
"Kok lo sih yang angkat." terdengar suara Axel yang sedang kesal dan menahan amarah. Ia tengah melajukan mobilnya menuju ke arah rumah keysa.
"Nggak usah nge gas emang lo tau gue siapa?" Reno berusaha menjawab sesantai mungkin.
"Jangan basi basi lah. Kasih ke keysa hp nya sekarang."
"Ehm sorry banget nih. Keysa lagi mandi dan gue baru aja mau nyusul."
"Gk usah mimpi deh lo. Mana keysa. buruan kasih ke dia."
"Kalau gitu, lo nggak usah matiin tlp ini dan cukup denger baik baik apa yang bakal gue sama keysa lakuin."
Reno membawa ponsel itu bersamanya. Perlahan ia membuka pintu kamar mandi dan surprise, keberuntungan sedang berpihak pada pria itu. Sepertinya keysa lupa mengunci pintu kamar mandinya. Suara gemericik air terdengar nyaring. Keysa masih berbalik pada dinding dan tak menyadari Reno yang masuk. Mata Reno hampir tak bisa berkedip melihat pemandangan indah di depan matanya. Keysa yang ada bawah guyuran air, dengan rambut yang basah, lekak lekuk tubuh dan kulit putih bersih tak terhalang sehelai benang pun. Reno menelan ludah menyaksikan tubuh keysa yang begitu sexy.
__ADS_1
Dari jauh Axel belum mendengar apa apa selain suara air yang ia yakini benar berasal dari kamar mandi. Dan perasaanya mulai tak karuan.
"Apa yang dilakuin si **** itu di kamar keysa."
Reno menaruh hp yang masih tersambung pada Axel di sela sela tempat terdekat yang menurutnya bisa membuat suara nya dan keysa terdengar oleh Axel. Perlahan ia mendekati keysa dan berdiri di belakangnya. Keysa menyadari bayangan seseorang pada dinding di kamar mandinya. Ia buru buru berbalik dan mendapati Reno yang tengah memandangnya dengan sangat dalam.
"Re reno.. kamu ngapain sih... ayo cepet keluar."
Keysa berusaha menutupi sekujur tubuhnya dengan kedua tangan yang tak mampu menghalangi pandangan Reno. wajahnya kini memerah, jantungnnya berdebar. Reno bertumpu pada dinding di belakang keysa dengan satu tangan. Tubuhnya tercetak di balik kaos yang kini juga ikut basah terkena tetesan air, membuat siapa pun yang melihatnya pasti terpana. Dalam hati dan pikirannya tentu saja sebagai lelaki normal ia begitu ingin langsung menyentuh dan bergulat dengan keysa. Tapi ia masih berusaha menahannya dan lebih menikmati pemandangan langka di depan matanya ini.
"Aku nggak bisa nahan ini lagi key. kamu cantik banget."
Reno mencium belakang telinga kesya dengan lembut. Ia memhembuskan nafas yang membuat keysa memejamkan mata. Tak ada penolakan dari diri keysa. Reno meraih tangan keysa yang sedari tadi ia jadikan tameng untuk menutupi tubuhnya. Ia menariknya ke atas perlahan lahan dan menahannya dengan satu tangan. Sedang satu tangan yang lainnya kini bebas menjelajahi lekuk tubuh keysa yang tak terhalang apapun.
__ADS_1
amun ia tahu, keysa masih menahannya.
"What??? Dia udah gila. Nggak key. Lo nggak boleh kaya gini sama si kampret itu. Ahhhh sialan." Axel merasa marah, kesal, panik, bingung dan semua hal yang membuatnya ingin semakin menambah kecepatan mobil. Suara nya tak terlalu jelas. Tapi Axel masih bisa samar samar mendengarnya.
"Gila gila gila. Gue harus cepet sampe disana. Keysa semoga lo nggak bener bener ML sama si *****, si ****, si kampret si. Aahhhh."
"Ren... ta tapi aku takut Ren." Reno beralih memandang pada kedua bola mata keysa. Dan meyakinkan keysa.
"Kamu jangan takut. Kamu cukup jadi keysa yang penurut. Dan sisanya aku yang akan kerjain. Aku yakin kamu akan suka. Kamu tahu aku cinta sama kamu. Kamu percaya aku kan."
Keysa mengangguk dan menggigit bibirnya. Reno melepaskan tangan keysa yang ia tahan. Lalu menyentuh bibirnya.
"Jangan pernah kaya gini di depan orang lain. Kamu cuma boleh kaya gini di depan aku. Oke."
__ADS_1
***
nah lo, lanjut jangan ya. haha ayo tebak. buat yang kali berhasil apa nggak. jangan lupa like dan commentny