
"What dia?" tunjuk Reno pada Axel. seolah tak percaya.
"Hah?" Keysa mengerutkan dahinya.
Axel maju dan merangkul bahu keysa dengan percaya diri. Dan tak ada penolakan dari Keysa. Ia berbisik lirih di antara telinga Keysa.
"Bilang iya, atau video Lea kesebar."
Axel mencium telinga Keysa seolah tak mengatakan apapun. Dan Keysa berusaha untuk tak menunjukan rasa gugupnya.
"Aku belom denger apa apa dari kamu Key."
"Aaa...aku" keysa terbata bata menjawab nya.
Axel tersenyum sinis melihat wajah Reno yang menjadi pucat.
"Hey bro, gue nggak mau ikut campur urusan lo sama cewek gue di masa lalu. Tapi untuk sekarang dia adalah masa depan gue."
Reno menatap keysa lekat lekat, ada rasa kecewa di hatinya. Ia berharap ada jawaban lain yang terselip di dalam mata Keysa. Meski ia tahu sekarang ia tak berhak banyak berharap. Sedang Keysa hanya memalingkan mukanya. Ia takut tak sanggup menahan air mata jika membalas tatapan Reno.
Reno menarik nafas panjang lalu pergi meninggalkan mereka berdua, tanpa sepatah kata apapun. Keysa memperhatikan punggung Reno yang mulai menjauh dengan rasa sakit yang sulit digambarkan.
"Ayo, gue anterin lo pulang"
Dan susunan kalimat dari Axel membuat keysa mengingat dengan jelas seperti dejavu saat mereka pernah mengalami ini, di sore hari yang sama, keadaan sakit yang sama, dan sumber tangisan dari orang yang sama.
__ADS_1
__________
Keysa hanya diam sepanjang jalan meski Axel berkali kali berusaha bertingkah konyol untuk menghiburnya. Sampai akhirnya mereka tiba di kosant Keysa. Buru buru ia membuka pintu mobil dan diikuti oleh Axel.
"Buat kali ini, please biarin gue sendiri dulu ya. Thanks udah nganterin gue."
Tatapan sendu dari Keysa membuat Axel mengurungkan niatnya untuk mengikuti keysa. Ia diam mematung di samping pintu mobilnya. Hingga Keysa hilang dari pandangannya. Kemudian Axel kembali masuk ke dalam mobil.
Disisi lain Reno juga baru saja tiba di rumahnya dengan rasa kesal. Ia membuka pintu dan segera menaiki tangga menuju kamarnya. Stella yang juga mendengar langkah kaki suaminya buru buru mengikuti laki laki itu, tapi dia berhenti ketika
...brakk..
Reno menutup pintu kamar dan segera menguncinya. Stella hampir bisa menebak apa yang terjadi, jika Reno mulai menampakan sikap layaknya sekarang. Satu satunya alasan hanya keysa. Stella mengetuk pintu berusaha bicara baik baik dengan orang yang dia sebut dengan suami.
Reno duduk di belakang pintu kamarnya. Ia menyalakan sesuatu dan menghisapnya perlahan lahan.
"Lo pergi dari pintu kamar gue, atau pergi sekalian dari rumah ini."
"Tapi Ren, aku...
Belum sempat Stella selesai bicara, ia langsung kaget dan terdiam seketika mendengar sentakan dari Reno.
"Pergi lu *******."
Bagai panah yang langsung melesat pada hatinya. Stella tak bisa lagi bersuara.
__ADS_1
_________
Keysa bersandar pada dinding kamarnya. Ia memegang kepalanya yang terasa berat. Memikirkan apa yang selama ini susah payah ia lupakan. memang bodoh. Harusnya ia tak ambil pusing dengan semua ini. Tapi nyatanya melupakan juga adalah hal yang sulit, semakin kita lupa semakin kita ingat.
Axel masih memegangi setir mobilnya dengan mesin yang masih menyala. Pikiran pikiran buruk tentang kekawatirannya untuk keysa sekarang benar benar mengganggu. Ia merasa dekat tapi jauh. Berkali kali hp nya menyala, dan Ia sudah bisa menebak siapa lagi yang berani menelponnya berkali kali jika bukan Leana.
_________
Leana mondar mandir di dalam kamarnya. Berkali kali ia coba menghubungi Axel, ya setelah mereka kembali menjalin hubungan memang seperti ada yang salah, ada yang berubah, Axel tak semanis dan sepengertian seperti dulu. Dan hasilnya nihil, tlp nya tak diangkat. Leana mulai merasa kesal pada Axel. Kenapa setelah adanya kesempatan kedua ia jadi merindukan kesempatan pertama?
__________
Stella hampir terbiasa dengan segala umpatan dan sikap kasar Reno padanya, meski kadang hatinya serasa teriris jika mendengar suaminya menyebutkan nama lain. Apapun itu, yang jelas mereka sudah terikat dalam ikatan pernikahan yang sah yang sudah pastinya kebahagiaan stella adalah tanggung jawabnya.
_________
Axel mulai menyalakan mobilnya perlahan lahan berharap mungkin saja Keysa tiba tiba datang meski hanya untuk berkata hati hati di jalan. Tapi kemudian Axel merasa bodoh. Harapan macam apa itu.
__________
Reno mulai pusing ketika hisapannya mulai habis. Ia membayangkan betapa cantiknya, betapa manisnya, betapa bahagianya kalau saja orang yang ada di rumah itu setiap pagi adalah Keysa. Reno mulai tertawa sendiri mengingat itu semua dan kemudian kembali muram mengingat apa yang baru saja terjadi.
***
hay gengs, gimana kelanjutan hati dari keysa, leana, Axel, stella dan Reno ya. pokoknya kalau masih pengen tau jangan lupa jempol dan commentnya ya.
__ADS_1