
i want you key. bolehkah?
"Key, kok lo jadi bengong. Sorry key lo jangan marah. Tadi gue cuma spontan...
"Gue inget Reno."
...deg...
Entah kenapa seperti ada yang meninju jantung Axel saat Keysa menyebut nama itu. Buru buru ia singkirkan perasaan itu. Tapi tetap saja hatinya jadi berubah tak karuan. Langsung saja Axel memegang pipi keysa dengan kedua tangan nya. Tatapan mereka kembali bertemu dan semakin dalam. Axel melihat setiap detail wajah Keysa yang sudah tak lagi menggunakan make up. Axel merasa Keysa lebih cantik dari biasa nya.
"Gue nggak mau denger nama itu lagi dari mulut lo."
"Hah? Maksudnya..
Keysa terkejut dan membuka mata nya lebar lebar, bibirnya kini tak lagi bisa meneruskan pertanyaan nya. Axel kembali membubuhkan ciuman di bibir keysa yang manis dan lembut. Perlahan lahan Keysa menutup matanya dan mulai terhanyut dalam moment romantis yang pernah dia rasakan dengan Reno. Tapi sudah lama dia buang jauh jauh dari ingatannya.
Keysa membuka sedikit demi sedikit mulutnya dan membuat Axel menjadi lebih leluasa menyelusupkan lidahnya diantara ruang madu yang semakin menggiurkan. Tangan yang semula berada di kedua pipi keysa kini mulai turun, membelai tengkuk keysa dengan lembut. Ada perasaan bergetar yang didapat keysa dan membuat ia tak ingin membuka mata. Belaian itu semakin lama semakin turun dan membuat Keysa semakin melayang.
__ADS_1
Axel merasa aneh, kenapa ia begitu tertarik dengan Keysa. Padahal keysa begitu polos dan tak bisa mengimbangi setiap sentuhan yang diberikan Axel. Tapi mungkin justru itu yang membuat Axel penasaran.
Keysa POV
Axel, dia bukan siapa siapa. Tapi aku begitu menikmati semua ini. Axel melepaskan bibirku dan dengan lembut membawa lidahnya menuju leherku yang sedari tadi mulai haus akan sentuhan. Dia menarik nafas panjang dan menghembuskanya perlahan lahan di belakang telingaku. Ahhhh kenapa rasanya membuaku panas juga lemas tapi kenapa ini begitu menyenangkan . Aku belum pernah melakukan hal lebih semacam ini. Apa ini yang dirasakan Leana selama ini dengan kekasihnya? Jika iya bisakah aku meminta lebih dan lebih lagi.
"...ehmmhm Axel.."
Tanpa sadar aku melenguh sambil menyebut namanya. Uhhh apa aku mulai gila.
"Kenapa key?"
"Gue...gue cuma."
"Lo percaya sama gue kan Key. Nggak akan terjadi apa apa."
Axel mendekatkan kembali bibirnya ke telingaku dan membisikan sesuatu.
__ADS_1
"I want you key. Bolehkah?"
Aku tak menjawabnya tapi aku membiarkan Axel meneruskan apa yang harus dilakukannya, sebagai isyarat aku setuju. Dia menarik piyama ku ke atas agar membuatnya lebih leuasa menjelajahi tubuhku. Dan ia membuat nafasku ter engah engah.
"Jangan di tahan key. lo bisa mendesah dan sebut nama gue. gue suka itu"
Dia mulai mempercepat setiap sentuhannya. Entah sejak kapan naluriku mulai keluar, tanganku meraba raba punggung nya saat ciuman nya sampai di perutku.
"Uuhhh Axel. Udah gue nggak tahan"
Axel tak menghiraukan perkataanku. Dia tahu aku berbohong. Mulutku berkata tidak, tapi tubuhku membalas setiap pergerakan yang semakin membuat kamarnya panas.
Keysa Pov End
***
hayo pada bayangin apa. sukses gak ya keysa sama Axel. makanya jangan lupa kasih like dan commentnya ya.
__ADS_1