
Apa lo nggak penasaran? Gue bisa kok jadi yang pertama ngajarin lo.
"Xel duluan ya."
"Yoi kita duluan"
"Gue juga, ati ati noh anak orang."
"Iya jangan di bawa kabur hahaha"
Celoteh yang menyenangkan keluar saat mereka mulai bubar melihat hari yang semakin sore. Dan membuat Axel jadi kikuk, karena mereka hanya tinggal berdua. Keysa masih merasa malu dan hanya menyunggingkan senyum tipis.
"Sekarang lo masih sedih?" Tanya Axel agak serius.
"Ehm mungkin iya, mungkin juga nggak. Tapi makasih ya buat semuanya."
Raut muka Axel berubah konyol.
"Yaelah biasa aja kali. Ya gue cuma ngeliat apa yang pernah gue rasain di diri lo."
Keysa mengeluarkan kalung yang sedari tadi ada di saku jaketnya. Ia memandangnya, dan kembali merasa sedih.
__ADS_1
"Lu **** banget sih gimana mau move on, kalau kaya gini doank udah bikin lo mewek."
Axel yang melihat itu segera merampas kalung itu. Dan melemparnya jauh jauh. Keysa terkejut dan marah dengan apa yang dilakukan Axel.
"Lo apa apaan sih. Itu satu satunya kenangan gue yang tersisa dari Reno. Brengsek lo." Keysa tak habis pikir. bisa bisanya Axel malah membuang barang yang sangat berharga menurut Keysa.
"Gue bakal ganti sama yang lebih bagus nanti. Tapi pokoknya kalau lo mau move on, lo harus mulai ngebuang hal yang bisa bikin lo inget sama mantan lo itu."
"Lo pinter banget nasehatin orang. Sementara lo sendiri belum move on dari Leana."
Axel berhenti dan diam. Ia menerawang jauh membenarkan perkataan Keysa. Pandai sekali ia bicara, bahkan emosi saat Keysa bersedih karena belum bisa move on. Tapi kenyataannya, dia sendiripun memang belum bisa melupakan Leana.
"Apa?"
Ragu ragu Axel mengatakannya, tapi kalimat itu keluar begitu saja.
"Gue udah Ml sama Leana key."
"Hah?" Keysa tak percaya mendengarnya. Iya dia merasa Leana bukan orang semacam itu. Bahkan perkataan Axel tentang Rio saat itu juga tak didengar olehnya.
"Kenapa lo kaget kaya gitu. Emang Lea nggak pernah cerita ya? Key, jaman sekarang tuh kalau kita pacaran nggak mungkin jadi orang bersih."
__ADS_1
Jelas Axel dengan santai. Dan sukses membuat tatapan Keysa menjadi sinis. Pun, dugaannya mengenai Axel adalah pria baik baik, sepertinya tak sepenuhnya benar.
"Gue setahun sama Reno, nggak pernah sampe kaya gitu. Ternyata lo brengsek juga."
Masih dengan tatapan sinis, dan nada yang mengejek.
"Gue brengsek, tapi gue mau tanggung jawab Key. Cuman Leana malah lebih milih ama cowok lain. Jadi salah gue dimana?" Tanya Axel.
Keysa mulai berpikir, ternyata memang tak semua hal bisa diceritakan, meski pada sahabat baik sekalipun. Merasa tak didengar Axel kembali angkat bicara.
"Lo beneran belom pernah Ml sama siapa siapa?"
"Hiihh ngapain lo nanya hal sensitif kaya gitu. Ya belom lah. Gue bukan penganut hubungan gelap sebelum menikah."
"Apa lo nggak penasaran? Gue bisa kok jadi yang pertama ngajarin lo." kata Axel menggoda. Keysa nampak terkejut mendengar nya. Lalu Axel tertawa melihat muka polos Keysa.
"Hahaha, gue bercanda key. Ampe kaget gitu mukanya. Ya udah gue anterin pulang yok"
***
makasih Ya, karena masih stay di sini. mohon dukungannya dengan like dan comment. :D
__ADS_1