
Axel masih berusaha menjaga jarak. Ia terus mengikuti laju motor Rio yang membuatnya geram. Apalagi Keysa tampak sedang tertawa bahagia di atas motor itu.
"Tadi Key jutek banget sama gue. Kenapa sekarang malah sok centil gitu ama si kampret." Gerutunya. Sejujurnya ia ingin sekali menambah kecepatan mobilnya, menghentikan Rio dan kembali membawa Keysa. Tapi ia menahan keinginannya. Ia takut keysa akan marah lagi.
Rio menghentikan laju motornya sesuai arahan Keysa. Keysa turun dari motor dengan rambut yang agak berantakan karena tertiup angin.
"Duuh rambut gue jadi amburadul nih." Kata Keysa sambil merapikan rambutnya dengan jari.
"Udahlah, udah malem juga. Gak ada yang liat. Eh gue kira lo tu anak pendiem yang kutu buku. Tapi setelah ngobrol tadi, lo asik juga ya." Jelas Rio panjang lebar.
"Ah lebay lo." kata Keysa cengengesan.
Mereka berdua terus berbincang bincang. Sampai tiba tiba
...buggg....
Sebuah tinjuan keras di wajah Rio berhasil membuat ia tersungkur. Axel yang memperhatikan mereka sejak tadi mungkin sudah kehabisan kesabaran.
Rio tersenyum sinis pada Axel. Keysa kaget setengah mati dan bingung harus melakukan apa. Rio bangun dan berdiri di hadapan Axel.
"Ada problem apa sih bos?" Tanya Rio santai.
"Mendingan lo buruan pergi dari sini sebelum....
"Sebelum apa?" Rio memotong kalimat Axel dan membuatnya kembali naik pitam.
Axel bersiap siap kembali melayangkan tinjunya. Namun keysa segera berdiri menghalangi Rio. Tinjuan itu melesat dan berhenti tepat di depan wajah Keysa. Keysa bertindak seolah menjadi pahlawan dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
"Minggir lo." kata Axel.
"Lo minggir dulu Key" begitupun ucap Rio.
"Nggak mau. Gue nggak mau minggir kalau kalian masih berantem." Ucap Keysa.
"Oke. Kayanya lo juga udah kepincut sama si kampret ini." Jawab Axel sambil mengangkat kedua tangannya.
"Apaan sih Axel. Gue baru pertama kali pulang bareng sama Rio." Kata Keysa sembari menahan kesal.
"Hooohh sekarang gue paham. Tenang aja bro, gue gk niat buat rebut gebetan mantan sahabat gue untuk kedua kalinya. Keysa gue pamit ya. Ati ati sama orang ini."
Rio menggunakan helm nya dan melajukan motornya meninggalkan mereka berdua. Baru saja keysa akan beranjak pergi, tangannya merasakan sakit akibat tarikan Axel.
"Dengerin gue dulu Key."
"Lepasin gue xel. Sakit."
"Keysa...
"Pergi lo. Gue nggak mau ngomong sama lo lagi.
"Gue mohon Key."
"Gue bilang pergi."
"Gue tau lo kesel Key. Gue tau perasaan lo yang nggak enak sama Leana. Tapi tolong ngerti Key."
__ADS_1
"Ngerti apaan? Buruan pergi ah. Lo tuh cuma ganggu doank."
Keysa berusaha menahan perasaannya agar tak goyah. Ia tak ingin menghianati Lea, apalagi setelah tahu kalau Leana masih menginginkan Axel.
"Gue akan tetep berdiri disini sampe lo buka pintu Key."
Keysa tak menjawab apa apa. Tapi Axel yakin Keysa berada di balik pintu dan mendengar setiap kalimat yang ia ucapkan.
"Keysa, terserah lo percaya atau nggak tapi perasaan gue buat Leana udah nggak ada Key."
Tiba tiba hujan deras kembali turun. memang layaknya sebuah drama, selalu ada hujan turun di saat saat genting.
"Gue suka lo key. Gue cinta sama lo."
Keysa meraih kunci dan ingin memutarnya ketika mendengar Axel berkata seperti itu. Tapi sekali lagi ia mengurungkan niatnya
"Gue tau lo denger Key. Gue juga tahu lo punya perasaan yang sama. Lo cuma nggak mau mengakui itu."
...brrrr brrrr....
Rasa dingin mulai menyerang Axel. ia menyeka sedikit cipratan air hujan di wajahnya.
"Keysa... lo tega banget sih key. hhhaaccuh" Axel pura pura bersin. Ia menunggu dan masih belum juga ada jawaban.
"Duuh key. Kepala gue pusing banget nih..."
Keysa jadi gelisah mendengar semua perkataan Axel. Dia berharap Axel menyerah dan segera pergi, tapi nampaknya harapan itu tak akan terwujud.
__ADS_1
***
*n*ah guys, ayo tebak Axel sama keysa bakal jadian nggak. terus gimana sama leana. jangan lupa like and commentnya ya.