I WANT YOU

I WANT YOU
Episodeb 26


__ADS_3

Mata Keysa mulai terasa berat setelah hampir dua jam ia menatap layar komputer di perpustakaan kampusnya. Tugasnya belum juga rampung dan hampir membuatnya galau. Ia menggunakan kacamata dan mengikat rambut panjangnya, layaknya ekor kuda yang membuatnya nampak cerdas. Ia berhenti sejenak dan melirik hp nya. Beberapa pesan masuk tak sempat Keysa buka, saking seriusnya ia belajar.


Dibukanya satu per satu pesan pesan itu. Kebanyakan hanya pesan pesan tak penting, dan curhatan curhatan kecil dari Leana yang membuat Keysa tersenyum kecil. Lalu ada beberapa pesan dari nomer tak dikenal yang setelah di buka malah membuat keysa agak terkejut.


"P


"keysa.


"apa kabar key.


"kamu pasti lagi sibuk ngerjain tugas. huuhh nggak pernah berubah.


"aku agak kangen sama kamu key.


"aku lupa kasih tau, ini no baru aku key. Reno.


Tiba tiba hati keysa terasa sakit. Keysa merasakan kembali luka yang pernah ia kubur dalam dalam. Susah payah ia melupakan dua orang laki laki yang selama ini membuatnya tak fokus menjalani hari. Dan sekarang salah satunya malah muncul lagi. Meski hanya sekedar pesan singkat, itu benar benar mempengaruhi perasaan keysa sekarang. Tangannya sekarang gatal dan ingin segera membalas chat dari Reno.


Mula mula Keysa mengetik


"iya aku baik baik aja"

__ADS_1


Lalu keysa berhenti sejenak dan menghapusnya. Ia berpikir lagi dan kembali mengetik


"aku juga kangen kamu."


Tapi keysa menghapusnya lagi.


lalu lagi lagi Keysa menggerakan jarinya.


"buat apa kamu hubungin aku. Belum cukup kamu udah hancurin semua perasaan aku."


Ahh ini terlalu rumit menurut keysa. Keysa menghapus semua yang telah ia ketik, juga pesan pesan dari reno. Ia tak ingin mengungkit luka lama. Apalagi Reno sudah menikah. Apalagi yang bisa ia harapkan.


_________


Suara suara decitan ranjang dari kamar Axel membuat adegan panas yang mereka lakukan terdengar sangat merdu. Axel memperdalam ciumannya pada leana dan hampir membuatnya kesulitan bernafas.


Leana menjambak rambut Axel dengan keras ketika ia menghisap lidahnya dengan keras. Axel mengecap seluruh tubuh leana tanpa terkecuali. meninggalkan jejak jejak kemerahan sebagai tanda kenangan.


Suara erangan masing masing dari bibir mereka menandakan pencapaian yang  lega dan membuat Axel terjatuh di atas tubuh leana yang masih tak ditutupi sehelai benang pun.


Ini sudah ke sekian kalinya Axel hampir saja menyebutkan nama Keysa di sela sela pergumululannya denga Leana. Tapi beruntungnya kebanyakan orang tak terlalu peduli dengan apa yang mereka dengar saat penyatuan.

__ADS_1


"hah..hah..hah aku capek sayang. Ayo turun dulu. Ucap lea dengan nafas ter engah engah.


"Maaf le." Axel segera turun dan berbaring di samping Lea. Ia memejamkan mata dan masih membayangkan kalau saja di sampingnya adalah Keysa. Sepertinya usaha untuk melupakan keysa selama sebulan terakhir belum juga membuahkan hasil. Axel bangkit lalu beranjak dari tempat tidurnya. Ia meraih sebatang rokok dan menghisapnya pelan pelan.


Leana memeluk Axel dari belakang, lalu menyandarkan kepala nya di punggung Axel yang terasa nyaman.


"Sekarang aku mulai sadar, kalau salah satu ketakutan terbesarku saat ini adalah kehilangan kamu lagi."


Ada nada kesedihan yang membuat Axel tak nyaman mendengarnya. Axel masih berusaha mengumpulkan kembali semua perasaan nya yang pernah hilang untuk Leana, tapi kenyataanya, perasaan Axel tak seindah dulu. Ini seperti semacam rasa bersalah,kasihan, atau hanya karena keysa yang memintanya.


"Kenapa kamu bisa mikir kaya gitu.?"


"Nggak apa apa, cuma firasat aja atau cuma halu ya. Pokoknya aku nggak akan ngelakuin kesalahan kedua. Kalau aku sampe nemuin perempuan yang coba rebut kamu, kamu dan perempuan itu akan aku jadiin monumen sejarah."


Axel hanya tertawa kecil mendengar ancaman bodoh dari leana. Leana adalah sosok perempuan ceria yang pernah membuat hati Axel berwarna. tapi sayangnya itu dulu.


***


*u*dahh, yang jomblo jangan baper.


silahkan tinggalkan like dan commentnya sebagai bentuk dukungan buat author. makasih

__ADS_1


__ADS_2