bagus dong berarti putri ayah di percaya kan?" ucap ayah bangga


"Masalah nya bukan dipercaya apa tidak yah" ucap ku sedih


"kok wajah nya sedih gitu mbak?" kali ini ibu yang bertanya


"Lha terus mbak?" ayah pun tak kalah penasaran


"Aslie nya janji nya kemarin, tapi Ai nunggu sampai sore tak ada satupun jadi Ai pulang, lha malah katanya jadi hari ini, Ai takut mereka tidak hadir lagi dan tidak on time yah" jawab ku apa adanya


" Sabar nak.. begitulah kalau bekerja nak, kamu harus sabar ya" pesan ibu.


"Benar kata ibu mu, tatap sabar, jalani setiap proses nya" tambah ayah

__ADS_1


"Iya bu, yah" jawab ku


"Ai pamit dulu ya..Assalamu'alaikum" pamit ku sembari mencium tangan ibu dan ayah dengan ta'zim.


Aku menyalakan motor matic kesayangan ku lalu ku lajukan dengan kecepatan rata rata, tak terasa sekitar 20 menit perjalanan ku kini sudah sampai pagar sekolah kejuruan tempat ku bekerja.


Aku masuk ke ruang UKS dan berbenah, setelah nya aku duduk dan mengecek Hp ku


"Ah iya, kenapa aku bisa lupa sih, padahal aku kan mau menghubungi mas Akbar untuk menanyakan kepastian hubungan kami" ucap ku sambil mengetuk kening ku sendiri


"Assalamu'alaikum sayang" pesan ku kepada mas Akbar


Sedetik, dua detik, tiga detik sampai berganti menit pun pesan yang aku kirim kepada mas Akbar pun belum ada tanda tanda dia membalas nya.


Tring...


"Wa'alaikumussalam sayang, maaf ya baru balas baru dari kamar mandi" balas mas Akbar


"Yank, aku boleh tanya sesuatu nggak" tanya ku hati hati


"Mau tanya apa, hmm?" tanya mas Akbar lembut


"Yank, aku ingin hubungan kita diperjelas gitu yank, di ikat dalam ikatan pertunangan dulu juga nggak apa apa" kata ku


"Aku juga ingin secepat nya sayang, tapi kata ayah ku nunggu rumah ku yang di renovasi jadi dulu ya baru aku akan datang melamar kamu" jawab mas Akbar


Aku yang membaca pesan dari ms Akbar pun dibuat bingung


"Maksud nya bagaimana ya yank? apa hubungannya kamu datang melamar aku sama renovasi rumah kamu?" tanya ku bingung


"Kapan hari aku sempat mengobrol dengan ayah ku sayang masalah hubungan kita"


jawab nya


"lalu?" tanyaku.


"Kata ayah sabar, nanti melamar kamu nunggu_"


wah wah nungguin apa ya kira kiraaaaa?

__ADS_1


ikuti terus ya kelanjutan bab nya


...đź’“Happy Readingđź’“...


__ADS_2