I WANT YOU

I WANT YOU
Episode 16


__ADS_3

hitam tak berarti kotor. putih juga belum tentu bersih.


Axel masuk ke dalam mini market dan mendapat sambutan hangat dari penjaga kasir.


"Selamat datang di indomerried. Will you marry me?"


Axel tertawa dalam hati, membayangkan kalau saja kasir itu benar benar mengatakannya.


Baiklah sekarang saatnya ia mulai menjelajah. Dia melihat ke kiri, kanan dan mulai kebingungan. Pasalnya, ini adalah pertama kali ia mencari barang wanita semacam itu.


Ia berhenti di rak berisi penuh dengan barang yang sedari tadi ia cari. Axel tersenyum kecut, mengingat mungkin ia sudah lima kali melewatinya, tapi tak sadar. sekarang dia memperhatikan benda itu dengan seksama.


Kuning, biru, putih, pink, bersayap, tak bersayap, panjang, pendek.


"Ya ampun, mana yang biasa Key pake? Kenapa ada begitu banyak. Apa seribet ini cuma buat nyumpel kebocoran?" dia menutup matanya dan memilih satu secara acak dan memasukan ke dalam keranjang yang sudah berisi banyak cemilan. Lalu ia kembali melangkah menuju ke kasir. Sampai tiba tiba ia merasakan tangan halus menepuk punggungnya.


"Axel...


Axel berbalik, dan bertapa terkejutnya ia. Leana kini berdiri di hadapannya, dengan senyum manis yang bisa menggetarkan hati.


"Hay, kamu.. kamu ngapain disini?"


Axel kebingungan, ia senang melihat Leana yang sekarang mau menyapanya. Tapi ia juga panik karena ia ingat Keysa menunggunya di rumah.


"Sbenernya sih gue mau ke rumah lo. Cuma tadi agak haus. Jadi gue berenti dulu deh disini. boleh kan?."


Axel berusaha menyembunyikan kegugupannya. Bagaimana ini, ia tak membawa hp untuk menghubungi keysa dan jika ia menolak kesempatannya untuk kembali pada Lea bisa gagal.

__ADS_1


"Ta tapi udah malem lele sayang."


"Ini belom terlalu malem. Lagian gue kan udah biasa nginep di rumah lo. Kenapa sekarang lo keberatan.? atau jangan jangan."


" Eh nggak. Ya udah, kamu tunggu di depan. Ini biar sekalian aja aku yang bayar."


"Ehmm ok."


Jantung Axel sudah berada di ujung tanduk dan ingin segera melompat dari tempatnya.


"Gila, bisa ****** gue. Harus gimana ini. Cuma takdir yang bisa selametin gue sekarang.


__________


Keysa mendengar suara mobil yang datang. Ia mengintip di balik tirai dan melihat mobil Axel parkir disana. Matanya terbelalak saat Leana juga ikut turun dari dalam mobil itu. ia menutup tirai dan kembali membukanya untuk meyakinkan diri.


"******, ini anak mau bikin gue mati di tempat apa? kenapa malah bawa Lea kesini?" ucap keysa.


"Semoga Key ngerti isyarat gue." batin Axel.


"Axel, kok lo diem aja. ayo."


"Eehh ayo ayo kita masuk"


Axel membuka pintu untuk Leana dengan was was.


"Lo hari ini kenapa sih? kok kayanya gugup banget."

__ADS_1


"Ah nggak. Aku cuma seneng aja. Udah lama rumah ini nggak pernah liat kamu. Ya udah ayo masuk."


Axel dan Leana langsung masuk ke dalam rumah. Sementara Keysa masih bingung akan bersembunyi kemana dan takut untuk keluar kamar.


Leana berjalan ke arah kamar Axel dan membuat Axel semakin panik.


"Lele...tunggu"


Leana berhenti berjalan, ketika Axel memanggil dengan panggilan kesayangannya. Ia sedikit merasa tersentuh.


"Kamar aku berantakan."


"Dari dulu kamar kamu emang selalu berantakan. Sekalian aja aku beresin."


Leana kembali berjalan menuju kamar Axel. Dan membuat nya kehabisan akal. "Duhhh gimana nih. Gue harus ngapain.?" pikir Axel.


Leana sudah berdiri di depan pintu kamar Axel. Sementara Keysa masih kebingungan dan panik mencari tempat sembunyi.


"****** ****** ******, di lemari sempit, ranjang nggak ada kolongnya, parah. Bener bener parah."


Keysa menggaruk garuk kepalanya, dan mengigiti kukunya sambil mondar mandir.


Axel berada di balik pintu bersama Leana dengan seribu macam doa yang entah apa artinya. Leana meraih gagang pintu dan


ceklek.... suara pintu dibuka.


Axel menutup matanya tak sanggup melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


***


kalian lebih suka mana ? keysa ketauan atau mending keysa ngumpet dulu? ya semua tergantung aku. haha pokonya jangan lupa kasih like juga commentnya. :D


__ADS_2