
Sudah hampir satu bulan sejak kepergian Reno. Hampir setiap hari keysa selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi makam Reno setelah pulang kuliah. Rasa bersalah selalu menyelimuti hatinya setiap hari. Dia bisa dengan mudah mencintai pria ini, tapi butuh waktu yang tak mungkin sedikit untuk melupakannya.
"Reno... ini aku. Aku dateng lagi"
Ucap keysa sedih.
"Renn, .. awalnya aku selalu berharap kalau aku akan segera bangun dari mimpi panjang yang buruk ini"
Keysa terhenti dan menyeka air mata yang mulai mengalir.
"Tapi kenyataan tetaplah kenyataan. Bisakah kamu mendengarnya Reno, suara hati yang tersiksa mengingat kenangan kenangan manis dan pahit yang sudah menemani hubungan kita."
"Aku harus gimana Ren? Kasih tau aku. Kasih tau gimana caranya agar raga dan pikiranku bisa menerima ini."
"Reno, apa kamu kesepian disana? Kamu inget kan orang tua aku juga udah pergi duluan. Kalau kamu bertemu mereka tolong sampaikan pesanku ya. Aku juga merindukan mereka. Kepergian mereka berdua juga menjadi saat saat terburuk dalam hidup aku selain kenyataan tentang kamu. Tunggu aku ya. Suatu saat jika takdir memang baik pada hubungan kita. Kita akan berkumpul lagi. Oke."
Axel melihat keysa dari kejauhan. Bagaimanapun juga. Ia sangat mengkhawatirkan keysa, terutama kondisi psikis nya. Setelah sekian lama Axel juga baru tau bahwa kedua orang tua keysa juga sudah meninggal sejak lama. Ia sudah berusaha keras membuat keysa tegar dan menerima kepergian Reno, tapi butuh waktu lebih lama untuk mewujudkannya. Sedang leana, Axel sendiri tak tahu bagaimana keadaannya. sempat beberapa kali. keysa dan Reno pergi ke rumahnya. tapi pelayan di rumahnya tak pernah membiarkan mereka masuk. meski begitu bukan berarti Axel tak peduli dengan keadaan Leana. ia juga masih menyimpan rasa bersalah yang mendalam.
__ADS_1
***
Leana berbaring di atas ranjang kamarnya menghadap langit langit. Sejak kejadian itu ia tak pernah tau lagi tentang keadaan keysa dan Axel. Ia hanya mendengar berita Reno meninggal. Leana sempat datang ke pemakamannya sekali. Namun ia berbalik ketika mendapati Axel yang tengah merangkul dan menenangkan keysa disana. Sebenarnya ia juga merasa iba dan ingin sekali menjadi sandaran sahabatnya. Tapi mengingat penghianatan kedua orang itu membuat lea mengurungkan niatnya dan lebih memilih pergi.
Ia mengambil sebuah brosur dan beberapa dokumen lain yang akan ia gunakan untuk meneruskan studinya di london mengikuti keinginan orang tuanya. Bukan hal mudah untuk memutuskan ini. Perlu waktu lama baginya untuk meninmbang nimbaang pilihan ini. Tapi saat ini, ia telah menemukan alasan. mungkin dengan pergi, ia bisa menghindar dari masa lalu yang menghatui perasaannya.
***
"Stella ayo lah. Kamu harus makan."
"Kapan aku bisa keluar dari sini kak? Aku udah bosen" Tanya stella pada Kenzi.
"Kata dokter besok kamu bisa pulang" jawab kenzi sembari bersiap menyodorkan suapan lagi.
"Seriusan kak."
"Apa kakak pernah bohong sama kamu. Tapi kepulangan kamu akan ditunda kalau kamu nggak ngabisin makanan ini lagi."
__ADS_1
"Huuh. Iya deh. Tapi kaka inget kan sama janji kaka. Kalau aku udah sembuh nanti."
Kenzi diam sejenak dan mengingat permintaan adiknya beberapa waktu lalu.
"Kak..
"Iya inget. Kamu nggak perlu kawatir. Sekarang ayo abisin makan kamu. Sebelum papa dan mama datang dan mulai marah marah lagi kalau kakak nggak bikin kamu makan."
"Aku tahu, kenzi memang kakak yang terbaik untuk stella."
Kenzi tersenyum. dan mengingat janji kecilnya pada Stella
"KEYSA NADIRA PUTRI" Gumam Kenzi dalam hati.
*fiiuhhh akhirnya part akhir dari novel ini selesai sobat. maaf ya kalau hasilnya kurang memuaskan atau masih banyak kekurangan. tapi masih ada I WANT YOU season ke 2 yang ceritanya pasti lebih seru. jadi ditunggu. makasih banyak buat yang udah setia baca novelku oke. jangan lupa like dan commentnya.
YEY, BUAT YANG MAU TAHU KELANJUTAN KISAH AXEL, KEYSA DAN LEANA BISA SEARCHING DAN BACA "I WANT YOU (PART 2)" DENGAN COVER NOVEL YANG SAMA KARENA UDAH TERBIT. DITUNGGU LIKE DAN COMENNTNYA YA CEMAN CEMAN :D
__ADS_1