
setelah kita jaga jarak, perasaan ini pasti lama lama akan pudar.
pletak...
"addaaww"
Axel menyentil dahi keysa dan sontak membuat keseriusan mereka buyar. Keysa mengusap ngusap dahinya, dan menunjukan wajah cemberut.
"Lo tu ngeselin key. sumpah..."
"Ngeselin apa sih. Gue serius Xel. Gue, gue nggak tega. Dan kemungkinan terburuknya gimana kalau suatu saat Leana tau dan akhirnya gue sama lea......aaahhhh gue nggak mau Xel. Lo ngerti kan. Gue salah. Bener bener salah."
Keysa menutupi dua telinganya seakan akan ia tak ingin mendengar jawaban Axel. Axel meraih ke dua tangan Keysa dan menatapnya lekat lekat.
"Keysa kalau gue balikan sama Lea, gimana sama perasaan lo. Apa lo siap sakit hati. Lo sahabat lea, dia pasti akan selalu cerita tentang semua moment moment kebersamaan dia sama gue ke lo. Apa lo siap liat gue bersanding sama dia, lo siap ngorbanin perasaan lo sendiri...
"Stop Axel...
"Nggak, gue belom selesai. Dan lo juga mau ngorbanin perasaan gue yang udah skak ke lo?"
"Ini bukan perasaan yang aneh Xel, gue lagi patah hati sama Reno dan lo patah hati sama Lea. Ini cuma kebetulan. Setelah kita jaga jarak perasaan ini lama lama pasti pudar."
__ADS_1
Mata keysa mulai berkaca kaca. pikirannya ingin sekali menolak, namun kenyataan ia memang jatuh hati pada laki laki ini. Axel kecewa dengan jawaban Keysa, dia pikir cintanya tak akan bertepuk sebelah tangan. Hujan di luar rumahnya sudah mulai reda.
"Hujannya udah reda. Pulanglah. Pikirin baik baik. Ada orang yang lebih baik buat dapetin cinta kamu."
Keysa bicara tanpa menatap Axel. Ia takut kalau kalau sorot matanya akan menambah luka.
Axel bangkit dengan perasaan campur aduk, ia bersiap siap untuk melangkah dan berharap keysa mencegahnya.
"Gue kecewa sama lo key."
Keysa masih terduduk lemas dan tak ingin mengeluarkan suara.
"Lo akan nyesel Key. Lo bohong sama diri lo sendiri."
__________
Keysa metupi mata jengkolnya dengan kacamata. Sudah bisa ditebak. Apa lagi yang dilakukannya selain menangis. Pengarahan dari dosen hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. Tugas yang harusnya ia mulai malah terbengkalai. Ya kita memang sulit berkompromi dengan yang namanya cinta. Dia tak memiliki teman dekat lain di kampusnya. Kepribadiannya agak tertutup. Keysa adalah tipe orang yang akan tetap diam bila tak ada yang menyapa atau bertanya padanya lebih dulu. Itu membuat teman temannya agak ragu untuk bergaul dengannya. meski begitu dia termasuk siswi yang memiliki nilai di atas rata rata.
"Baik jika tidak ada pertanyaan lagi. kalian boleh pulang. Terima kasih"
Perkataan dosen membuat Keysa agak lega. Untuk pertama kalinya ia begitu malas mengikuti kelas. Keysa tak buru buru pergi. Ia masih duduk di bangku belajarnya. Samar samar ia merasakan hp nya bergetar. Dan dilihatnya ada panggilan masuk dari Leana.
__ADS_1
"hallo??"
"hallo Keysa?. Key lo dimana? kelas nya udah beres. Gue lagi seneng banget nih Key. Kita harus ketemu."
"Ta.. tapi gue masih ada kelas lain. Coba lo cerita. Apa yang bikin lo seneng kaya gitu.?
"Gue sama Axel. Udah jadian lagi key aaaaa." Terdengar tawa dan jerit rasa senang Leana dari dalam tlp itu.
...deg..
hati keysa terasa perih. Jadi Axel menuruti keinginannya.
ia memaksakan seutas senyum yang terasa pahit. Sangat pahit. Ia berusaha mengeluarkan suara yang tertahan.
"ohhh.. selamet ya. Gue ikut seneng."
"Makasih key. Eh udah dulu ya. Axel dateng. Tadi dia lagi di toilet. Jadi gue tlp. Abis gue nggak sabar ngasih tau lo. ya udah gue matiin dulu ya."
Leana mematikan tlp nya. Keysa menyeka air mata di pipinya yang sedikit mengalir. Bagaimanapun ini yang terbaik. Sudah seharusnya Axel menjadi milik leana. Keysa hanya selingan yang tidak sengaja masuk ke dalam hubungan mereka.
***
__ADS_1
sakit ya jadi keysa. tapi tenang aja. cerita masih panjang. jadi jangan lupa like dan commentnya biar author semangat. oke